09 Oktober 2011

BAB I dan BAB II "JURNAL BELAJAR"



BAB I
PENDAHULUAN









BAB I
PENDAHULUAN

          Pertama-tama saya ucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat rahmat-Nya lah saya dapat menyelesaikan portofolio ini sekaligus tugas yang diberikan oleh Ibu Dr. Sri Endang Mugi Rahayu, M. pd. Dosen Pembina Mata Kuliah ini mengharapkan agar mahasiswa dapat beljar lebih aktif dan inovatif untuk membuat jurnal belajar pada setiap kali pertemuan membuat analisis kritis yang dipersentasikan didepan kelas maupun yang diberikan untuk menyusun portofolio pada akhir semester ini.
            Oleh karena itu, untuk memudahkan kita dalam mengingat materi-materi pelajaran pada mata kuliah ini, maka disusunlah sebuah portofolio yang didalamnya terdiri dari jurnal belajar yang mencakup materi-materi tentang filsafat ilmu.













                                                                                                                                               
BAB II
JURNAL BELAJAR






                                               



IDENTITAS


Nama                           : EKO HERISETYADI
NIM                            : ADA 109 165
No. Absen                   : 12
Tempat/Tgl. Lahir       : Bangun Harjo,01 September 1992
Jenis Kelamin              : Laki-laki
Fakultas                       : FKIP
Jurusan/prodi               : Ilmu pendidikan /PGSD
Jenjang                        : S-1
Alamat                        : jl. Sisingamangaraja II
No . Telp                     : 085651376712








JURNAL BELAJAR

Hari/Tanggal               : Selasa, 22 Maret 2011 
Penyaji                         : Ibu Dr. Sri Endang Mugi Rahayu, M. Pd
Materi                          :
             Menjelaskan tentang tugas portofolio dan menyampaikan langkah-langkah untuk membuat jurnal belajar.
Yang saya dapatkan pada hari ini yaitu :
1.      Dosen memperkenalkan diri,
2.      Mengumpulkan tugas makalah,
3.      Dosen menyampaikan informasi tentang pembuatan tugas portofolio,
4.      Adanya permainan yang dibimbing oleh dosen, dan
5.      Dosen mengabsen audien/ mahasiswa(i).

Komentar :
            Materi yang saya dapat hari ini adalah diawali dengan perkenalan. Saya dapat mengetahui bagaimana kepribadian Ibu Dr. Sri Endang Mugi Rahayu, M. pd. Saya menduga ibu ini orangnya pemarah, ternyata beliau orangnya ramah tamah. Penjelasan yang diberikan sangat baik, karna ibu menjelaskan dengan cara yang sangat menarik, adanya selingan dalam penjelasan yang disampaikan, yaitu adanya permainan  yang gunanya untuk menghilangkan rasa ngantuk pada audien sehingga situasi dalam belajar menjadi nyaman dan menyenangkan.
Kesimpulan :
Dosen memberikan penjelasan  tenteng tugas yang sudah diberikan  kepada audien dan menyampaikan tentang langkah-langkah pembuatan  jurnal belajar dan portofolio.
JURNAL BELAJAR

Kelompok 1 ( Cara Berfikir Kefilsafatan )
Penyaji            : 1. Finsa F
                          2. Ade viona
                          3. Frista H
Hari/tanggal    : Selasa, 05 April 2011

A.    Persentasi Materi
            Materi dijelaskan oleh saudari finsa dan di lanjutkan oleh saudari ade hingga selesai.

B.     Diskusi
1. Oni S ( 5 )
     Apabila seseorang berfikir ingin menyelesaikan suatu masalah, apakah itu disebut filsafat ?
2. Feri I ( 6 )
     Mengapa setiap orang mengatakan kata filsafat selalu dikatakan ruwet dan sulit, sedangkan filsafat itu banyak mamfaatnya ?
3. Ceria umami ( 18 )
     Berikan penjelasan serta contoh cara berfikir yang memiliki pengertian pendek, singkat dan padat serta contohnya ?
4. Fery Megalino ( 10 )
     Bagaimana caranya berfikir yang efektif sesuai kaidah-kaidah filsafat itu sendiri ?
5. Delina ( 17 )
     Metode berfikir yang  bagaimana yang sering digunakan oleh para filusuf ?
C.    Jawaban
1. Finsa
     Ya, karena filsafat itu memecahkan masalah yang tidak terpecahkan oleh ilmu-ilmu khusus.
2. Ade
     Sebagian orang ingin berfikir secara praktis dan tidak melihat dari mamfaatnya dan ad orang tertentu yang memiliki pendapat demikian.
3. Ade
     Pikiran kita dapat bekerja secara spontan, alami, dan dapat menyelesaikan fungsinya dengan baik, lebih- lebih dalam hal yang biasa sederhana dan jelas.         
4. Finsa
     Berfikir efektif adalah berfikir yang memberi dampak positif  dan negatif , atau sebab akibat yang kita lakukan.
5. Frista H
     Berfikir yang konsepsional mendasar sehingga menyentuh dengan yang ia Pikirkan ( berfikir secara logika ).

D.     Tanggapan
1. Friliana ( 17 )
     Menurutnya bahwa berfikir itu tidak dikatakan berfilsafat, tetapi tidak semua berfikir itu dikatakan berfilsafat.

E.     Komentar
          Dalam persantasi hari ini cukup baik, tetapi dalam penyampaian  materi terlalu lama dan kurang jelas dalam menjelaskan materi ( tersendat sendat ).

F.      Kesimpulan
         Ada  tiga ciri berfilsafat yaitu :
1. Berfikir secara radikal
2. Berfikir secara sistematis
3. B erfikir secara universal

JURNAL BELAJAR

Kelompok 3 ( Aliran Filsafat Rasionalisme Yang Berasal Dari Descartes )
Penyaji            : 1. Ermiwati
                          2. Enie
Hari/tanggal    : Selasa, 12 April 2011

A.    Persentasi Materi
          Materi disampaikan oleh saudari enie dan lanjutkan oleh saudari ermiwati sampai selesai.

B.     Diskusi 
1. Kresno susanto ( 10 )
     Coba  jelaskan apa kegunaan mempelajari filsafat rasionalisme ?
2. Melda ( 4 )
     “ Aku berfikr, bahwa aku ada “
     Apa maksud dari paham tersebut ?
3.  Finsa F ( 1 )
     Sebutkan metode-metode yang ditawarkan descartes guna menjawab persoalan-persoalan untuk menbangun filsafat baru ?
4. Fery Irawan ( 6 )
     “ Analisis sebagai terapi “
     Coba anda jelaskan analisis sebagai terapi itu bagaimana ?

C.    Jawaban
1. Ermiwati
     Agar kita dapat berfikir secara rasio atau  masuk akal.

2. Ermiwati
     Karena aliran rane descartes yaitu segala sesuatu dimulai dengan rasio, dan akal adalah alat dalam memperoleh pengetahuan yang benar. Akal adalah dasar pengetahuan.                                                                                     
3. Enie
a. Seorang filosuf harus hanya menerima suatu pengetahuan yang terang dan jelas.
b. Mengurai suatu masalah menjadi bagian-bagian kecil sesuai ap yang ingin kita cari.
c. Jika kita menemukan suatu gagasan sederhana yang kita anggap clear and distinct, kita harus merangkainya untuk menemukana kemungkinan luas dari gagasan tersebut.
d. Pada metode yang ke empat dilakukan pemeriksaan kembali terhadap pengetahuan yang telah diperoleh, agar dapat dibuktikan secara pasti bahwa pengetahuan tersebut adalah pengetahuan yang clear and distinct yang benar-banar tak memuat satu kekurangan pun.
4. Filsafat analitis ( yang disebut juga analitic pholoshopy dan linguistic philoshopy ) menyibukan diri dengan analisis bahasa dan analisis konsep-konsep.

D.    Tanggapan
Penjelasa dosen :
     Kebenaran itu berdasarkan rasionalisme, terkadang alat indra kita bisa menipu contohnya : sewaktu kita sakit, semua makanan yang kita makan terasa pahit dan minuman yang manis juga terasa pahit.
Fatamorgana yaitu sewaktu kita sedang berjalan dalam keadaan cuaca panas, pandangan kita jauh didepan seperti melihat adanya genangan air dijalan.




E.     Komentar
     Pada persentasi hari ini cukup baik, tetapi dalam menjelaskan materi tidak terlalu jelas dan kurangnya menguasai materi sehingga para audien tidak paham dan mengerti dengan penjelasan yang ada.

