Aplikasi Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia (Petualangan Detektif Pantun)

Detektif Pantun - SD Eka Tjipta Terawan

DETEKTIF PANTUN

Kelas 5 SD Eka Tjipta Terawan

🕵️‍♂️✨

Misi Detektif: Pecahkan Rahasia Pantun!

Halo detektif cilik! Sebelum kita menangkap pencuri rima di kota, mari kita pelajari dahulu petunjuk dan formula rahasia tentang Pantun agar misimu sukses besar!

Apa itu Pantun?

Pantun adalah jenis puisi lama asli Nusantara yang sangat terkenal. Dahulu, pantun diucapkan langsung dengan lisan, tapi sekarang banyak juga yang ditulis. Pantun digunakan untuk menyampaikan nasihat, menghibur, atau mendidik.

4 Rumus Rahasia Pantun

  • 1. Satu bait terdiri atas 4 baris.
  • 2. Tiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata.
  • 3. Baris 1 & 2 adalah Sampiran (pengantar saja). Baris 3 & 4 adalah Isi (pesan utama).
  • 4. Memiliki rima akhir bersilang a-b-a-b.

Bedah Anatomi Pantun

Baris 1: Ku-pas pi-sang de-ngan pi-sau (u) Sampiran (a)
Baris 2: Makan bersama di atas tikar (ar) Sampiran (b)
Baris 3: Janganlah kamu merasa risau (u) Isi (a)
Baris 4: Rajin belajar jadi pintar (ar) Isi (b)

Jenis-Jenis Pantun (Berdasarkan Isi)

💡 Pantun Nasihat

Berisi pesan moral, ajakan berbuat baik, serta nilai budi pekerti.

😂 Pantun Jenaka

Berisi hal lucu dan menarik untuk menghibur hati yang sedih.

❓ Pantun Teka-Teki

Berisi pertanyaan seru di bagian isi yang menuntut jawaban.

© 2026 SD Eka Tjipta Terawan. Dibuat dengan cinta untuk pembelajaran Bahasa Indonesia interaktif.

Analisis Dampak Teknologi Terhadap Siswa Studi Kasus: Siswa Kelas 5 (Usia 10-11 Tahun)

Infografis Penelitian: Dampak Teknologi Siswa Kelas 5
📚

Analisis Dampak Teknologi Terhadap Siswa

Studi Kasus: Siswa Kelas 5 (Usia 10-11 Tahun)

SD Eka Tjipta Terawan

📊 Profil Penggunaan Teknologi

📱

Akses Perangkat Pribadi

85%

Siswa memiliki akses ke smartphone atau tablet di luar jam sekolah.

⏱️

Rata-rata Durasi Layar

3.5 Jam

Per hari untuk kombinasi hiburan dan tugas sekolah digital.

🎮

Aktivitas Utama

60%

Waktu layar digunakan untuk media interaktif dan game edukasi.

1. Fokus & Konsentrasi

Penggunaan teknologi membawa tantangan ganda bagi siswa usia 10-11 tahun. Di satu sisi, elemen visual meningkatkan atensi, namun di sisi lain, notifikasi memecah konsentrasi (multitasking yang tidak efektif).

💡 Temuan: Siswa cenderung kehilangan fokus mendalam (deep work) akibat kebiasaan "scrolling" cepat.

2. Motivasi Belajar

Media pembelajaran berbasis teknologi sangat mempengaruhi motivasi intrinsik. Gamifikasi dan kuis interaktif terbukti menjadi pendorong utama semangat belajar dibandingkan metode konvensional.

🚀 Temuan: Elemen kompetisi sehat dalam platform digital meningkatkan partisipasi aktif hingga 78%.

3. Hasil Belajar (Kognitif)

Analisis perbandingan nilai rata-rata kelas 5 dalam tiga semester terakhir (sebelum dan sesudah integrasi teknologi intensif). Tren menunjukkan peningkatan signifikan pada mata pelajaran yang membutuhkan visualisasi ruang dan data.

