11 Juli 2025

Pengertian 8 Dimensi Lulusan dalam pembelajaran mendalam


Dalam konteks pendidikan di Indonesia, khususnya yang mengadopsi pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), terdapat 8 dimensi profil lulusan yang menjadi fokus utama. Dimensi-dimensi ini bertujuan untuk membentuk peserta didik menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan mampu berkontribusi positif di masyarakat.
8 Dimensi Profil Lulusan dalam Pembelajaran Mendalam
Berikut adalah penjelasan mengenai kedelapan dimensi tersebut:
 1. Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
   Dimensi ini menekankan pentingnya nilai spiritual sebagai fondasi moral dan etika peserta didik. Lulusan diharapkan memiliki keyakinan teguh terhadap Tuhan YME, menghayati nilai-nilai agama, dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari melalui perilaku berakhlak mulia seperti kejujuran, kasih sayang, dan tanggung jawab.
 2. Kewargaan
   Lulusan diharapkan memiliki rasa cinta tanah air, menghargai keberagaman budaya, serta mematuhi aturan dan norma sosial. Mereka juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni.
 3. Penalaran Kritis
   Dimensi ini fokus pada kemampuan lulusan untuk berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi. Mereka mampu mengidentifikasi masalah, menganalisis data, dan membuat keputusan yang berbasis bukti.
 4. Kreativitas
   Lulusan diharapkan mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi. Mereka dapat menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat, serta menunjukkan perilaku produktif dan inovatif dalam berbagai konteks.
 5. Kolaborasi
   Dimensi ini menekankan kemampuan lulusan untuk bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama. Mereka mampu berbagi peran dan tanggung jawab, serta menghargai perbedaan pandangan dalam tim.
 6. Kemandirian
   Lulusan diharapkan mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri. Mereka menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung berlebihan pada orang lain.
 7. Kesehatan
   Dimensi ini mencakup aspek fisik dan mental. Lulusan diharapkan memiliki fisik yang prima, bugar, dan mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being).
 8. Komunikasi
   Lulusan diharapkan memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi (untuk refleksi diri) dan antarpribadi (untuk berinteraksi dengan orang lain). Mereka mampu menyampaikan ide, gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan secara jelas dan efektif dalam berbagai situasi.
Kedelapan dimensi ini menjadi target utama dalam implementasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di lembaga pendidikan, khususnya di Indonesia. Tujuannya adalah untuk menciptakan generasi yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan hidup esensial dan karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.

Barcelona vs Inter Milan Head To Head:

Barcelona vs Inter Milan Head To Head:



https://makassar.tribunnews.com/2025/05/05/inter-milan-vs-barcelona-final-sebelum-final

✅1959: Barcelona 4-0 Inter Milan 
           Inter Milan 2-4 Barcelona 

✅1970: Barcelona 0-1 Inter Milan
           Inter Milan 1-1 FC Barcelona 

✅2003: Barcelona 3-0 Inter Milan 
                Inter Milan 0-0 FC Barcelona 

✅2009: Inter Milan 0-2 FC Barcelona.
                Barcelona 0-0 Inter Milan. 

✅2010: Inter Milan 3-1 FC Barcelona.
              FC Barcelona 1-0 Inter Milan.

✅2018: FC Barcelona 2-0 Inter Milan.
                Inter Milan 1-1 FC Barcelona.

✅2019: FC Barcelona 2-1 Inter Milan.
               Inter Milan 1-2 FC Barcelona. 

✅2022: Inter Milan 1-0 FC Barcelona.
                 FC Barcelona 3-3 Inter Milan.

⏳2025 FC Barcelona 3-3 Inter Milan.
              Inter Milan 3-4 FC Barcelona.
               