F.     Kesimpulan
     Hari ini saya mendapat pelajaran yang baru tentang betapa pentingnya berfikir secara rasionalisme, supaya kita tidak mudah untuk dibodohi atau tertipu oleh orang lain.
                                                                                                                                   



 
















Tugas :
            Rasionalisme adalah paham filsafat yang menyatakan bahwa akal ( reason ) alat terpenting untuk memperoleh pengetahuan. Menurut aliran rasionalis, suatu pengetahuan diperoleh dengan cara berfikir. Para tokoh aliran rasionalisme diantaranya adalah rane descartes ( 1596-1650 ), spinoza ( 1632-1677 ), dan laibniz ( 1646-1716 ). Aliran rasionalisme ada dua macam yaitu dalam bidang agama dan dalam bidang filsafat. Dalam bidang agama aliran rasionalisme adalah lawan dari autoritas dan biasanya digunakan untuk mengkritik ajaran agama. Sedangkan dalam bidang filsafat rasionalisme adalah lawan dari emperisme dan sering berguna dalam menyusun teori pengetahuan. Hanya saja emperisme mengatakan bahwa pengetahuan diperoleh dengan jalan mengetahui objek emperisme, maka rasionalisme mengajarkan bahwa pengetahuan diperoleh dengan cara berfikir, pengetahuan dari emperisme dinggap sering menyesatkan adapun alat berfikir adalah kaidah-kaidah yang logis. Descartes dianggap sebagai bapak filsafat modern, menurut bertrand russel, anggapan itu memang benar. Kata bapak diberikan kepada descartes karena dialah orang pertama pada zaman modern, yang membangun filsafat yang berdiri atas keyakinan diri sendiri yang dihasilkan oleh pengetahuan akliah, dan dialah orang pertama akhir abad pertengahan yang menyusun argumentasi yang kuat yang distinct, yang menyimpulkan bahwa dasar filsafat haruslah akal, buka perasaan, bukan iman, bukan ayat suci, dan bukan yang lainnya.







JURNAL BELAJAR

Kelompok 2 ( Teori Dan Pembentukan Teori )
Penyaji            : 1. Sriwati
                          2.Batari Irim-irim
Hari/tanggal    : Selasa, 19 April 2011

A.    Persentasi Materi
            Materi dijelaskan oleh saudari batari sampai selesai.

B.     Diskusi
1. Enie ( 3 )
     Coba jelaskan apa yang dimaksud dengan emperisme ?
2. Liberta ( 8 )
     Apa yang dimaksud dengan keyakinan penjara kebebasan pikiran suatu hal yang berbahaya ?
3. Mukri ( 10 )
     Apa contoh dari kebenaran manurut pandangan positivisme dan jelaskan ?
4. Kartika M S ( 13 )
     Apa yang dimaksud dengan paham prakmatis ?
5. Finsa F ( 1 )
     Apa yang dimaksud dengan premis dalam contoh logika deduktif ?

C.    Jawaban
1. Batari
     Paham yang berpendapat bahwa sumber utama penetahuan manusia adalah pengalaman panca indra.

3. Sriwati
     Kebenaran yang pernah dialami oleh panca indra ( emperis ), yang realistis dan memiliki fakta-fakta yang sebenarnya.
Contoh : ilmu yang mampu mencapai objek tivitas murni dan bersifat universal.
4.  Sriwati
     Yaitu makna atau ungkapan fakta realitas maupun putusan yang telah ada yang dijadikan haluan bagi kaum.
5. Fetria ( 11 )
Hubungan antara kesimpulan dan bukti atau bukti-bukti yang diberikan, premis disebut juga sebagai pernyataan-pernyataan.

D.    Tanggapan
1. Yulianti Q ( 18 )
Pragmatis adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar adalah apa saja yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan akibat-akibat yang bermamfaat secara praktis.
2. Ceria Umami ( 18 )
Emperisme merupakan salah satu aliran dalam filosof yang menekankan peranan pengalaman dalam memperoleh pengetahuan serta pengetahuan itu sendiri dan mengecilkan peranan akal.

E.     Komentar
     Dalam persentasi hari ini kurang baik, karena penyaji tidak bisa memamfaatkan waktu sebaik mungkin dan kurang menguasai materi dan dalam menjawab pertanyaan kurang dapat dipahami.

F.     Kesimpulan
     Dari diskusi hari ini saya mendapat pengetahuan yang baru tentang teori dan pembentukan teori, dan saya mendapat penjelasan tentang emperisme dan pragmatis walaupun tidak secra rinci.
JURNAL BELAJAR

Kelompok 4 ( Filsafat Yunani )
Penyaji            : 1. Melda
                          2. Lisa A. I . R
Hari/tanggal    : Selasa, 19 April 2011
A.    Persentasi Materi
            Materi disampaikan oleh saudari melda sampai selesai.

B.     Diskusi
1. Neri R ( 15 )
     Jelaskan maksud dari pernyataan “ tidak bergantung pada saya atau kita “
2. Hasna Dewi ( 8 )
     Yang dimaksud pemikiran yang maju, rasional, radikal itu seperti apa ?
3. Yeri Altin ( 17 )
     Jelaskan kenapa pada ajaran tales air disebut sebagai sebab utama dari segala yang ada ?
4. Pitri S ( 15 )
     Apa kelebihan dari tokoh filsafat alam anaximandros ?
5. Fery Irawan ( 6 )
     Mengapa para tokoh scorates dia dianggap merusak moral para pemuda, kenapa demikian ?

C.    Jawaban
1. Melda
     Adanya kebenaran yang bersifat objektif, kembali pada benda itu sendiri, ada suatu permasalahan bertanya pada masing-masing orang jelas berbeda, kembali ke objek itu sendiri.                                                                 
2. Melda
     Ingin mengetahui suatu hal yang lebih yang sedang berkembang pada masa masyarakat itu sendiri.
3. Melda
     Mendasarkan panca indra hanya pemikiran bumi terjadi karena adanya air. Apa yang terjadi dibumi oleh air.                                                                  
4.Lisa A I R
     Prinsip dasar tesebut bukan dari jenis alam pikiran anaximandros lebih puas, dari  pada tales.   
5. Melda
Karena scorates itu dituduh sebagai penyebar agama palsu yang ada pada masa itu dan akan merusak moral yang ada.

D.    Tanggapan

E.     Komentar
      Pada persentasi hari ini cukup baik, karena penjelasan dapat disampaikan dengan baik dan semua pertanyaan dapat dijawab dan di jelaskan dengan rinci. Tetapi kurangnya kerja sama dalam kelompok.

F.     Kesimpulan
     Dari hasil diskusi hari ini saya mendapatkan penjelasan dari materi filsafat yunani yaitu tentang adanya para tokoh-tokoh dari filsafat pra scorates atau filsafat alami, yang dimana penjelasan ini mengenai kehidupan para tokoh tersebut.





JURNAL BELAJAR

Kelompok 6 ( Filsafat Abad Pertengahan )
Penyaji            : 1. Eko Herisetyadi
                          2. Fery Irawan
Hari/tanggal    : Selasa, 27 April2011

A.    Persentasi Materi
            Materi disampaikan oleh rekan saya yaitu saudara fery dan dilanjutkan oleh saya sendiri sampai selesai.

B.     Diskusi
1. Kartika ( 13 )
     Jelaskan penyebab utama sehingga munculnya filsafat abad pertengahan ?
2. Nicolaus Eko Santoso ( 7 )
     Pada filsafat metafisika” tentang tidak mungkinnya tiada melahirkan ada “ jelaskan maksudnya ?
3. Rina S ( 15 )
     Mengapa pada massa abad pertengahan dikatakan sebagai massa yang menggiring manusia kedalam kehidupan yang picik atau panatik ?
4. Friliana (17 )
     Mengapa pengaruh antara filsafat yunani dengan agama kristen dikatakan seimbang sedangkan kepercayaan diantaranya berbeda, orang Al-gazali ?
5. Feri Megalino ( 10 )
     Kebenaran seperti apa yang dimaksud oleh al-gazali ?



C.    Jawaban
1. Fery I
     Penyebabnya yaitu adanya sikap ekstrim para pemuka agama nasrani didunia bara (eropa) 476-1492 M. pada massa ini, para pemuka agama nasrani (pihak gereja) membatasi aktivitas para filsuf.                              
                  2. Fery  I
                       Maksudnya adalah awal sesuatu itu tiada, kemidian muncul menjadi ada.
         Contoh : Bukit tangkiling, awal tidak ada dan menjadi ada. Gigi sewaktu kita masaih bayi itu tidak ada, tetapi sewaktu kita bertambah usia gigi itu mulai ada.
3.  Eko
     Karena pada masa ini ajaran gereja diterima secara membabi buta sehingga ilmu pengetahuan terhambat oleh karena itu dikatakan menggiring manusia kedalam kehidupan picik atau panatik.
      4. Fery I
           Ya’ benar, pengaruh antara filsafat yunani dengan agama kristen memeng seimbang, pada orang yunani bahwa dewa itu adalah pencipta mereka dan dapat dikatakan bahwa dewa adalah tuhan mereka, dan mereka pun melarang adanya penyembahan selain dewa. Misalnya saja pohon, batu dan patung. Begitu juga dengan halnya pada agama kristen.
      5. Fery I
           Maksud dari fikiran ini memang benar adanya dari suatu yang benar itu Al-gazali mencari dan meneliti apakah sesuatu yang benar itu betul-betul benar adanya sampai dia menentukan hasil yang paling benar.
D.    Tanggapan


1. Melda ( 4 )
     Filsafat yunani itu memang pada tuhan, tetapi karna tuhan tidak ad pada wujudnya jadi mereka menyembah patung, patung yang mereka sembah pun tidak perna berganti-ganti.
2. Nike R ( 16 )
     Contohnya : Dulu lampu tidak ada, tetapi karena adanya orang yang jenius sehingga lahirlah hasil penelitian yaitu sebuah lampu.
                                   
