Aplikasi Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia (Petualangan Detektif Pantun)

Detektif Pantun - SD Eka Tjipta Terawan

DETEKTIF PANTUN

Kelas 5 SD Eka Tjipta Terawan

🕵️‍♂️✨

Misi Detektif: Pecahkan Rahasia Pantun!

Halo detektif cilik! Sebelum kita menangkap pencuri rima di kota, mari kita pelajari dahulu petunjuk dan formula rahasia tentang Pantun agar misimu sukses besar!

Apa itu Pantun?

Pantun adalah jenis puisi lama asli Nusantara yang sangat terkenal. Dahulu, pantun diucapkan langsung dengan lisan, tapi sekarang banyak juga yang ditulis. Pantun digunakan untuk menyampaikan nasihat, menghibur, atau mendidik.

4 Rumus Rahasia Pantun

  • 1. Satu bait terdiri atas 4 baris.
  • 2. Tiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata.
  • 3. Baris 1 & 2 adalah Sampiran (pengantar saja). Baris 3 & 4 adalah Isi (pesan utama).
  • 4. Memiliki rima akhir bersilang a-b-a-b.

Bedah Anatomi Pantun

Baris 1: Ku-pas pi-sang de-ngan pi-sau (u) Sampiran (a)
Baris 2: Makan bersama di atas tikar (ar) Sampiran (b)
Baris 3: Janganlah kamu merasa risau (u) Isi (a)
Baris 4: Rajin belajar jadi pintar (ar) Isi (b)

Jenis-Jenis Pantun (Berdasarkan Isi)

💡 Pantun Nasihat

Berisi pesan moral, ajakan berbuat baik, serta nilai budi pekerti.

😂 Pantun Jenaka

Berisi hal lucu dan menarik untuk menghibur hati yang sedih.

❓ Pantun Teka-Teki

Berisi pertanyaan seru di bagian isi yang menuntut jawaban.

© 2026 SD Eka Tjipta Terawan. Dibuat dengan cinta untuk pembelajaran Bahasa Indonesia interaktif.

Analisis Dampak Teknologi Terhadap Siswa Studi Kasus: Siswa Kelas 5 (Usia 10-11 Tahun)

Infografis Penelitian: Dampak Teknologi Siswa Kelas 5
📚

Analisis Dampak Teknologi Terhadap Siswa

Studi Kasus: Siswa Kelas 5 (Usia 10-11 Tahun)

SD Eka Tjipta Terawan

📊 Profil Penggunaan Teknologi

📱

Akses Perangkat Pribadi

85%

Siswa memiliki akses ke smartphone atau tablet di luar jam sekolah.

⏱️

Rata-rata Durasi Layar

3.5 Jam

Per hari untuk kombinasi hiburan dan tugas sekolah digital.

🎮

Aktivitas Utama

60%

Waktu layar digunakan untuk media interaktif dan game edukasi.

1. Fokus & Konsentrasi

Penggunaan teknologi membawa tantangan ganda bagi siswa usia 10-11 tahun. Di satu sisi, elemen visual meningkatkan atensi, namun di sisi lain, notifikasi memecah konsentrasi (multitasking yang tidak efektif).

💡 Temuan: Siswa cenderung kehilangan fokus mendalam (deep work) akibat kebiasaan "scrolling" cepat.

2. Motivasi Belajar

Media pembelajaran berbasis teknologi sangat mempengaruhi motivasi intrinsik. Gamifikasi dan kuis interaktif terbukti menjadi pendorong utama semangat belajar dibandingkan metode konvensional.

🚀 Temuan: Elemen kompetisi sehat dalam platform digital meningkatkan partisipasi aktif hingga 78%.

3. Hasil Belajar (Kognitif)

Analisis perbandingan nilai rata-rata kelas 5 dalam tiga semester terakhir (sebelum dan sesudah integrasi teknologi intensif). Tren menunjukkan peningkatan signifikan pada mata pelajaran yang membutuhkan visualisasi ruang dan data.

Dampak Positif: Akses instan ke informasi kaya visual membuat konsep Sains dan Bahasa lebih mudah dicerna.
Dampak Negatif: Ketergantungan pada kalkulator digital berisiko melemahkan kemampuan algoritma dasar Matematika.

4. Dinamika Interaksi Sosial

Usia 10-11 tahun adalah masa krusial pembentukan empati. Teknologi mengubah lanskap interaksi, memindahkan sebagian besar komunikasi tatap muka ke dalam ruang digital, yang mempengaruhi kecerdasan emosional.