Prediksi Berapa ya kira-kira? 😁

29 Mei 2025

Dalang Muda Generasi Z

 

Sumber: https://katakutip.com/sedekah-bumi-kelurahan-leteh-perdana-usai-puluhan-tahun-vakum/2/

Ki Wangsit Winursito adalah seorang dalang muda yang berasal dari generasi Z dan terkenal karena inovasinya dalam pementasan wayang kulitKi Wangsit, yang masih berusia 20-an, telah menarik perhatian publik karena pendekatan modern yang ia sisipkan dalam pementasan wayang tradisional. 

Berikut adalah beberapa poin penting tentang Ki Wangsit Winursito: Dalang Muda Generasi Z:

  • Ki Wangsit merupakan salah satu dalang muda yang masih jarang ditemui dalam dunia pedalangan tradisional.
  • Inovasi dalam Pementasan:
    Ki Wangsit dikenal karena kreativitasnya dalam menyisipkan unsur modern dalam pementasan wayang kulit, seperti memasukkan karakter "Anomali Brainrot" dan tokoh "Tung Tung Tung Sahur" dalam pementasan.
  • Bagian dari Sanggar Seni Cakraningrat:
    Ki Wangsit merupakan bagian dari Sanggar Seni Cakraningrat yang diasuh oleh ayahnya, Ki Sigid Ariyanto.
  • Pementasan di Haul Eyang Djoego:
    Ki Wangsit pernah mempraktekkan pementasan wayang kulit dalam acara Haul Eyang Djoego ke-155, yang menarik perhatian banyak orang. Pementasan ini juga menampilkan inovasi seperti memasukkan tokoh "Tung Tung Tung Sahur" dan pasukan "Anomali" dalam pewayangan, yang membuat penonton tertawa dan terhibur. Berikut Vidio Penampilannya di Youtube di Link : Sumber Youtube

  • Sumber : https://www.google.com/search?q=Ki+Wangsit+Winursito&oq=Ki+Wangsit+Winursito&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOTIGCAEQRRg90gEHMjUzajBqNKgCALACAQ&sourceid=chrome&ie=UTF-8&safe=active&ssui=on

13 Mei 2025

Irigasi Otomatis

Di Desa Sungai Andai, tepi Sungai Mimpi, Provinsi Fiksi, Tama bergelut dengan kabel-kabel di teras rumahnya.  Aroma solder dan tanah basah bercampur.  Arif, anak nelayan, datang sambil menyeka keringat.
 
"Tama, lagi ngapain? Kayak lagi perang sama gurita listrik aja, berdebu gitu!" Arif tertawa, melihat Intan yang rambutnya kusut dan wajahnya berlumuran debu.  Suara riuh pasar terapung terdengar samar.
 
Tama tersenyum, tapi matanya menunjukkan keraguan. "Hampir jadi, Rif! Radio kakek mau nyala lagi! Tapi... aku nggak yakin bisa.  Rasanya terlalu sulit."  Keraguannya tersirat dalam suaranya.
 
Budi, anak pedagang kain batik, muncul. "Tam, mending bantu Ibu. Uang lebih penting daripada radio tua itu.  Lagian, bahaya juga tuh kabel-kabel!  Ibu bilang, belajar jahit lebih bermanfaat.  Lebih pasti masa depannya."  Budi menyentil langsung kelemahan Tama: kurangnya keyakinan akan masa depan.
 
Caca, seniman desa, datang sambil membawa buku sketsanya. "Iya, Tam. Lebih baik kau lukis pemandangan Sungai Mimpi. Lebih menenangkan daripada berurusan dengan kabel-kabel itu.  Lihat, ini sketsa terbaru aku, perahu-perahu nelayan di pagi hari.  Lebih bermakna, lebih nyata hasilnya."  Caca menyoroti ketidakpastian hasil usaha Tama.
 
Tama menghela napas, suaranya bergetar. "Ini bukan cuma radio, guys. Ini tentang belajar teknologi.  Bayangkan, kita bisa bikin sesuatu yang berguna buat desa kita!  Apalagi saat musim kemarau, sawah kita sering kekeringan.  Tapi... aku merasa bodoh.  Aku takut gagal.  Aku nggak secerdas teman-teman."  Keraguannya bukan sekadar keraguan, tapi perasaan tidak mampu.
 