E.     Komentar
     Pada persentasi hari ini yang kami bawakan mendapat antosais dari temen-temen semua, semu pertanyaan pun dapat kami jawab dan jelaskan dengan baik, sehingga diskusi pada hari ini bisa berjalan dengan baik.

F.     Kesimpulan
     Dari diskusi hari ini yang kami sampaikan saya medapat pengetahuan yang lebih jauh tentang filsafat abad pertenaghan.










JURNAL BELAJAR

Kelompok 5 ( Filsafat Hindu )
Penyaji            : 1. Ony S
                          2. Misnawati
Hari/tanggal    : Selasa, 27 Apil 2011

A.    Persentasi Materi
            Materi di sampaikan oleh saudari ony dan dilanjutkan oleh rekannya yaitu saudari misnawati sampai selesai.

B.     Dikusi
1. Enie ( 3 )
     Mengapa filsafat bersifat emperis ?
2. Neri R ( 15 )
     Apa mamfaat mempelajari filsafat hindu ?
3. Finsa F ( 1 )
     Mengapa didunia barat agama dan filsafat itu tidak sama ?
4. Erla Y ( 8 )
     Apa yang dimaksud dengan rapewahyuannya ?
5. Eko H ( 6 )
     Coba anda jelaskan seberapa pentingnya filsafat hindu bagi manusia dan berikan contohnya ?





C.    Jawaban
1. Misnawati
     Karena filsafat dikatakan sebagai satu pemikiran- pemikiran yang jenius sehingga pemikiran tersebut dapat mengubah dunia yaitu dengan ide-ide atau gagasan-gagasannya yang cemerlang.
2. Misnawati
     Mamfaatnya  mempelajari filsafat hindu yaitu untuk mencapai apa yang paling mulia dari hidup ini serta menjadi inspirasi setiap orang hindu.
3. Ony
     Karena didunia barat agama dan filsafat ini dikatakan berlawanan atogonistik dan berlawanan satu sama lain.
4. Ony
     Yaitu mantra-mantra yang terdapat dalam kitab weda, yang berisi peraturan keagamaan.
5. Ony
     Tujuannya agar manusia menyadari bagaimana cara menghapus duka dan penderitaan dalam hidup ini.
Contohnya seperti kita menganut agama kita sendiri, seberapa besar kita menganut dan melaksanakan agama itu untuk kepentingan kita sendiri.

D.    Tanggapan
E.     Komentar
     Pada persentasi hari ini yang dibawakan oleh kelompok lima cukup baik, tetapi dalam menyampaikan materi terlalu sinkat dan susah untuk dipahami atau dimengerti.
F.     Kesimpulan
     Dari persentasi hri ini saya mendapat penjelasan tentang filsafat hindu yaitu tentang rapewahyuannya yang artinya mantra-mantra yang berbebtuk syair.


JURNAL BELAJAR

Judul               : UTS ( Ujian Tengah Semester )
Penyaji            : Ibu Dr. Sri Endang Mugi Rahayu, M.Pd
Hari/tanggal    : Selasa, 03 Mei  2011
SOAL             :
1.      Apa yang dimaksud dengan filsafat, mengapa filsafat dikatakan sebagai induk dari segala induk?
2.      Mengapa pada abad pertengahan dikatakan sebagai abad kegelapan? Jelaskan!
3.      Apa yang dimaksud dengan pengetahuan dan ilmu pengetahuan, masing-masing berikan contohnya?
4.      Orang yang berfilsafat adalah berfikir namun tidak semua berfikir adalah berfilsafat. Jelaskan berfikir adalah berfilsafat?
5.      Jelaskan tentang pendapat-pendapat para filusof yunani kuno tentang segala sesuatu dengan asal alam semesta? Menurut Tales, Anaximenes, Anaximandros, Herakleitos?
6.      Manfaat mempelajari filsafat?







JURNAL BELAJAR

Kelompok 7 ( Filsafat Modern )
Penyaji                  :1. Nikolas Eko Santoso
                               2. Rustam Efendi
                               3. Dedi H
Hari/tanggal          : Selasa, 10 Mei 2011

A.    Persentasi Materi
Materi disampaikan oleh saudara  Nicolaus sampai selesai.

B.     Diskusi
1. Eko H ( 6 )
     Pencerahan merupakan jembatan pemisah antara era kegelapan dan modern, mengapa bisa disebut demikian, jelaskan ?
2. Nike R (  16 )
     coba anda jelaskan hal-hal apa saja yang menyebabkan filsafat itu berkambang pesat di eropa ?
3. Liberta A ( 8 )
     Di halaman 5 lahirlahnya modernitasi. Apa yang dimaksud dengan kebenaran prespektif ?
4. Eka Dewi W ( 12 )
     Apa yang menyebabkan kaum agamawan gereja mempelajari filsafat sembunyi-sembunyi yang dimotori ibnu rasyd, mengapa demikian ?
5. Yeri A ( 17 )
     Mengapa pada jaman modern berbagai aliran filsafat muncul ?

C.    Jawaban
1. Nicolais 
     Karena, dikatan pada massa abad itu pencerah yang menyebabkan terpisahnya pembela era kegelapan dan era modern.
2. Rustam
     Dikarenakan filsafat di negri timur tidak mendapatkan tempat yang layak, bahkan memusuhinya juga tidak begitu apresiatif dalam perjalanannya, karena di negri arab pada massa itu berkembang pesat didominasi oleh kekuatan wahyu dan ilmu genostik.
3. Rustam
     Yaitu cara memandang suatu kebenaran.
4. Dedi
     Karena kalau tidak  seperti itu memahaminya, akan dikenakan sanksi yang tidak ringan, bahkan pada pengadilan inkuisisi atau berujung pada kematian.
5. Nicolaus
     Gagasan atau aliran filsafat modern yaitu
     a. Aviorisme
     b. Renaissance
     c. Humanisme
     d. Rane Descartes
     e. Spinoza

D.    Tanggapan

E.     Komentar  
     Dalam persentasi hari ini cukup baik, tetapi dalam menjelaskan materi dan menjelaskan jawaban terlalu singkat dan kurang jelas sehingga susah untuk dipahami.



F.     Kesimpulan
     Dari persentasi hari ini saya mendapat pengetahuan baru tentang filsafat modern, ternyata adanya perselisihan antara abad pertengaha dan modern.




























JURNAL BELAJAR

Kelompok 8 ( Filsafat Pancasila )
Penyaji            : 1. Hasna Dewi
                          2. Liberta A
                          3. Erla Y
Hari/tanggal    : Selasa, 10 Mei 2011

A.    Persentasi Materi
            Materi disampaikan oleh saudari hasna dan dilanjutkan oleh erla sampai selesai.

B.     Diskusi
1. Neri Rolina ( 15 )
     Bagaimana cara kita memahami menghayati dan mengamalkan pancasila dalam segi kehidupan, jelaskan dan berikan contohnya !
2. Fery Irawan ( 6 )
     Apa itu kristalisasi dari nilai-nilai yang dimiliki suatu bangsa, nilai-nilai yang bagaimana dalam kristalisasi tersebut ?
3. Frista H ( 1 )
     Coba anda jelaskan antara filsafat religius dan non religius ?
4. Natalia C. A ( 14 )
     Apa yang dimaksud dengan perkataan hargel tentang sintesa dan antitesa ?
5. Kartika ( 13 )
     Apa yang dimaksud dengan pancasila hararkis dan piramid ?


C.    Jawaban
1. Erla

2. Liberta
     Kristalisasi adalah nilai-nilai yang dimiliki suatu bangsa, kekayaan suatu bangsa yang perlu kembangkan.                                   
3. Erla Y
     Filsafat religius itu berarti bahwa filsafat pancasila dalam hal kebijaksanaan dan kebenaran, mengenal adanya kebenaran mutlak yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa dan sekaligus mengakui keterbatasan manusia termasuk kemampuan berfikirnya. Sedangkan non religius yaitu lebih tepatnya pada pemikiran individu manusia yang berdasarkan dari akal manusia itu sendiri dengan mempelajari ilmu-ilmu yang ada disekitarnya.
5. Liberta dan dilanjutkan oleh erla
     Yang dimaksud dengan pancasila hararkis adalah suatu susunan pancasila (berjenjang), sedangkan pacasila berbentuk piramid yaitu menggambarkan hirarki sila-sila pancasila dalam aturan-aturan luas (kuantitas) dan dalam hal isi sifatnya (kualitas).