  • Kolaborasi Jarak Jauh Meningkat

    Siswa lebih terampil bekerja sama dalam dokumen bersama dan diskusi online.

  • Kepercayaan Diri Introvert

    Siswa pemalu cenderung lebih berani mengemukakan pendapat via teks tertulis.

  • Penurunan Literasi Emosi (Empati)

    Kurangnya interpretasi bahasa tubuh dan nada suara langsung memicu miskomunikasi.

  • Risiko Isolasi Fisik

    Penurunan waktu bermain di luar ruangan saat jam istirahat sekolah.

Kesimpulan & Rekomendasi Guru

🕒

Manajemen Waktu Layar

Terapkan aturan "Tech-Break" setiap 45 menit pembelajaran untuk mencegah kelelahan mata dan mengembalikan fokus konvensional.

🤽‍♂️

Keseimbangan Sosial

Perbanyak tugas proyek fisik berkelompok (offline) di sekolah untuk menjaga kemampuan membaca isyarat non-verbal dan empati.

🧠

Literasi Digital Kritis

Ajarkan siswa membedakan informasi valid vs hoaks, serta etika berkomunikasi digital yang sopan dan bertanggung jawab.

© 2026 Riset Pendidikan SD Eka Tjipta Terawan. Didesain untuk Analisis Perkembangan Siswa.

12 April 2023

Tugas Demontrasi Kontekstual - Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin_CGP Angkatan 7. Kabupaten Seruyan.

 


Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP dapat melakukan suatu analisis atas penerapan proses pengambilan keputusan berdasarkan pengetahuan yang telah dipelajarinya tentang berbagai paradigma, prinsip, pengambilan dan pengujian keputusan di sekolah asal masing-masing dan di sekolah/lingkungan lain.

Tugas Wawancara dengan Pimpinan/Kepala Sekolah:

CGP diminta untuk mewawancarai 2-3 pimpinan (kepala sekolah) di lingkungan Anda (salah satunya adalah pimpinan di sekolah asal Anda).

Hasil wawancara ini adalah untuk mendapatkan sebuah wacana tentang praktik pengambilan keputusan yang selama ini dijalankan, terutama untuk kasus-kasus yang di mana nilai-nilai kebajikan saling bersinggungan, atau untuk kasus-kasus dilema etika yang sama-sama benar.

Apa yang selama ini dilakukan pimpinan-pimpinan tersebut, praktik apa yang selama ini dijalankan?

Analisis praktik pengambilan keputusan dilema etika tersebut di antara para pemimpin yang Anda wawancarai, dan kaitkan dengan pengetahuan Anda sendiri tentang 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengujian. Analisis dan lakukan refleksi atas hasil wawancara tersebut. Silakan unggah hasil wawancara dan refleksi Anda dalam bentuk video/audio/tertulis.

Saya melakukan wawancara kepada Kepala Sekolah saya sendiri di SD Eka Tjipta Terawan yaitu Ibu Suyitni, S.Pd. Kemudian, yang ke-2 dengan Kepala SD Eka Tjipta Rungau Bapak Deni Priyanggara, S. Pd dan yang ke-3 dengan Kepala SD Eka Tjipta Seruyan Bapak Muhammad Fathul Adim, S.Pd.

Teknik yang saya gunakan dengan langkah-langkah sebagai berikut;

1.     Menggunakan google folmulir seperti link berikut; https://forms.gle/NQVFPdjcQAaCfE1k8

2.     Meminta ijin melalui telepon langsung dan mengirim pesan melalui WA.






3.    Data yang telah saya terima, kemudian kami lakukan pemindahan ke dalam format ms.word pada lampiran dibawah ini;

Berikut Hasil wawancara dengan Kepala Sekolah 1

1. Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?