Arif, yang selalu haus tantangan,  "Contohnya apa, Tam? Kita kan desa nelayan, bukan desa teknologi.  Tapi, kalau kau nggak percaya diri, bagaimana kau bisa berhasil?  Semua orang pernah merasa bodoh di awal, Tam."
 
Tama,  "Sistem irigasi otomatis! Hemat air dan tenaga!  Tapi... aku belum pernah membuat sesuatu yang sebesar itu.  Bagaimana kalau aku salah?  Bagaimana kalau aku mengecewakan Pak Surya?  Bagaimana kalau semua orang menertawakan aku?"  Rasa takutnya semakin nyata,  takut gagal, takut mengecewakan, dan takut dihina.
 
Budi,  "Wah, ide bagus! Tapi butuh biaya dan komponen. Aku bisa bantu cari sponsor, tapi kita butuh proposal yang meyakinkan. Kita harus tunjukkan untungnya buat desa kita.  Tapi, kalau kau sendiri nggak yakin, bagaimana kita bisa meyakinkan mereka?"
 
Caca,  "Serahkan padaku! Aku akan buat presentasi yang menarik! Kita akan tunjukkan bahwa teknologi bisa bikin desa kita lebih maju dan indah!  Tapi, kalau kau sendiri nggak percaya diri, bagaimana kita bisa meyakinkan orang lain?  Kita butuh pemimpin yang percaya diri, Tam."
 
Setelah belajar dari Pak Surya, keraguan Tama semakin mengguncang.  Mereka, dengan latar belakang berbeda, bersatu dengan tujuan yang sama: memajukan Desa Sungai Mimpi.  Namun, konflik internal Tama yang dalam, rasa takut gagal dan tidak mampu, menjadi hambatan terbesar.  Aroma sungai, pasar terapung, dan semangat mereka bercampur menjadi satu, namun dibayangi oleh keraguan dan rasa tidak percaya diri Tama yang begitu nyata. Bersambung... 

11 Mei 2025

Wawancara Pau CubarsΓ­ setelah pertandingan melawan Borussia Dortmund

Sumber: https://www.fcbarcelona.es/es/futbol/primer-equipo/noticias/3936572/pau-cubarsi-vivo-en-un-autentico-sueno

Wawancara Pau CubarsΓ­ setelah pertandingan melawan Borussia Dortmund ⤵️⤵️

Pau Cubarsi: "Saya pikir segalanya tidak berjalan sesuai rencana. Namun di kandang, kami merasa sudah waktunya untuk mencoba menang dan meraih hasil yang besar. Kami lebih tenang di kandang, dan dengan lolos, kami sangat senang. Sekarang kami sudah di sana, dan kami akan bermain di semifinal."

Apakah Anda menderita?

Cubarsi: "Ya, sejujurnya, kami sangat menderita, terutama saat kami diserang. Namun kami adalah keluarga, dan kami mampu bertahan."

Kekalahan pertama di tahun 2025. Itu pasti terjadi, bukan?

Cubarsi: "Benar, itu harus terjadi di suatu titik, dan jika itu harus terjadi, mungkin hari ini akan lebih baik. Tentu saja ada ruang untuk mengkritik diri sendiri, tetapi ruang ganti secara umum merasa puas."

End.

03 Mei 2025

WAWANCARA LAMINE YAMAL BERSAMA CBS Sports Golazo

πŸ—£️πŸŽ™️ WAWANCARA LAMINE YAMAL BERSAMA CBS Sports Golazo SETELAH PERTANDINGAN LEG PERTAMA SEMIFINAL UCL KONTRA INTER MILAN :
THIERRY HENRY ;
".Lamine, malam ini kamu menunjukkan performa luar biasa. Golmu membawa Barcelona kembali ke permainan. Bagaimana perasaanmu setelah pertandingan ini?."