D.    Tanggapan

E.     Komentar  
     Pada diskusi yang ke dua ini kurang baik, karena kurangnya mengusai materi, pertanyaan pun tidak dapat terjawab semua.

F.     Kesimpulan
     Dalam persentasi yang kedua ini saya tidak terlalu begitu jelas dengan penjelsan yang ada, disini saya hanya mendapat penjelasan tentang apa itu kristalisasi.
JURNAL BELAJAR

Kelompok 9 ( Apakah Pengetahuan Itu )
Penyaji            : 1. Ayonara
                          2. Linda H
Hari/tanggal    : Selasa, 24 Mei 2011

A.    Persentasi Materi
            Materi di sampaikan oleh saudri ayonara sampai selesai.

B.     Diskusi
1. Misnawati ( 5 )
     Di halaman 14. Coba anda jelaskan pengetahuan merupakan masukan bagi ilmu penetahuan ?
2. Enie ( 3 )
     Coba anda jelaskan apa perbedaan pengetahuan dengan ilmu ?
3. Fery Irawan ( 6 )
     Pengetahuan indrawi yang bersifat persial itu yang bagaimana ?
4. Mukri ( 10 )
     Apa contoh dari definisi metode induksi ?

C.    Jawaban
1. Ayonara
     Penetahuan itu segenap yang kita ketahui, jadi pengetahuan yang disusun sistematis, yang telah diteliti lebih lanjut dan teruji kebenarannya.



2. Linda
     Perbedaan antara pengetahuan dengan ilmu yaitu :
     Penetahuan adalah isi pikiran manusia dan juga wawasan.
     Ilmu adalah berupa pengetahua dan praktek bahasa.
3. Ayonara
     Yaitu pengetahuan yang diperoleh dari hasil pengalaman oleh panca indra yang bermacam-macam.                                                                 
4. Linda
     Difinisi ini memberika tempat adanya hepotesa sebagai ramalan akan hasil pengamatan yang akan datang. Contohnya seperti pabrik bangunan, laburaturium, pabrik dan pengetahuan.

D.    Tanggapan

E.     Komentar
     Dalam persentasi hari ini cukup baik, semua pertanyaan pun dapat dijawab semua dengan baik, tetapi kurangnya kerja sama tim.

F.     Kesimpulan
     Dari persentasi hari ini saya mendapat penjelasan tentang apa itu pengetahuan dan perbedaan antara pengetahua dengan ilmu.










JURNAL BELAJAR

Kelompok 10 ( Sikap Ilmuan )
Penyaji            : 1. Feri Megalino
                          2. Mukri
                          3. Kresno Susanto
Hari/tanggal    : Selasa, 24 Mei 2011

A.    Persentasi Materi
            Materi disampaikan oleh saudara fery dan dilanjutkan oleh rekannya yaitu kresno dan di selesaikan oleh mukri.

B.     Diskusi
1. Eko H ( 6 )
     Mengapa seorang ilmuan harus dapat menerima kritik dan saran dari orang lain dan apakah kritik dan saran tersebut itu bisa diterima oleh setiap ilmuan ?
2. Rustam E ( 7 )
     Apa mamfaat bagi kita mencontoh sikap ilmiah seorang ilmuan ?
3. Ony S ( 5 )
     Menurut anda sejauh mana peran penting seorang ilmuan dalam merubah peradaban manusia ?
4. Nike R ( 16 )
     Coba berikan contoh dari kebenaran tertinggi yang terjadi pada kebenran ilmiah ?
5. Pitri S ( 15 )
     Apa yang menjadi sifat dasar pengetahuan ilmu sehingga berbeda dari pengetahuan lainnya ?
C.    Jawaban
1. Mukri
     Menurut saya, seorang ilmuan pasti bisa menerima kritik dan saran dari orang lain dengan lapang dada, dengan adanya kritik dan saran yang bersifat membangun.
2. Kresno S
     Yaitu agar kita dapat berfikir kritis dalam menyikapi masalah, terampil dlam menyelesaikan masalah, tekun dan teliti dalam mengerjakan kegiatan, jujur dan bertanggung  jawab terhadap  kegiatan yang dilakukan serta terbuka atas kritik dan saran dari orang lain  serta toleran.
3. Fery M
     Banyak hal penting yang terjadi dapat dilihat dari berbagai hasil penemuan yang diciptakan oleh para ilmuan, salah satu contoh penemuan listrik oleh thomas alfa edison.
4. Mukri
     Percaya pada Nabi dan Rasulnya yang diperoleh dari maha pencipta melalui wahyunya.
5. Fery M
     Sifatnya yaitu :
     a. Rasional
                 b. Emperis
                       c. Umum
                       d. Tidak mutlak dan objektif

D.    Tanggapan



E.     Komentar
     Pada persentasi yang kedua ini cukup baik, adanya kerja sama kelompok yang baik serta penyampaian materi dan dalam menjawab pertanyaan dapat dipahami dan dimengerti.

F.     Kesimpulan
     Pada pesentasi yang kedua ini saya mendapat pengetahuan yang baru yaitu tentang sikap ilmuan, antara lain yaitu seorang ilmuan harus bisa menerima apa pun jenis kritik dan saran karena itu untuk kebaikan dirinya untuk intropeksi diri demi mendapat hasil yang baik atau yang memuaskan.
    

















JURNAL BELAJAR

Kelompok 11 ( Peranan Logika )
Penyaji            : 1. Fetria
                          2.  Yeni Oknovia
Hari/tangggal : Selasa, 31 Mei 2011

A.    Persentasi Materi
            Materi disampaikan oleh saudari fetria dan di lanjutkan oleh saudari yeni sampai selesai.

B.     Diskusi
1. Neri R ( 15 )
     Jelaskan maksud dari logika disebut dengan analitika dan dialitika ?
2. Yeri A ( 17 )
     Jelaskan dengan singkat peranan dari logika ?
3. Kresno S ( 10 )
     Sebutkan dan jelaskan hambatan/faktor-fasktor yang mempengaruhi kita sehingga tidak berfikir sesuia dengan logika ?
4. Natalia C. A ( 14 )
     Apa yang dimaksud dengan proposisi ?
5. Kartika Maya Sari ( 13 )
     Emanuel kant menemukan logika tradisional. Apa maksud logika tersebut dan jelaskan !




C.    Jawaban
1. Fetria
     Analitika yaitu yang secara khusus meneliti berbagai argumentasi yang berangkat dari proposisi yang benar. Contohnya saya adalah manusia, jadi tidak mungkin saya itu bukan manusia.                                                           Sedangkan Dealitika yaitu secara khusus meneliti argumentasi yang berangkat dari proposisi yang masih diragukan kebenarannya. Contohnya orang yang rajin belajar hidupnya akan sejahtera, tetapi banyak orang yang rajin bekerja hidupnya tidak sejahtera.
 2. Yeni
     Secara singkat logika berperan untuk memajukan, mengidentifikasi, menyelidiki, menerapkan, merumuskan, menyimpulkan dan mem,bimbing kita agar dapat berfikir lurus, tepat dan sehat dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
3. Fetria
     Kebiasaan, maksudnya jika kit mempunyai kebiasaan dan beberapa alsan untuk melakukan hal tersebut, maka kita akan tetap mempertahankannya. Contohnya kita terlalu malas untuk berfikir. Waktu, kita tidak mau berfikir terlalu lama sehingga tidak jarang, kita mengambilkeputusan yang salah. Banyakanya masalah dalam kehidupan sehari-hari, membuat kita menjadi bingung dan kita tidak dapat berfikir lurus. Takut gagal dan kritik dari orang lain.
4. Yeni
     Proposisi adalah suatu keputusan yang dipermasalahkan dalam filsafat logika adalah keputusan yang berhubungan dengan term-term yang terangkai dalam suatu kalimat.
5. Fetria
     Semua pengetahuan mulai dari pengalman namun tidak berarti semua dari pengalaman. Pengalaman tidak hanya sekedar warna, suara dan bu yang diterima oleh alat indra atau kemampuan ilmiah melainkan memiliki kemampuan agama dan moral.
D.    Tanggapan
1. Melda ( 4 )
     Tidak mungkin manusia itu tidak berfikir, karena mausia itu selalu berfikir setiap detik, menit dan jam.

E.     Komentar
     Pada persentasi hari ini cukup baik, semua pertanyan pun dapat dijwab semua dengan baik, danya kerja sama kelompok, tetapi  kurangnya penjelasa dalam menjawab.