Dampak Positif: Akses instan ke informasi kaya visual membuat konsep Sains dan Bahasa lebih mudah dicerna.
Dampak Negatif: Ketergantungan pada kalkulator digital berisiko melemahkan kemampuan algoritma dasar Matematika.

4. Dinamika Interaksi Sosial

Usia 10-11 tahun adalah masa krusial pembentukan empati. Teknologi mengubah lanskap interaksi, memindahkan sebagian besar komunikasi tatap muka ke dalam ruang digital, yang mempengaruhi kecerdasan emosional.

  • Kolaborasi Jarak Jauh Meningkat

    Siswa lebih terampil bekerja sama dalam dokumen bersama dan diskusi online.

  • Kepercayaan Diri Introvert

    Siswa pemalu cenderung lebih berani mengemukakan pendapat via teks tertulis.

  • Penurunan Literasi Emosi (Empati)

    Kurangnya interpretasi bahasa tubuh dan nada suara langsung memicu miskomunikasi.

  • Risiko Isolasi Fisik

    Penurunan waktu bermain di luar ruangan saat jam istirahat sekolah.

Kesimpulan & Rekomendasi Guru

🕒

Manajemen Waktu Layar

Terapkan aturan "Tech-Break" setiap 45 menit pembelajaran untuk mencegah kelelahan mata dan mengembalikan fokus konvensional.

🤽‍♂️

Keseimbangan Sosial

Perbanyak tugas proyek fisik berkelompok (offline) di sekolah untuk menjaga kemampuan membaca isyarat non-verbal dan empati.

🧠

Literasi Digital Kritis

Ajarkan siswa membedakan informasi valid vs hoaks, serta etika berkomunikasi digital yang sopan dan bertanggung jawab.

© 2026 Riset Pendidikan SD Eka Tjipta Terawan. Didesain untuk Analisis Perkembangan Siswa.

21 Oktober 2024

Media Pembelajaran Interaktif Materi Unsur Intrinsik dalam Cerita Bahasa Indonesia Fase C (5-6)

 Assalamualaikum bapak/ibu guru habat! salam sahabat pembatik.

Berikut kami sampaikan hasil praktik baik kami tentang MPI. Ini merupakan tugas yang kami buat untuk menyelesaikan tugas di Level 3. Terima kasih dan semoga bermanfaat untuk pembelajaran bagi bapak ibu guru terutama anak didik kita. 

Salam Sehat, Semangat, dan Bahagia.

Mari Berkunjung di PMM ya Bapak/Ibu!

https://guru.kemdikbud.go.id/profil/4r6YBRyXDz


Link Google Drive: 

Klik Disini



Refleksi Kegiatan Webinar "Teko-Dini (Teknologi Digital dan Inovasi): Webinar Pemanfaatan Teknologi Digital dan Inovasi dalam Pembelajaran"


Refleksi Model 4F

(Facts, Feelings, Findings, Future)

Pada kesempatan ini saya akan berbagi pengalaman refleksi terhadap kegiatan Webinar Tugas Pembatik Level 4 dengan Para sahabat Teknologi yang tergabung di grub 6 sesuai flyer dibawah ini! dengan menggunakan model 4 F(Facts, Feelings, Findings, and Future).

 


Terima Kasih Kami Ucapkan Kepada Ibu Hanna Kali Wakyumi, S.Pd.
Duta Teknologi Kalimantan Tengah Tahun 2019


 

1. FACT (PERISTIWA)

Pelaksanaan kegiatan webinar yang dimulai pada hari Senin, 21 Oktober 2024 mulai Pukul 14.39 WIB s.d 17.00 WIB ini alkhamdulillah berjalan dengan lancar, namun masih ada beberapa kendala terkait sinyal ya mungkin karena keberadan kami yang jauh-jauh. Terlebih saya sendiri saat pemaparan materi juga sinyal kurang lancar, terlebih lagi karena sinyal ditempat saya itu masih menggunakan penguat sinyal dari antena yang kami pasang dan ditangkap oleh repiter dan diterima dengan orbit. Semoga dikegiatan webinar berikutnya dapat mengikuti dengan baik.