LAMINE YAMAL ;
".Terima kasih, Thierry. Saya merasa bangga bisa membantu tim. Pertandingan ini sangat sulit, tetapi kami menunjukkan karakter untuk bangkit dari ketertinggalan. Saya senang bisa mencetak gol dan berkontribusi untuk tim."

THIERRY HENRY ;
".Kamu baru berusia 17 tahun, tetapi bermain dengan kedewasaan luar biasa. Apa rahasia di balik ketenanganmu di lapangan?."

Lamine Yamal ;
".Saya selalu mencoba untuk tetap fokus dan menikmati permainan. Pelatih dan rekan-rekan setim banyak membantu saya. Saya belajar dari setiap pertandingan dan berusaha memberikan yang terbaik."

THIERRY HENRY ;
".Beberapa orang membandingkanmu dengan Leo Messi. Bagaimana kamu menanggapi perbandingan tersebut?."

LAMINE YAMAL ;
".Messi adalah legenda dan idola saya. Saya merasa terhormat dibandingkan dengannya, tetapi saya tahu bahwa saya masih harus banyak belajar dan berkembang. Saya ingin menulis cerita saya sendiri di Barcelona."πŸ‡ͺπŸ‡¦πŸ‡ͺπŸ‡¦πŸ‡ͺπŸ‡¦πŸ‡ͺπŸ‡¦πŸ‡ͺπŸ‡¦πŸ‡ͺπŸ‡¦

17 Desember 2024

Sejarah kelapa sawit (Elaeis guineensis) di Indonesia

Sejarah kelapa sawit (Elaeis guineensis) di Indonesia berawal pada tahun 1848, ketika orang Belanda membawa empat biji kelapa sawit dari Bourbon, Mauritius, dan Hortus Botanicus, Amsterdam, Belanda. Keempat biji kelapa sawit itu kemudian ditanam di Kebun Raya Bogor dan ternyata berhasil tumbuh dengan subur. Setelah berbuah, biji-biji dari induk kelapa sawit tersebut disebar ke Sumatra.

Kelapa sawit (Elaeis guineensis) bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini merupakan tanaman asli dari Afrika Barat dan Afrika Tengah.[1] Di Indonesia, sejarah kelapa sawit berawal dari empat biji kelapa sawit yang dibawa oleh Dr. D. T. Pryce,[2] masing-masing dua benih dari Bourbon, Mauritius dan dua benih lainnya berasal dari Hortus Botanicus,[3] Amsterdam, Belanda, pada tahun 1848.

Empat biji kelapa sawit tersebut kemudian ditanam di Kebun Raya Bogor yang ketika itu dipimpin oleh Johanes Elyas Teysman dan berhasil tumbuh dengan subur.[5] Di Kebon Raya Bogor, pohon kelapa sawit tersebut tumbuh tinggi dengan ketinggian 12 meter dan menjadi pohon kelapa sawit tertua di Asia Tenggara.[6] Namun, pada 15 Oktober 1989, induk pohon kelapa sawit itu mati.

Pada tahun 1853 atau lima tahun setelah ditanam, pohon kelapa sawit di Kebon Raya Bogor menghasilkan buah. Biji-biji kelapa sawit itu kemudian disebar secara gratis, termasuk dibawa ke Sumatra pada tahun 1875,[1] untuk menjadi tanaman hias di pinggir jalan.[3] Tidak disangka, ternyata kelapa sawit tumbuh subur di Deli, Sumatera Utara, pada tahun 1870-an, sehingga bibit-bibit kelapa sawit dari daerah ini terkenal dengan nama kelapa sawit "Deli Dura".[6]