F.     Kesimpulan
     Yang saya dapat pada persentasi hari ini, bahwa logika itu sangat berperan penting dalam kehidupan dan sejumlah ilmu pengetahuan, contohnya pada pelajara matematika.













JURNAL BELAJAR

Kelompok 12 ( Argumentasi Induktif  dan Dedukltif )
Penyaji            :1. Eka Dewi Wulandari
                         2. Novi Andriani
Hari/tanggal    : Selasa, 31 Mei 2011

A.    Persentasi Materi
            Materi disampaikan oleh saudari novi sampai selesai.

B.     Diskusi
1. Fery Megalino ( 10 )
     Dari halaman 8, apa yang dimaksudkan oleh archimedes tentang hal tersebut ?
2. Nike R ( 16 )
     Didalam paragraf induktif terdapat dua pernyataan-pernyataan khusus dan umum, coba anda jelaskan dari pernyataan umum dan klhusus itu ?
3. Delina ( 17 )
     Bagaimana argumen bsa dikatakan falid ?
4. Frista H ( 1 )
     Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis paragraf induktif ?
5. Monica D S ( 14 )
     Berfikir adalah berdialog dengan diri sendiri didalam batin contohnya seperti apa ?


C.    Jawaban
1. Eka
     Artinya adalah berat benda tersebut sama dengan jumlah air yang keluar pada saat benda itu dimasukan. Contonya gelas yang berisi air penuh kita masukkan benda, misalnya sebuh telor pada saat itu juga air akan tumpah/keluar dari gelas karena berat telor tersebut, jadi jumlah air yang tumpah apabila ditimbang beratnya akan sama dengan berat telor tersebut.
2. Eka
     Pernyataan khusus adalah suatu pemikiran-pemikiran yang memiliki satu makna saja atau sempit. Sedangkan pernyataan umum adalah suatu pemikiran-pemikiran yang lebih luas dan arti yang lebih banyak.
Contoh : pernyataan khusus
               Novi kuliah di UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
Contoh : pernyataan umum
               Novi merupakan salah satu mahasiswi PGSD.
3. Eka
     Suatu argumen dikatakan falid apabila kesimpulan yang terdapat pada argumen tersebut mempunyai kaitan dengan premis-premis sedemikian rupa, sehingga kesimpulan itu benar apabila premis-premis yang mendahuluinya juga benar.
4. Novi
     Jenis-jenis paragraf induktif ada 5 yaitu
a. Generalisasi yaitu pengelompokan pernyataan yang bersifat umum.
b. Analogi yaitu menyamakan (soalnya sama tetapi jawabannya berbeda).
c. Klasifikasi yaitu pengelompokan secara khusus.
d. Perbandingan yaitu membandingkan dua pernyataan.
e. Sebab akibat yaitu pernyataan yang berasal dari suatu sebab sehingga menjadi akibat.
5. Novi
     Contohnya misalkan monic mau jalan tatapi harinya mendung, maka akan terjadi dialog pada dirinya sendiri di dalam batin, mau jalan atau tidak (bimbang).

D.    Tanggapan

E.     Komentar
     Pada persentasi yang kedua ini cukup baik, semua pertanyaan dapat terjawab semua dan penjelasanya dapat dipahami dan dimengerti.

F.     Kesimpulan
     Yang saya dapatkan pada persentasi yang kedua ini, bahwa apabila suatu gelas berisi air penuh dan nantinya dimasukan sebuah benda maka air tersebut akan keluar atau tumpah dari gelas tersebut.




                




JURNAL BELAJAR

Kelompok 13 ( Kegunaan Pelajaran Filsafat )
Penyaji            : 1. Kartika
                          2. Kartika Maya Sari
Hari/tanggal    : Selasa, 07 Juni 2011

A.    Persentasi Materi
            Materi disampaikan oleh saudari kartika sampai srelesai.

B.     Dikusi
1. Misnawati ( 5 )
     Apa beda filsafat dengan ilmu-ilmu lain ?
2. Fery I ( 6 )
     Filsafat adalah ilmu istimewa, tolong jelaskan ?
3. Natalia C A ( 14 )
     Apa yang dimaksud dengan radikal dan integral ?
4. Liberta A ( 8 )
     Sebutkan dan jelaskan kegunaan mempelajari filsafat dalam kehidupan sehari-hari?
5. Ony S ( 5 )
     Coba anda jelaskan mengenai ciri berfikir filosofi ?

C.    Jawaban
1. Kartika
     Beda  filsafat dengan ilmu-ilmu lain yaitu filsafat yang menyelidiki membahas, serta memikirkan seluruh alam kenyataan, dan menyelidiki bagaimana hubungan kenyataan satu sama lain.
2. Kartika
     Yaitu mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa karena masalah-masalah tersebut diluar jangkauan ilmu pengetahuan biasa.                                                                 
3. Kartika M S
     Yang dimaksud dengan radikal dan integral yaitu hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami atau mendalami ilmu  pengetahuan.
4. Kartika
     Memberikan petunjuk dengan metode pemikiran, kreatif, dan penelitian penalaran supaya kita dapat menyerasikan antara logika, rasa, rasio, pengalaman sertamencapai pemenuhan kebutuhannya dalam usaha yang lebih lanjut.
5. Kartika M S
     Ciri berfikir filosofi yaitu berfikir dengan menggunakan disiplin yang tinggi, berfikir secara sistematis menyusun suatu skema konsepsi dan menyeluruh.

D.    Tanggapan

E.     Komentar
     Pada persentasi hari ini yang di bwakan oleh kelompok 13 cukup baik, semua pertanayan pun dapat dijawab semua dengan baik, tetapi terlalu singkatnya menjelsakan materi sehingga sulit untuk dimengerti dan di pahami.

F.     Kesimpulan
     Yang saya dapat pada persentasi hari ini dalam mempelajari filsafat yaitu karena seseorang mempunyai keinginan dan kebijaksanaanakan memiliki kemungkinan yang paling tepat dalam usahanya untuk mencapai kesejahteraan hidup, karena ia mempunyai wawasan yang tepat dan mendalam.

JURNAL BELAJAR

Kelompok 14 ( Pengetahuan dan Ilmu Pengetahuan )
Penyaji            : 1. Natalia C A
                          2. Monica D S
                          3. Ovy H
Hari/tanggal    : Selasa, 07 Juni 2011

A.    Persentasi Materi
            Materi di sajikan oleh saudari monica sampai selesai.

B.     Diskusi
1. Neri R ( 15 )
     Mengapa ilmu pengetahuan tidak menekankan penerapannya ?
2. Frista H ( 1 )
     Coba sebutkan dan jelaskan sumber utama yang menghasilkan pengetahuan manusia ?
3. Kresno S ( 10 )
     Coba anda jelaskan bagaimana hubungan antara akal sehat yang mengahasilkan perseptual dengan ilmu pengetahuan sebagai konseptual ?
4. Eko H ( 6 )
     Coba anda sebutkan dan jelaskan tingkatan pengetahuan yang dicapai dalam domain kognitif   ?
5. Ade V ( 1 )
     Apa saja jenis-jenis pengetahuan ?

C.    Jawaban
1. Natalia C A
Karena ilmu pengetahuan berorentasi pada kemampuannya dengan maksud untuk menghasilkan percobaan baru atau penelitian barudan pada gilirannya menghasilkan teori baru.
                                                                                               
2. Ovy H
     Sumber-sumber ilmu pengetahuan yaitu :
a. Emperisme, dimana pengetahuan didapat dari pengalaman langsung melalui pengindraan atau observasi.
b. Rasionalisme, pengetahuan yang didapat dari akal manusia.
c. Intuisi, dimana manusia mempunyai kemampuan khusus untuk mengetahui sesuatu yang tidak terikat kepada indra maupun penalaran.
d. Wahyu, pengetahuan yang disampaikan kepada manusia yang berasal dari tuhan.
3. Ovy H
Hubungannya yaitu akal sehat yang menghasilkan pengetahuan merupakan premis bagi pengetahuan eksperimental dimana pengetahuan merupakan masukan bagi ilmu pengetahuan.
4. Natalia C A
a. Tahu, sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya.
b. Memahami, sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterfrasikan materi tersebut secara benar.
c. Aplikasi, sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi yang sebenarnya.
5. Monica
     a. Pengetahuan biasa.
     b. Pengetahuan ilmu.
     c. Pengetahuan filsafat.
     d. Pengetahuan agama.
D.    Tanggapan

E.     Komentar
     Pada persentasi yang kedua iin cukup baik, pertanyaan dapat terjawab semua dengan baik, tetapi dalam menyajikan materi kurang jelas sehingga susah untuk dipahami dan dimengerti.
F.     Kesimpulan
     Pada persentasi yang kedua ini saya mendapatkan pengertian dari penetahuan yaitu berasal dari kata dalam bahasa inggris yaitu knowledge, dan ilmu dari ilmu pengetahuan yaitu merupakan pengetahuan yang diatur secara sistematis dan langkah-langkah pencapaiannya dipertanggung jawabkan secara teoristis.