2. FEELINGS (PERASAAN)

Perasaan yang utama adalah kekwatiran pada diri saya sendri, ini merupakan pengalaman pertama saya mengikuti kegiatan webinar dari kegiatan pembatik level 4 ini. Kedua, ini juga pengalaman pertama menjadi pemateri praktik baik secara daring pada kegiatan pembatik ini. Terlebih lagi apakah nanti penyampaian materi saya bisa jelas atau tidak. Nah, itu semua adalah kekwatiran yang paling saya alami. Namun, saya tetap bangga dan berterima kasih kepada seluruh sahabat satu grub yang selalu support satu dengan yang lainnya, tentunya kegiatan penyelenggaran webinar ini juga pertama bagi kita. Saya sangat senang bisa menyiapkan kegiatan webinar, karena kita bisa mempersiapkan ini dengan matang dengan membagi tugas seperti hasil diskusi yang kita lakukan 2 hari sebelum kegiatan.
Judul Webinar Teko-Dini (Teknologi Digital dan Inovasi): Webinar Pemanfaatan Teknologi Digital dan Inovasi dalam Pembelajaran.
Pembagian Tugas
1.Penanggung Jawab Membuat Absensi dan sertifikat : Ibu Tyas
2.Membuat Layer : Pak Susanto
3. Membuat Link untuk Webinar : minta dibuatkan penyelenggara
4. Host membuka acara : Ibu Geby
5. Moderator : Ibu Rizky
6.  Pemateri :
        1.Pembukaan : 10 Menit
        2.Teknis Penyampaian materi
                a.     Materi 1 : Ibu Geby  : Elemen MPI
                b.     Materi 2 : Pak Eka  : MPI - Hyperlink
                c.     Materi 3 : Ibu Tyas  : Game MPI
                d.     Materi 4 : Pak Jani  : SAC
                e.     Materi 5 : Ibu Rizky : Vidio Pembelajaran
                f.     Materi 6 : Pak Susanto : Vidio Pembelajaran
    CatatanDibuka sesi pertanyaan setelah penyampaian materi dengan dibatasi 5 pertanyaan.

3.      FINDINGS (PEMBELAJARAN)

        Alkhamdulillah banyak pembelajaran yang bisa saya dapatkan setelah mengikuti kegiatan webinar yang kami selenggarakan di kelompok 6 Sahabat Kalteng ini, saya  bisa belajar bagaimana memenegemen kegiatan webinar sesungguhnya. Intinya butuh kerjasama tim, dari proses persiapan, diskusi dan latihan sebelum pelaksanaan itu menjadi kunci kesuksesan dalam menyelenggaran kegiatan webinar.

4.      FUTURE (PENERAPAN)

        Penerapannya dalam kegiatan adalah bagaimana kegiatan berbagi ini dapat bermanfaat bagi orang lain dan tentunya bagi diri sendiri. Kegiatan berbagi praktik baik ini, kita saling berbagi bersama tentang pengalaman belajar mendesain pembelajaran yang menarik bagi siswa tentunya.
Semangat dan berani mencoba adalah kunci yang bisa saya biasa lakukan, semoga nantinya pengalaman yang saya dapatkan hari ini dapat menambah pengetahuan saya untuk dapat coba dan saya aplikasikan kepada anak didik saya yang berada di Sokolah.


Terima kasih bapak/ibu guru hebat semuanya. 
Salam sehat, semangat, dan bahagia selalu.