Semula, orang-orang Belanda tidak terlalu menaruh perhatian besar terhadap kelapa sawit. Mereka lebih mengenal minyak kelapa. Namun, revolusi industri (1750–1850) yang terjadi di Eropa, mendorong terjadinya lonjakan permintaan terhadap minyak. Hal ini mendorong pemerintahan Hindia Belanda mencoba melakukan penanaman kelapa sawit di beberapa tempat. Percobaan penanaman kelapa sawit pertama kali dilakukan di Karesidenan Banyumas antara tahun 1856 hingga 1870, namun tidak menghasilkan minyak yang baik meski berbuah empat tahun lebih cepat dibandingkan di Afrika yang membutuhkan waktu 6–7 tahun. Selanjutnya, percobaan penanaman kedua dilakukan pemerintahan Hindia Belanda di Palembang, di Muara Enim tahun 1869, Musi Ulu tahun 1870, dan Belitung tahun 1890. Namun, hasilnya masih kurang baik, karena cuaca di Palembang, yang tidak cocok. Hal yang sama juga terjadi di Banten, meski coba dilakukan perkebunan kelapa sawit pada tahun 1895.[3]

Kehadiran perusahaan-perusahaan perkebunan asing juga didorong oleh pemberlakuan UU Agraria (Agrarisch Wet) oleh pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1870. Undang-undang ini memberikan konsesi berupa hak guna usaha atau hak erfpacht kepada para pemodal asing.[7]

Perkebunan kelapa sawit berskala besar kemudian dibuka untuk pertama kalinya pada tahun 1911 oleh perusahaan yang didirikan oleh Adrien Hallet asal Belgia dan K. Schadt di Pantai Timur Sumatra (Deli) dan Sungai Liat, Aceh, melalui perusahaannya yang bernama Sungai Liput Cultuur Maatschappij,[3] dengan luas 5.123 hektare.[6]

Pada tahun 1911 tercatat ada tujuh perusahaan perkebunan kelapa sawit, yakni Onderneming Soengei Lipoet, Onderneming Kuala Simpang, N.V Moord Sumatra Rubber Maatschappij, Onderneming Soengei Ijoe, Tanjung Suemanto', Batang Ara, dan Mopoli, yang sebagian besar memiliki kebun-kebun karet. Di Aceh Timur pada tahun 1912 terdapat 18 konsesi perkebunan karet dan kelapa sawit dan kembali bertambah menjadi 20 perusahaan perkebunan pada tahun 1923, dengan rincian 12 adalah perusahaan perkebunan karet, tujuh perkebunan kelapa sawit dan satu perkebunan kelapa.[8]

Pada tahun 1910, organisasi perusahaan perkebunan bernama Algemene Vereneging voor Rubberpalnters ter Oostkus van Sumatera (AVROS), berdiri di Sumatera Utara dan Rantau Panjang, Kuala Selangor.[6] AVROS merupakan organisasi yang menaungi berbagai macam perusahaan perkebunan dengan didasari kepentingan yang sama, yakni menyikapi persoalan yang timbul, seperti kekurangan pekerja perkebunan, menjalin hubungan dengan sesama pengusaha dan komunikasi dengan pemerintah, dan permasalahan transportasi

Plantation Nord Sumatra (PNS Ltd) sebesar 60% dan Republik Indonesia sebesar 40%. Setelah itu, Socfindo baru kembali membuka lagi area perkebunan baru di Sumatera Utara, yakni di Bangun Bandar/Tanjung Maria dan Aek Loba/Padang Pulo (1970), Aek Pamienke (1979), dan Tanah Gambus/Lima Puluh (1982).[15] Kepemilikan saham tersebut kembali berubah menjadi PNS Ltd 90% dan Republik Indonesia sebesar 10% pada tahun 2001.[15]

PP London Sumatra Indonesia

sunting

Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia (dikenal dengan Lonsum) berdiri pada tahun 1906 oleh Harrisons & Crosfield Plc yang berbasis di London, Inggris. Meski sudah memiliki diversifikasi perkebunan tanaman karet, teh, dan kakao, Lonsum pada awal kemerdekaan masih mengkonsentrasikan lini bisnisnya pada tanaman karet, sedangkan kelapa sawit baru mulai produksi pada tahun 1980-an.[17]