JURNAL BELAJAR

Kelompok 15 ( ETIKTA )
Penyaji            : 1. Neri Rolina
                          2. Pitri Susanti
                          3. Rina Susilawati
Hari/tanggal    : Sabtu, 11 Juni 2011

A.    Persentasi Materi
            Materi disajikan oleh saudari pitri saampai selesai.

B.     Diskusi
1. Fery Irawan ( 6 )
     Etika tidak bersifat teknis melainkan bersifat relatif, jelaskan maksudnya ?
2. Fery Megalino ( 10 )
     Sebutkan contoh etiket yang menyangkut cara suatu perbuatan yang harus dilakukan oleh manusia ?
3. Yeni Oknovia ( 11 )
     Sebutkan unsur-unsur dalam bertingkah laku seorang manusia ?
4. Liberta A ( 8 )
     Mengapa agama sangat ideal dengan etika, jelaskan !
5. Munica D S ( 14 )
     Apakah etika dan ajaran moral berda di tingkat yang sama, jelaskan !




C.    Jawaban
1. Pitri S
     Maksudnya etika hanya menganalisis tema-tema pokok seperti hati nurani, kebebasan, hak seta kewajiban sambil melihat teori-teori etika masalalu untuk menyelidiki kekuatan dan kelemahan.
2. Pitri S
     Contohnya, misalkan anda menyerahkan sesuatu kepada orang lain, maka anda harus menggunakan tangan kanan, jika anda menggunakan tangan kiri maka anda tidak menghargai orang lain dan bisas disebut melanggar etika.
3. Neri R
a. Kehendak, yakni sesuatu yang mendorong apa yang ada didalam jiwa manusia.
b. Manivestasi dari klehendak, yakni cara-cara dalam  melaksanakan peraturan tersebut         
c. Perbuatan manusia tidak terjadi didalam ruang hampa melainkan sebuah perbuatan yang sadar dan dikehendaki untuk mencapai tujuan
4. Rina S
     Karena dalam agama ada tiga etika yang diajarkan, yaitu
a. Hubungan dengan manusia
b. Hubungan dengan alam
c. Hubungan dengan Tuhan
5. Neri R
     Etika adalah sebuah ilmu bukan sebuah ajaran,  jadi etika dan ajran moral tidak berbeda ditingkat yang sama, karena yang mengatakan bagaimana kita harus hidup bukan etika melainkan ajaran moral.

D.    Tanggapan

E.     Komentar
     Pada persentasi hari ini cukup baik, penyampaian materi bisa dapat di pahami dan pertanyaan dapat dijawab semua dengan baik.
F.     Kesimpulan
     Pada persentasi hari ini saya dapat pengetahuan yaitu tentang etika, bahwa setiap manusia haru mempunyai etika, karena etika sangat penting dalam kehidupan untuk saling menghargai satu sama lain.















JURNAL BELAJAR

Kelompok 16 ( ESTETIKA )
Penyaji            : 1. Angga H
                          2. Nike R
Hari/tanggal    : Sabtu, 11 Juni 2011

A.    Persentasi Materi
            Materin disampaikan eleh saudari nike sampai selesai.

B.     Diskusi
1. Rustam E ( 7 )
     Apa penyebabnya sehingga muncul alira posmodernisme ?
2. Novi A ( 12 )
     Sebutkan dan jelaskan dua pendekatan dalam estetika ?
3. Ayonara ( 9 )
     Mengapa estetika dikatakan tidak mampu menjadi ilmu dengan posisi tersendiri ?
4. Mukri ( 10 )
     Coba anda jelaskan secara singkat ciri-ciri utama estetika jawa ?
5. Fery M (10 )
     Estetika dikatakan sebagai ilmu keindahan,m jelaskan maksudnya ?

C.    Jawaban
1. Nike R
     Posmodern muncul karena budaya modearn menghadapi suatu kegagalan dalam strategi pisualisasinya. Contoh progam aplikasi komputer yang sebelumnya menggunakan bahasa perbal dan sulit dihapal, kini bahasa gambar atau aikon sebagai pengganti bahasa tersebut.
2. Nike R
     Dalam estetika dikenal dua pendekatan yaitu:
a. Langsung meneliti estetika dalam objek-objek yang indah serta karya seni dan menyoroti situasi kontemplasi rasa indah yang dialami si objek (pengalaman keindahan dalam diri orangnya).
b. pengalaman keindahan karna karya seni mamapu memberikan pengalaman keindahan dari jaman ke jaman.
3. Angga H
     Karena estetika telah kehilangan serkat-sekatnya, batas-batas yang telah membuatnya menjadi sebuah ruang yang esoternikdan juga karena estetika tidak bisa terlepas dan saling berkaitan dengan ilmu filsafat lainnya.
4. Nike R
     Ciri-ciri  estetika jawa yaitu :                                                                                   
a. Bersifat kontemplatif-trasendental, yaitu mengungkapkan rasa keindahan, selalu mengaitkannya dengan perenungan (kontemplasi) baiok terhadap maha kuasa, pengabdian terhadap raja, kecintaan terhadap negara, penghayatan terhadap alam.
b. Bersifat simboliktik, yaitu setiap tindakan selalu menggunakan makna sdimbolik, contohnya yaitu seni pedalangan wayang kulit purwa.
c. Bersifat filosofis, yaitu setiap ungkapan selalu didasarkan atas sikap tertentu yang dijabarkan dalam berbagai ungkapan hidup, seperti ungkapan aja dumeh (jangan sok).
5. Angga H
     Maksudnya adalah hal-hal yang dapat diserap dengan indra atau cerapan indra dan membahas hal yang berkaitan dengan refleksi kritis terhadap nilai-nilai atas suatu yang disebut indah atau tidak indah.

D.    Tanggapan

E.     Komentar
     Pada persentasi yang kedua ini cukup baik, adanya kerja sama kelompok dan semua pertanyaan dapat dijawab dengan baik.


F.     Kesimpulan
     Pada persentasi yang kedua ini ternyata estetika membahas ilmu yang membahas tentang keindahan, dan cabang filsafat yang mempersoalkan seni dan keindahan.
                                                           











JURNAL BELAJAR

Kelompok 17 ( EPISTEMOLOLOGI )
Penyaji            : 1. Yeri Altin
                          2. Friliana
                           3. Delina
Hari/tanggal    : Sabtu, 11 Juni 2011

A.    Persentasi Materi
            Materi disampaikan oleh saudari yeri sampai selesai.

B.     Diskusi
1. Pitri S ( 15 )
     Alam pikiran yang bagaimana yang bersifat pragmatis dan etimologis ?
2. Hasna Dewi ( 8 )
     Apa yang dimaksud dengan flutarisme ?
3. Yulianti Q ( 18 )
     Pada halaman 7, helenisme dan semitisme jelaskan maksudnya !
4. FerY Irawan  ( 6 )
     Pada halaman 5, logika mayor mempelajari kepastia yang sama dengan lingkup epistemologi, kepastian yang sama yang bagaimana? jelaskan !
5. Liberta A ( 8 )
     Apa yang dimaksud dengan metode ilmiah ?




C.    Jawaban
1. Delina
Cara berfikir yang mempercayai bahwa hal yang benar aadalah yang membutikan diri nya benar dengan akibat-akibat yang bermamfaat secara praktis dan cara berfikir yang menyuluruh dan sistematis.               
2. Yeri A
     Plontarisme adalah aliran yang mengutamakan kehendan dan kehendak itu lah yang mengatasi akalnya (kehendak yang mendominasi kehidupan manusia-manusia tersebut).
3. Friliana
     Hellenisme dapat diartikan berkelakuan seperti orang yunani yang mempercayai hal-hal mistik, yang seperti mempercayai dewa dan upacaranya, untuk mendapatkan kehidupan yang abadi (mempercayai satu hal saja dan yang lainnya tidak dipercayai).
Semitisme yaitu aliran yang bertentangan dengan hellenisme.
4. Friliana
     Maksudnya yaitu sama mempelajari dan mencakup hal-hal seperti apa pengetahuan itu bagaimana kebenarannya dari pengetahuan itu dan dari mana asalnya.
5. Yeri
     Metode ilmiah adalah prosedur dalam mendapat pengetahuan yang disebut ilmu.

D.    Tanggapan

E.     Komentar
     Pada persentasi yang ke tiga ini cukupo baik, tetapi dalam menyampaikan materi kurang dapat dimengerti dan kurangnya kerja.



F.     Kesimpulan
     Pada persentasi hari ini saya mengetahui bahwa epistemologi dan teori pengetahuan terhjubung dengan hakikat dari, ilmu pengetahuaan pengandaian-pengandaian dan dasar-dasar.