Berikut Link Webinar 





Berikut Dokumentasi kegiatan Webinar 

Terima Kasih Kami Ucapkan Kepada Ibu Hanna Kali Wakyumi, S.Pd.
Duta Teknologi Kalimantan Tengah Tahun 2019
















 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

19 Oktober 2024

Kuliah Umum Webinar Peserta Pembatik 2024

Kuliah Umum Webinar Peserta Pembatik 2024

    Pada Hari Sabtu yang cerah di tanggal 19 Oktober 2024, para peserta Program Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pembatik) mengikuti kuliah umum yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom Meeting. Acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan penting bagi mereka dalam memperdalam pemahaman tentang pengajaran berbasis teknologi bagi Para Guru yang lolos di level 4 .

    Saat jam menunjukkan pukul 13.00 WIB, para peserta sudah mulai bergabung di ruang virtual. Di layar laptop mereka, tampak senyum dan semangat terpancar dari wajah-wajah para guru yang tersebar dari berbagai penjuru Indonesia. Sebagian dari mereka bahkan memasang latar belakang bertema Inovasi pembelajaran digital dengan pemanfaatan AI untuk menambah semarak suasana webinar tersebut.

    Para pemateri menyampaikan materi sangat baik dan menginspirasi dari aksi-aksi dan karya yang mereka sampaikan. Webinar berlangsung dengan lancar, diiringi diskusi yang menarik. Para peserta saling berbagi pengalaman mereka melalui fitur chat, menciptakan suasana kolaboratif yang inspiratif. Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 17.00, menandakan sesi kuliah umum harus segera berakhir.

    Moderator menutup acara dengan mengingatkan peserta untuk memanfaatkan ilmu yang didapatkan dalam pembelajaran mereka di sekolah masing-masing. "Semoga materi hari ini bisa menjadi bekal berharga bagi Bapak dan Ibu guru untuk terus berinovasi dalam pengajaran. 

    Setelah Zoom Meeting berakhir, para peserta tampak puas dan terinspirasi. Mereka merasa siap untuk menerapkan pengetahuan yang baru saja mereka dapatkan, membawa pendidikan di Indonesia semakin maju melalui teknologi.

    Begitulah, melalui webinar ini, para guru peserta Pembatik 2024 belajar dan berbagi, semakin percaya diri untuk memanfaatkan teknologi dalam pengajaran, demi pendidikan yang lebih baik di masa depan.

Berikut dokumentasi 

Link webinar : Klik disini













17 Oktober 2024

Refleksi Kegiatan Kelas Sinkronus Pembatik Level 4

 Refleksi Kegiatan Kelas Sinkronus Pembatik Level 4



        Pada hari Kamis, 17 Oktober 2024, saya berkesempatan mengikuti kegiatan Kelas Sinkronus Pembatik Level 4 Kalimantan Tengah yang diselenggarakan melalui platform Google Meet dari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat berharga, terutama dalam memperdalam pemahaman tentang topik dan materi di level 4 yang ada 3 bab yang harus dipelajari.

    Selama kegiatan, narasumber menyampaikan materi dengan jelas dan interaktif, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti dan memahami setiap poin yang disampaikan. Diskusi yang terjadi selama sesi juga membuka wawasan baru bagi saya, terutama terkait implementasi teknologi dalam pembelajaran di sekolah dan pengimbasan berbagi praktik baik baik secara tatap muka atau tatap maya.

    Saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada narasumber dan fasilitator yang telah membagikan ilmu dan pengalaman mereka. Materi yang diberikan sangat inspiratif dan menambah motivasi untuk terus mengembangkan diri serta memanfaatkan TIK dalam proses pembelajaran.  

    Harapan saya ke depannya, semoga saya dapat menyelesaikan seluruh tugas dan kewajiban di Level 4 ini dengan baik. Saya juga berharap bisa menerapkan ilmu yang didapatkan dalam kegiatan ini untuk mendukung inovasi pembelajaran di lingkungan sekolah.  