Pada tahun 1994, Harrisons & Crosfield menjual 100% kepemilikan sahamnya di Lonsum kepada PT Pan London Sumatra Plantation. Indofood Agri Resources Ltd melalui PT Salim Ivomas Pratama kemudian menguasai Lonsum pada Oktober 2007

Bakrie Sumatera Plantations adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berdiri pada tahun 1911 dengan nama Naamlooze Vennootschap Hollandsch Amerikaansche Plantage Maatschappij, yang awalnya adalah perusahaan perkebunan karet. Pada tahun 1957, nama perusahaan berganti nama menjadi PT United States Rubber Sumatera Plantations setelah diakuisisi oleh Uniroyal Inc.[18]

Selanjutnya, pada tahun 1965, pemerintah Indonesia melakukan nasionalisasi terhadap PT United States Rubber Sumatera Plantations. Pada tahun 1985, nama perusahaan berganti menjadi PT Uniroyal Sumatera Plantations (UNSP) dan setahun kemudian sebanyak 75% saham perusahaan diakuisisi oleh PT Bakrie & Brothers. Nama perusahaan pun berganti nama menjadi PT United Sumatera Plantations dan tahun 1992 kembali berganti nama menjadi PT Bakrie Sumatera Plantations.[18]

Meski awalnya adalah perusahaan perkebunan karet, PT Bakrie Sumatera Plantations pada tahun 2019 hanya memiliki area kebun karet seluas 16.532 hektare di Sumatera Utara melalui PT BSP Kisaran, Bengkulu seluas 2.610 hektare melalui PT AMR, dan di Lampung seluas 3.331 hektare melalui PT HIM.[18]

Per September 2019, PT Bakrie Sumatera Plantations memiliki area perkebunan inti kelapa sawit yang telah ditanami seluas 43.262 hektare di Sumatera Utara melalui PT BSP Kisaran (9.924 hektare) dan PT GLP (7.626 hektare); di Sumatera Barat melalui PT BPP (8.820 hektare) dan PT CCI (1.965 hektare); di Jambi melalui PT AGW (4.387 hektare) dan PT SNP (6.111 hektare); dan di Kalimantan Selatan melalui PT MIB seluas 4.429 hektare. Adapun perkebunan plasma seluas 14.976 hektare, dengan rincian seluas 6.347 hektare di Sumatera Barat melalui PT BPP, 7.701 hektare di Jambi melalui PT AGW, dan 928 hektare di Jambi melalui PT SNP.[18]

Perusahaan memiliki lima pabrik pengolahan kelapa sawit, berkapasitas 225 metrik ton, masing-masing dua pabrik di Sumatera Utara, satu pabrik di Sumatera Barat, dan dua pabrik di Jambi. Selain itu ada lima pabrik pengolahan oleo chemical, yakni satu pabrik pengolahan Fatty Acid FSC berkapasitas 52.800 metrik ton per tahun di Tanjung Morawa, Sumatera Utara dan empat pabrik pengolahan fatty acid di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, yakni fatty acid I berkapasitas 99 ribu metrik ton/tahun, pabrik pengolahan fatty alcohol I berkapasitas 33 ribu metrik ton/tahun, pabrik pengolahan fatty acid II berkapasitas 82.500 metrik ton/tahun, dan pabrik pengolahan fatty alcohol II berkapasitas 99 ribu metrik ton/tahun.[18

#galerisawit

#seharahsawit

#TirtaKahyanganNirankara

#BerdaulatDalamIklim

#TataKlimatNusantara

#RekayasaCuacaTehnologi

#Camarwan

#BerdaulatCuaca

#TMCBerdaulatPangan&Energi

#TeamRekayasaCuaca

#IndonesiaCuacaBerdaulat

#TMCberbasisFlare

#PupukTopska

#PupukHigphos