                                                                                                                                   

















JURNAL BELAJAR

Kelompok 18 (  Metodologi Ilmu Pengetahuan )
Penyaji            : 1. Ceria Umami          
                          2. Yulianti Q
Hari/tanggal    : Sabtu, 11 Juni 2011

A.    Persentasi Materi
            Materi disampaikan oleh saudari ceria sampai selesai.

B.     Diskusi
1. Enie (3)
     Jelaskan apa peraturan mempelajar metodologi ilmu pengetahuan bagi pendidikan?
2. Ovy (14)
     Berikanlah suatu penjelasan singkat bagaimana pendangan kelompok Anda tentang ilmu pengetahuan?
3. Linda (9)
     Mengapa ilmu dinyatakan sebagai proses?
4. Rina Susilawati (15)
     Apa saja tiang penyangga dalam pembangunan ilmu pengetahuan?
5. Krisno (10)
     Coba jelaskan apa yang dimaksud dengan ilmu pengetahuan yang bersifat kuantitatif dan objektif?




C.    Jawaban
1.  Ceria U
     Metodologi ilmu pengetahuan memiliki peranan dalam pendidikan agar mamjadi suatu tuntunan atau pedoman dalam memberikan suatu ilmu pengetahuan dengan mudah, baik dan benar. Sehingga tercapainya suatu tujuan pendidikan. Secara efektif dan efisien.
                                                                                                                       
2.  Ceria U
     Menurut kami ilmu pengetahuan merupakan suatu hal yang harus dimiliki oleh setiap individu. Ilmu pengetahuan sangat berparan penting bagi kita dalam menjalankan kehidupan agar lebih baik dan bermanfaat.
3.  Yulianti
     Karena dalam meraih ilmu dan pengetahuan setiap orang akan mengalami suatu peristiwa atau kejadian terlebih dahulu. Kemudian berfilsafat baik ilmu yang terjadi tanpa mengalami pengalaman indra maupun batin atau dengan ilmu yang terjadi karena adanya pengalaman sehingga terbentuklah suatu ilmu pengetahuan.
4. Yulianti Q
     Tiang penyangga dalam ilmu pengatahuan terdiri dari ontologi, epistemologi dan aksiologi
5. Ceria U
     Ilmu pengetahuan alam yang bersifat kuantitatif yaitu ilmu pengetahuan alam yang sifatnya berdasarkan jumlah dan banyaknya. Sedangkan ilmu pengatahuan alam yang bersifat objektif yaitu ilmu pengetahuan alam yang dipelajari mengenai keadaan yang sebenarnya tanpa dikenai pendapat atau pandangan pribadi.

D.    Tanggapan



E.     Komentar
     Pada persentase yang keempat ini cukup baik, dalam penyampaian materi kurang dapat di mengerti dan dipahami.       
    
F.     Kesimpulan
     Pada persentase yang terakhir ini, tentang meteri Metodologi Ilmu Pengetahuan. Saya mendapat penjelasan mengenai adanya enam hal yang merupakan alat untuk mengetahui proses terjadinya pengetahuan, yaitu : 
            a. Pengalaman indra
            b. Nalar (reason)
c. Otoritas (authority)
d. Intuisi (intuition)                                                                                        
e. Wahyu (revelation)
f. Keyakinan (faith)                                                                                                       














REFLEKSI DIRI TENTANG JURNAL


Jurnal ini berupa seperti semacam kombinasi antara catatan sekolah dan buku harian, yang berisi tulisan mengenai Filsafat Ilmu. Dalam penulisa jurnal ini dapat membantu saya dalam mempelajari materi-materi mata kuliah Filsafat Ilmu ini, menyiapkan untuk mengikuti ujian. Oleh karena itu, jurnal juga dapat meningkatkan keterlibatan mahasiswa(i) dalam mempelajari materi , agar mahasiswa(i) terbiasa dalam menyampaikan meteri di depan kelas yang dipelajari selam kuliah, memperjelas pikiran yang masih kabur, memebantu memecahkan masalah dan membiasakan mahasiswa(i) untuk belajar secara kritis dan membiasakan mahasiswa belajar secara aktif.
Dalam pembuatan jurnal belajar ini, sangat membangun saya untuk selalu belajar lebih efektif dan efesien.







                                                                                                                                            



BAB III
NASKAH BUKU















ANALISIS KRITIS












ANALISIS KRITIS

1.     Identitas                
      Ahmad Syadali, Drs. M.A, Mudzakir, dkk(2004). Filsafat umum, Bandung, pustaka setia. Filsafat abad pertengahan (79-100).                                            
2.      Tujuan Penulisan Buku
·         Membahas tentang perkembangan yang ada didalam filsafat abad pertengahan.
·         Untuk mengetahui apa yang terjadi didalam kehidupan filsafat abad pertengahan.
  
3.      Fakta-fakta Unik
·         Filsafat abad pertengahan dikatan sebagai abad gelap, karena pendapat ini didasarkan pada pendekatan sejarah gereja.
·          Filsafat abad pertengahan lazim disebut filsafat scholastik diambil dari kata schuler yang artinya ajaran atau sekolahan.

4.      Pertanyaan Yang Muncul
·         Mengapa filsafat abad pertengahan juga disebut sebagai suatu masa yang penuh dengan upaya menggiring manusia kedalam kehidupan yang picik dan fanatik ?
·         Kapan munculnya ahli fikir yang mengadakan penyelidikan filsafat?
·         Berapa periode yang terjadi pada masa filsafat abad pertengahan ?

5.      Konsep  Yang Muncul
·         Sifat-sifat  para filosuf pada abad pertengehan.
·         Perselisihan antara para pemikir dengan golongan gereja.
6.      Refleksi Diri
            Dalam pembuatan makalah ini yang berjudul FILSAFAT ABAD PERTENGAHAN ini, kami memperoleh banyak pengethuan yang luas mengenai bagaimana munculnya filsafat abad pertengahan, permasalahan yang terjadi, dan mengetahui pendapat para ahli pikir.
            Sifat-sifat para filosuf  dan perselisihan antara pemikir dengan golongan gereja akan terus terjadi, sebelum menemukan pemikiran yang sejalan antara keduanya.
            Dalam filsafat abad pertengahan, terjadi banyak hal permasalahan  antara lain terjadinya perselisihan pemikir dengan golongan gereja yang dimana pemikir tebelenggu oleh adanya kebijaksanaan yang ada yakni dominasi golongan gereja. Adanya para pemikir yang ingin benar-benar mencari kebenaran yang sebenarnya, tetapi sayangnya di ketahui oleh golongan gereja, yang melarang ajaran gereja adalah orang yang murtad  dan akhirnya terjadi pengejaran. Berhasilnya pengejaran pada orang-orang murtad ini di Spanyol.
















NASKAH ASLI

26 September 2011

Gambaran umum ilmu bahasa


Gambaran Umum Ilmu Bahasa (Linguistik)

I. Pendahuluan

Dalam berbagai kamus umum, linguistik didefinisikan sebagai ‘ilmu bahasa’ atau ‘studi ilmiah mengenai bahasa’ (Matthews 1997). Dalam The New Oxford Dictionary of English (2003), linguistik didefinisikan sebagai berikut:
The scientific study of language and its structure, including the study of grammar, syntax, and phonetics. Specific branches of linguistics include sociolinguistics, dialectology, psycholinguistics, computational linguistics, comparative linguistics, and structural linguistics.”