Terima kasih atas kesempatan dan dukungan dalam kegiatan ini. Semoga seluruh peserta bisa mencapai hasil yang optimal dan membawa dampak positif bagi pendidikan.  


Salam hangat, dari saya

[Eka Rahmady Hardianto]  

Sahabat teknologi Kalimantan Tengah Tahun 2024


Dokumentasi kegiatan

















29 September 2024

Kisah Aminah dan Muhammad Kecil






Allahumma shalli alaa Muhammadinin 'abdika wa rosulika nabiyyil ummi wa'alaa aalihii wa sallim
-Kisah Aminah dan Muhammad Kecil-
Aminah binti Wahab adalah ibu dari Nabi Muhammad SAW, seorang wanita mulia dari suku Quraisy. Beliau menikah dengan Abdullah bin Abdul Muthalib, seorang pemuda yang berasal dari keluarga terhormat di Mekkah. Saat Aminah mengandung Nabi Muhammad, suaminya Abdullah meninggal dunia dalam perjalanan dagang ke Suriah. Walaupun kehilangan suami, Aminah tetap tegar dan melahirkan Muhammad dalam keadaan yatim. Nabi Muhammad dilahirkan pada 12 Rabiul Awal di Mekkah, dan sejak kecil diasuh oleh ibunya dengan penuh kasih sayang. Meskipun hidup dalam kesederhanaan, Aminah memberikan teladan yang baik dan menanamkan nilai-nilai kebaikan pada anaknya.
Saat Nabi Muhammad berusia sekitar enam tahun, Aminah memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Yatsrib (Madinah) bersama putranya untuk mengunjungi keluarga. Dalam perjalanan pulang, Aminah jatuh sakit dan meninggal di tempat yang bernama Abwa. Kepergian ibunya merupakan kehilangan besar bagi Nabi Muhammad yang saat itu masih sangat muda. Sepeninggal Aminah, Nabi diasuh oleh kakeknya Abdul Muthalib, kemudian oleh pamannya, Abu Thalib. Kisah Aminah menunjukkan betapa besar peran seorang ibu dalam membentuk karakter anak, terutama bagi Nabi Muhammad yang kelak menjadi Rasulullah dan membawa risalah Islam bagi umat manusia.

28 September 2024

Refleksi Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran

Perkenalkan

Saya Eka Rahmady Hardianto, S.Pd.

Kelas 47. Dari Kab. Seruyan_Prov. Kalimantan Tengah

Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran

Dalam perjalanan saya sebagai seorang pendidik, pemanfaatan teknologi telah menjadi bagian yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Beberapa platform teknologi yang telah saya gunakan antara lain Canva for Education, Google Sites, Wordwall, Kahoot, dan Google Classroom. Berikut refleksi saya terkait pengalaman dalam mengaplikasikan teknologi-teknologi ini:

1. Canva for Education

Canva for Education memberikan kesempatan bagi saya untuk menciptakan konten pembelajaran yang lebih menarik dan visual. Desain materi pembelajaran menjadi lebih interaktif, dengan infografis, presentasi, dan poster yang menarik perhatian siswa. Penggunaan Canva tidak hanya membantu saya dalam menyampaikan materi dengan lebih jelas, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk berkreasi dan mengembangkan keterampilan desain grafis mereka. Ini menjadi penting dalam era di mana literasi visual semakin dibutuhkan.

Pengembangan ke depan: Saya ingin mengeksplorasi fitur kolaborasi di Canva yang memungkinkan siswa bekerja sama dalam proyek desain, sehingga mereka bisa belajar bekerja dalam tim secara online.

2. Google Sites

Google Sites saya manfaatkan untuk membuat website kelas yang berfungsi sebagai pusat informasi bagi siswa dan orang tua. Dalam website ini, saya menyajikan materi pembelajaran, tugas, jadwal, serta pengumuman yang mudah diakses kapan saja oleh siswa. Penggunaan Google Sites meningkatkan transparansi dan komunikasi, memudahkan koordinasi, dan memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih terstruktur.