Tanggapan:

Sebagai seorang pemimpin di sebuah instasi pendidikan, pasti akan beragam kasus yang akan dihadapi, baik itu kasus yang keduanya benar tetapi saling bertentangan yang dikenal sebagai dilema etika ataupun kasus yang salah satunya benar dan yang lainnnya salah. Kedua kasus tersebut harus dapat diidentifikasi dengan benar agar tidak ada kesalahan dalam pengambilan keputusan. Cara saya untuk mengidentifikasi yang mana dari kedua kasus tersebut adalah dengan memahami masing masing kasus. Tentu saja untuk memahami kasus kasus tersebut saya harus berkomunikasi dengan pihak pihak yang terlibat. Setelah permasalahan sudah dipahami maka saya perlu melakukan beberapa hal untuk bisa memetakan apakah kasus terseut merupakan bujukan moral atau dilema etika. Untuk itu, perlu dilakukan dibuatkan daftar pertanyaan identifikasi kasus, syarat sebuah kasus merupakan delima etika jika kedua masalah yang berbenturan tersebut tidak melanggar hukum dan serta norma norma yang berlaku atau menimbulkan ketidaknyamana social. Jika kasus yang didentifikasi lolos dari syarat syarat tersebut maka dipastikan itu adalah kasus dilema etika. Dan sebaliknya jika syarat syarat diatas tidak terpenuhi maka itu adalah kasus bujukan moral.

2. Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?

Tanggapan:

Untuk kasus dilema etika saya akan mempertimbangkan kedua hal yang sama sama benar tersebut membenturkan faktor apa atau pihak mana? Apakah kepentingan perorang atau banyak orang, mengandung nilai nilai kebenaran atau kesetiaan, rasa adil atau belas kasihan, ataukah berdampak untuk saat ini atau seterusnya

3. Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?

Tanggapan:

Suara hati dan nalar harus sejalan untuk memilih kebenaran yang paling kecil mudharatnya dan besar manfaatnya. Dengan mempertimbangkan kepentingan peserta didik jika kasus itu berhubungan dengan peserta didik, berdasarkan pada prinsip berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan, dan berpikir berbasis rasa peduli. Tahap berikutnya lakukan investigasi dengan memeriksa kembali fakta-fakta dan temukan peluang , lalu buatlah keputusan. Lalu keputusan ditinjau kembali hingga keyakinan kebenaran itu ada dan insya Allah dalam bimbingan Ilahi keputusan yang anda ambil adalah keputusan yang bertanggung jawab.

4. Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

Tanggapan:

Dalam kasus pengambulan keputusan dengan dilema etika hal efektif yang perlu dilakukan adalah dengan menyederhanakan pokok permasalahan, dan membangun kebijkasanaan

5. Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

Tanggapan:

Hasil keputusan yang diambil mungkin akan pihak pihak yang tidak dapat menerima sepenuhnya, proses untuk dapat memahamkan sebagian orang untuk secara ikhlas menerima dan menjalan keputusan , menjadi sebuah tantangan. Serta untuk tetap istiqomah dalam menjalankan keputusan yang sduah disepakati

6. Apakah Anda memiliki sebuah tatakelola atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan?

Tanggapan:

Tidak ada jadwal tertentu dalam menyelesaikan sebuah kasus, prioritas kasus mana yang perlu diselesaikan secepatnya tergantung dari jenis kasus dan pentingnya kasus tersebut diselesaikan secepatnya, agar tercipta lingkungan sekolah yang sehat kondusif buat semua warga sekolah

7. Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

Tanggapan:

Komunikasi yang baik dengan semua warga sekolah, pengelolaan emosi yang baik dan pemahaman tentang teori pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin menjadi faktor yang mempermudah dan membantu dalam pengambilan keputusan

8. Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?

Tanggapan:

Dalam mengambil sebuah keputusan maka mengidentifikasi jenis kasus, harus bisa dilakukan lebih awal, dengan melakukan pengujian pengujian, lalu lakukan pengujian benar lawan benar untuk dapat menentukan paradigma apa yang akan kita pilih sehingga keputusan bisa diambil sesuai dengan prinsip prinsip yang tidak merugikan siswa.

 

 


1. Berikut ini hasil wawancara dengan kepala sekolah ke-2 • Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?

Tanggapan:

Cara saya untuk mengidentifikasi yang mana dari kedua kasus tersebut adalah dengan memahami masing masing kasus. Tentu saja untuk memahami kasus kasus tersebut saya harus berkomunikasi dengan pihak pihak yang terlibat, setelah itu sudah dipahami maka saya perlu melakukan beberapa hal untuk bisa memetakan apakah kasus tersebut merupakan bujukan moral atau dilema etika.