Pengembangan ke depan: Saya berencana untuk lebih memperkaya konten dalam Google Sites dengan integrasi video pembelajaran, kuis interaktif, serta forum diskusi, sehingga lebih banyak elemen pembelajaran digital yang dapat diakses siswa secara mandiri.

3. Wordwall

Wordwall menjadi alat yang sangat efektif untuk membuat kegiatan pembelajaran lebih menyenangkan melalui permainan edukatif. Dengan Wordwall, saya dapat membuat kuis, teka-teki, dan game interaktif yang memudahkan siswa dalam memahami konsep pembelajaran. Pengalaman saya menunjukkan bahwa Wordwall efektif meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa, terutama dalam sesi review materi sebelum ujian.

Pengembangan ke depan: Saya ingin lebih sering menggabungkan Wordwall dalam pembelajaran kolaboratif, di mana siswa dapat membuat permainan sendiri berdasarkan materi yang sudah dipelajari, sehingga mereka tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga kreator.

4. Kahoot

Kahoot menjadi salah satu platform favorit siswa untuk kuis interaktif. Fitur kompetisi yang ada di Kahoot menciptakan suasana pembelajaran yang seru dan dinamis, di mana siswa berlomba untuk mendapatkan skor tertinggi. Ini sangat membantu dalam mengukur pemahaman siswa secara cepat, serta memperkuat materi dengan cara yang menyenangkan.

Pengembangan ke depan: Saya ingin lebih sering menggunakan Kahoot sebagai alat evaluasi formatif dan memberikan umpan balik real-time kepada siswa. Selain itu, saya ingin mengajak siswa membuat pertanyaan Kahoot untuk teman-teman mereka, sehingga mereka terlibat lebih dalam dalam proses pembelajaran.

5. Google Classroom

Google Classroom telah menjadi platform utama saya dalam mengelola tugas, memberikan materi, dan berkomunikasi dengan siswa. Keunggulannya dalam menyederhanakan alur pengumpulan tugas, pemberian nilai, dan feedback memudahkan saya mengelola kelas secara efisien. Google Classroom juga memungkinkan saya untuk memberikan materi dalam berbagai format, seperti video, dokumen, atau link, yang memperkaya pengalaman belajar siswa.

Pengembangan ke depan: Saya berencana untuk lebih memaksimalkan fitur rubrik penilaian di Google Classroom, sehingga siswa bisa memahami kriteria penilaian tugas secara lebih jelas. Saya juga ingin meningkatkan kolaborasi antar siswa dengan fitur Google Drive yang terintegrasi untuk proyek kelompok.

Kesimpulan

Penggunaan berbagai teknologi ini telah memberi dampak positif dalam pembelajaran, baik dari segi peningkatan engagement siswa maupun efisiensi dalam manajemen kelas. Ke depan, saya akan terus mengeksplorasi potensi teknologi pendidikan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, inklusif, dan efektif. Melalui pemanfaatan teknologi ini, saya berharap dapat mengembangkan keterampilan siswa secara holistik, mempersiapkan mereka untuk dunia yang semakin digital.

Postingan terakhir yang saya buat link sebagai berikut

1.      https://wordwall.net/resource/78332238

2.      https://www.canva.com/design/DAGRqkIKnLQ/TZAtLkaTCPDAvgHUXEHebg/view?utm_content=DAGRqkIKnLQ&utm_campaign=designshare&utm_medium=link&utm_source=viewer

3.      https://sites.google.com/guru.sd.belajar.id/eka-rahmady-hardianto-s-pd/beranda

4.      https://classroom.google.com/c/NTY4MzQ2OTkxMDA1?cjc=ppamzl6



#   BLPTKemendikbudristek
#MerdekaBelajar
#PembaTIK2024
#SahabatTeknologiKemendikbudristek
#PlatformMerdekaMengajar