Untuk itu perlu dilakukan dibuatkan daftar pertanyaan identifikasi kasus, syarat sebuah kasus merupakan delima etika jika kedua masalah yang berbenturan tersebut tidak melanggar hukum dan serta norma norma yang berlaku atau menimbulkan ketidaknyamanan sosial. Jika kasus yang didentifikasi lolos dari hal-hal tersebut maka dipastikan itu adalah kasus dilema etika, dan sebaliknya jika syarat syarat diatas tidak terpenuhi maka itu adalah kasus bujukan moral.

2. Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus dimana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?

Tanggapan:

Untuk kasus dilema etika saya akan mempertimbangkan kedua hal yang sama sama benar tersebut membenturkan faktor apa atau pihak mana? Apakah kepentingan perorang atau banyak orang, mengandung nilai nilai kebenaran atau kesetiaan, rasa adil atau belas kasihan, ataukah berdampak untuk saat ini atau seterusnya

3. Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?

Tanggapan:

Mengidentifikasi dengan mempertimbangkan kepentingan peserta didik jika kasus itu berhubungan dengan peserta didik, berdasarkan pada prinsip berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan, dan berpikir berbasis rasa peduli. Tahap berikutnya lakukan investigasi dengan memeriksa kembali fakta-fakta dan temukan peluang , lalu membuat keputusan. Lalu keputusan ditinjau kembali hingga yakin bahwa keputusan yang diambil adalah benar dan bisa dipertanggungjawabkan.

4. Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

Tanggapan:

Hal-hal yang efektif dalam pengambilan keputusan adalah senantiasa menjalin dan menjaga keberpihakan melalui kebersamaan dan komunikasi dengan unsur pimpinan terutama yang dapat memperkaya referensi kita dalam memutuskan kasus dilema etika

5. Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

Tanggapan:

Hasil keputusan yang diambil akan ada pihak yang tidak dapat menerima sepenuhnya, proses untuk dapat memahamkan sebagian orang untuk secara ikhlas menerima dan menjalan keputusan , menjadi sebuah tantangan. Serta untuk tetap teguh dalam menjalankan keputusan yang sduah disepakati.

6. Apakah Anda memiliki sebuah tatakelola atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan?

Tanggapan:

Tidak terjadwal dalam menyelesaikan sebuah kasus, hanya memprioritaskan kasus mana yang perlu diselesaikan secepatnya tergantung dari jenis kasus dan pentingnya kasus tersebut diselesaikan secepatnya, agar terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan kondusif.

7. Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

Tanggapan:

Komunikasi yang baik dengan semua warga sekolah, pengelolaan emosi yang baik dan pemahaman tentang teori pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin menjadi faktor yang mempermudah dan membantu dalam pengambilan keputusan

8. Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?

Tanggapan:

Dalam mengambil sebuah keputusan maka mengidentifikasi jenis kasus itu penting dan harus bisa dilakukan lebih awal, lalu lakukan pengujian sebagai tolak ukur untuk dapat menentukan paradigma apa yang akan kita pilih sehingga keputusan bisa diambil sesuai dengan prinsip prinsip yang tidak merugikan siswa.


 

Berikut ini hasil wawancara dengan kepala sekolah ke-3

1.     Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?

Tanggapan:

Kesesuaian dengan norma-norma masyarakat, agama adat maupun lainnya. selama tidak bertentangan dengan norma yang berlaku maka masih bisa dilakukan bersama.

2.     Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus dimana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?

Tanggapan:

Jalankan sesuai dengan top prioritas / skala prioritas sesuai dengan program sekolah

3.     Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?

Tanggapan:

Pertama, Analisis resiko, kedua cek Kesesuaian dengan peraturan sekolah. ketiga, jika tidak berjalan maka kordinasi dengan komite sekolah adalah bersifat final.

4.     Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

Tanggapan:

Dalam hal kegiatan keagamaan nasional kami melaksanakan sangat efektif tanpa ada yang merasa terbebani baik guru maupun siswa dan orang tua. toleransi beragama juga sangat kondusif terjaga harmonis

 

 

5.     Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?

Tanggapan:

Pertama, Warga sekolah berasal dari berbagai suku dan daerah.

Kedua, Adat, budaya dan kebiasaan masyrakat sangat plural, sehingga perlu adanya komunikasi yang sangat baik.

Ketiga, perbedaan agama dan implementasinya di sekolah

6.     Apakah Anda memiliki sebuah tatakelola atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan?

Tanggapan:

Tahapan yang saya lakukan  dalam menyelesaikan masalah, pertama analisa masalah dan dilanjutkan penyelesaian di tempat. tidak menunda penyelesaian masalah.

7.     Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?

Tanggapan:

Sekolah berada dalam Yayasan Eka Tjipta Foundation yang memiliki kebijakan final dan keberadaan sekolah berada dalam lingkungan manajemen perkebunan sawit. sehingga sangat membantu dalam pengambilan keputusan. yang tentunya kedua hal tersebut adalah faktor akhir dalam mempermudah penyelesaian masalah. yang utama adalah kesadaran dari siswa dan bapak ibu guru.

8.     Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?

Tanggapan:

Penyelesaian masalah memiliki prosedur, tahapan dan keputusan. selain itu setiap masalah memiliki karakter berbeda-beda sehingga memiliki tatacara penyelesaian yang berbeda juga.

 

 

 

 

 

 

 

Refleksi Wawancara

1. Hal-hal menarik apa yang muncul dari wawancara tersebut, pertanyaan-pertanyaan mengganjal apa yang masih ada dari hasil wawancara bila dibandingkan dengan hal-hal yang Anda pelajari seperti 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian, apa yang Anda dapatkan?

Sesuai hasil wawancara yang saya lakukan, para kepala sekolah tersebut melakukan pengambilan keputusan dengan :

- Melakukan identifikasi masalah

- Melakukan diskusi dan komunikasi dengan unsur-unsur yang ada di sekolah terutama dengan pihak-pihak yang terlibat langsung

- Membuat keputusan yang berpihak pada siswa, bijaksana, bertanggung jawab, memaksimalkan potensi positif dan meminimalisir potensi negative.

Hal-hal yang telah dilakukan oleh masing-masing kepala sekolah tersebut menurut saya telah sesuai dengan teori yang saya pelajari di modul 3.1. tentang pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajjikan, dengan menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan, namun tidan semua langkah dilakukan secara runut dan ada langkah yang tidak dilakukan, seperti pengujian benar atau salah maupun Investigasi Opsi Trilema.

2. Bagaimana hasil wawancara antara 2-3 pimpinan yang Anda wawancarai, adakah sebuah persamaan, atau perbedaan. Kira-kira ada yang menonjol dari salah satu pimpinan tersebut, mengapa, apa yang membedakan?

Berdasarkan hasil wawancara ada beberapa persamaan :

- Melakukan identifikasi masalah, mengumpulkan fakta-fakta

- Melakukan diskusi dan komunikasi dengan berbagai pihak terutama yang terlibat dalam masalah

Perbedaan dari kedua kepala sekolah dalam mengambil keputusan :

- Kepala sekolah pertama sudah melakukan hampir semua 9 langkah dalam pengambilan keputusan, membuat keputusan yang berpusat kepada siswa dan bertanggungjawab

- Kepala sekolah kedua dan ketiga lebih mengedepankan diskusi, komunikasi dan koordinasi dengan unsur-unsur sekolah dan pihak-pihak yang terlibat dalam masalah.

Menurut saya yang lebih menonjol dalam membuat keputusan sesuai langkah-langkah pengambilan keputusan dalam teori di modul 3.1 adalah kepala sekolah pertama.

3. Apa rencana ke depan para pimpinan dalam menjalani pengambilan keputusan yang mengandung unsur dilema etika? Bagaimana mereka bisa mengukur efektivitas pengambilan keputusan mereka?

Rencana kedepannya para pimpinan tersebut jika menghadapi permasalahan dilemma etika ataupun bujukan moral akan melakaukan tahapan-tahapan pengambilan keputusan sesuai dengan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dengan lebih lengkap termasuk pengujian dan investigasi opsi trilemma. Cara mengukur efektivitas pengambilan keputusan adalah dengan melakukan pengujian benar-salah, melakukan refleksi atas keputusan yang telah dibuat, serta meminta saran dan masukan dari pihak lain yang terkait dalam pengambilan keputusan tersebut.

4. Bagaimana Anda sendiri akan menerapkan pengambilan keputusan dilema etika pada lingkungan Anda, pada murid-murid Anda, dan pada kolega guru-guru Anda yang lain? Kapan Anda akan menerapkannya?

Saya akan menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan dalam setiap permasalah dilema etika baik ketika berhadapan dengan masalah murid maupun ketika ada kolega guru yang menemui masalah dilemma etika saya akan menawarkan mereka untuk mengambil keputusan sesuai 9 langkah pengambilan dan keputusan yang telah saya pelajari.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku Suka Blog Anda