II. Sejarah Perkembangan Ilmu Bahasa

Ilmu bahasa yang dipelajari saat ini bermula dari penelitian tentang bahasa sejak zaman Yunani (abad 6 SM). Secara garis besar studi tentang bahasa dapat dibedakan antara (1) tata bahasa tradisional dan (2) linguistik modern.
2. 1 Tata Bahasa Tradisional
Pada zaman Yunani para filsuf meneliti apa yang dimaksud dengan bahasa dan apa hakikat bahasa. Para filsuf tersebut sependapat bahwa bahasa adalah sistem tanda. Dikatakan bahwa manusia hidup dalam tanda-tanda yang mencakup segala segi kehidupan manusia, misalnya bangunan, kedokteran, kesehatan, geografi, dan sebagainya. Tetapi mengenai hakikat bahasa – apakah bahasa mirip realitas atau tidak – mereka belum sepakat. Dua filsuf besar yang pemikirannya terus berpengaruh sampai saat ini adalah Plato dan Aristoteles.
Plato berpendapat bahwa bahasa adalah physei atau mirip realitas; sedangkan Aristoteles mempunyai pendapat sebaliknya yaitu bahwa bahasa adalah thesei atau tidak mirip realitas kecuali onomatope dan lambang bunyi (sound symbolism). Pandangan Plato bahwa bahasa mirip dengan realitas atau non-arbitrer diikuti oleh kaum naturalis; pandangan Aristoteles bahwa bahasa tidak mirip dengan realitas atau arbitrer diikuti oleh kaum konvensionalis. Perbedaan pendapat ini juga merambah ke masalah keteraturan (regular) atau ketidakteraturan (irregular) dalam bahasa. Kelompok penganut pendapat adanya keteraturan bahasa adalah kaum analogis yang pandangannya tidak berbeda dengan kaum naturalis; sedangkan kaum anomalis yang berpendapat adanya ketidakteraturan dalam bahasa mewarisi pandangan kaum konvensionalis. Pandangan kaum anomalis mempengaruhi pengikut aliran Stoic. Kaum Stoic lebih tertarik pada masalah asal mula bahasa secara filosofis. Mereka membedakan adanya empat jenis kelas kata, yakni nomina, verba, konjungsi dan artikel.
Pada awal abad 3 SM studi bahasa dikembangkan di kota Alexandria yang merupakan koloni Yunani. Di kota itu dibangun perpustakaan besar yang menjadi pusat penelitian bahasa dan kesusastraan. Para ahli dari kota itu yang disebut kaum Alexandrian meneruskan pekerjaan kaum Stoic, walaupun mereka sebenarnya termasuk kaum analogis. Sebagai kaum analogis mereka mencari keteraturan dalam bahasa dan berhasil membangun pola infleksi bahasa Yunani. Apa yang dewasa ini disebut "tata bahasa tradisional" atau " tata bahasa Yunani" , penamaan itu tidak lain didasarkan pada hasil karya kaum Alexandrian ini.
Salah seorang ahli bahasa bemama Dionysius Thrax (akhir abad 2 SM) merupakan orang pertama yang berhasil membuat aturan tata bahasa secara sistematis serta menambahkan kelas kata adverbia, partisipel, pronomina dan preposisi terhadap empat kelas kata yang sudah dibuat oleh kaum Stoic. Di samping itu sarjana ini juga berhasil mengklasifikasikan kata-kata bahasa Yunani menurut kasus, jender, jumlah, kala, diatesis (voice) dan modus.
Pengaruh tata bahasa Yunani sampai ke kerajaan Romawi. Para ahli tata bahasa Latin mengadopsi tata bahasa Yunani dalam meneliti bahasa Latin dan hanya melakukan sedikit modifikasi, karena kedua bahasa itu mirip. Tata bahasa Latin dibuat atas dasar model tata bahasa Dionysius Thrax. Dua ahli bahasa lainnya, Donatus (tahun 400 M) dan Priscian (tahun 500 M) juga membuat buku tata bahasa klasik dari bahasa Latin yang berpengaruh sampai ke abad pertengahan.
Selama abad 13-15 bahasa Latin memegang peranan penting dalam dunia pendidikan di samping dalam agama Kristen. Pada masa itu gramatika tidak lain adalah teori tentang kelas kata. Pada masa Renaisans bahasa Latin menjadi sarana untuk memahami kesusastraan dan mengarang. Tahun 1513 Erasmus mengarang tata bahasa Latin atas dasar tata bahasa yang disusun oleh Donatus.
Minat meneliti bahasa-bahasa di Eropa sebenarnya sudah dimulai sebelum zaman Renaisans, antara lain dengan ditulisnya tata bahasa Irlandia (abad 7 M), tata bahasa Eslandia (abad 12), dan sebagainya. Pada masa itu bahasa menjadi sarana dalam kesusastraan, dan bila menjadi objek penelitian di universitas tetap dalam kerangka tradisional. Tata bahasa dianggap sebagai seni berbicara dan menulis dengan benar. Tugas utama tata bahasa adalah memberi petunjuk tentang pemakaian "bahasa yang baik" , yaitu bahasa kaum terpelajar. Petunjuk pemakaian "bahasa yang baik" ini adalah untuk menghindarkan terjadinya pemakaian unsur-unsur yang dapat "merusak" bahasa seperti kata serapan, ragam percakapan, dan sebagainya.
Tradisi tata bahasa Yunani-Latin berpengaruh ke bahasa-bahasa Eropa lainnya. Tata bahasa Dionysius Thrax pada abad 5 diterjemahkan ke dalam bahasa Armenia, kemudian ke dalam bahasa Siria. Selanjutnya para ahli tata bahasa Arab menyerap tata bahasa Siria.
Selain di Eropa dan Asia Barat, penelitian bahasa di Asia Selatan yang perlu diketahui adalah di India dengan ahli gramatikanya yang bemama Panini (abad 4 SM). Tata bahasa Sanskrit yang disusun ahli ini memiliki kelebihan di bidang fonetik. Keunggulan ini antara lain karena adanya keharusan untuk melafalkan dengan benar dan tepat doa dan nyanyian dalam kitab suci Weda.
Sampai menjelang zaman Renaisans, bahasa yang diteliti adalah bahasa Yunani, dan Latin. Bahasa Latin mempunyai peran penting pada masa itu karena digunakan sebagai sarana dalam dunia pendidikan, administrasi dan diplomasi internasional di Eropa Barat. Pada zaman Renaisans penelitian bahasa mulai berkembang ke bahasa-bahasa Roman (bahasa Prancis, Spanyol, dan Italia) yang dianggap berindukkan bahasa Latin, juga kepada bahasa-bahasa yang nonRoman seperti bahasa Inggris, Jerman, Belanda, Swedia, dan Denmark.

2. 2 Linguistik Modern
2. 2. 1 Linguistik Abad 19
Pada abad 19 bahasa Latin sudah tidak digunakan lagi dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam pemerintahan atau pendidikan. Objek penelitian adalah bahasa-bahasa yang dianggap mempunyai hubungan kekerabatan atau berasal dari satu induk bahasa. Bahasa-bahasa dikelompokkan ke dalam keluarga bahasa atas dasar kemiripan fonologis dan morfologis. Dengan demikian dapat diperkirakan apakah bahasa-bahasa tertentu berasal dari bahasa moyang yang sama atau berasal dari bahasa proto yang sama sehingga secara genetis terdapat hubungan kekerabatan di antaranya. Bahasa-bahasa Roman, misalnya secara genetis dapat ditelusuri berasal dari bahasa Latin yang menurunkan bahasa Perancis, Spanyol, dan Italia.
Untuk mengetahui hubungan genetis di antara bahasa-bahasa dilakukan metode komparatif. Antara tahun 1820-1870 para ahli linguistik berhasil membangun hubungan sistematis di antara bahasa-bahasa Roman berdasarkan struktur fonologis dan morfologisnya. Pada tahun 1870 itu para ahli bahasa dari kelompok Junggramatiker atau Neogrammarian berhasil menemukan cara untuk mengetahui hubungan kekerabatan antarbahasa berdasarkan metode komparatif.
Beberapa rumpun bahasa yang berhasil direkonstruksikan sampai dewasa ini antara lain:
1.      Rumpun Indo-Eropa: bahasa Jerman, Indo-Iran, Armenia, Baltik, Slavis, Roman, Keltik, Gaulis.
2.      Rumpun Semito-Hamit: bahasa Arab, Ibrani, Etiopia.
3.      Rumpun Chari-Nil; bahasa Bantu, Khoisan.
4.      Rumpun Dravida: bahasa Telugu, Tamil, Kanari, Malayalam.
5.      Rumpun Austronesia atau Melayu-Polinesia: bahasa Melayu, Melanesia, Polinesia.
6.      Rumpun Austro-Asiatik: bahasa Mon-Khmer, Palaung, Munda, Annam.
7.      Rumpun Finno-Ugris: bahasa Ungar (Magyar), Samoyid.
8.      Rumpun Altai: bahasa Turki, Mongol, Manchu, Jepang, Korea.
9.      Rumpun Paleo-Asiatis: bahasa-bahasa di Siberia.
10.  Rumpun Sino-Tibet: bahasa Cina, Thai, Tibeto-Burma.
11.  Rumpun Kaukasus: bahasa Kaukasus Utara, Kaukasus Selatan.
12.  Bahasa-bahasa Indian: bahasa Eskimo, Maya Sioux, Hokan
13.  Bahasa-bahasa lain seperti bahasa di Papua, Australia dan Kadai.
Ciri linguistik abad 19 sebagai berikut:
1)          Penelitian bahasa dilakukan terhadap bahasa-bahasa di Eropa, baik bahasa-bahasa Roman maupun nonRoman.
2)          Bidang utama penelitian adalah linguistik historis komparatif. Yang diteliti adalah hubungan kekerabatan dari bahasa-bahasa di Eropa untuk mengetahui bahasa-bahasa mana yang berasal dari induk yang sama. Dalam metode komparatif itu diteliti perubahan bunyi kata-kata dari bahasa yang dianggap sebagai induk kepada bahasa yang dianggap sebagai keturunannya. Misalnya perubahan bunyi apa yang terjadi dari kata barang, yang dalam bahasa Latin berbunyi causa menjadi chose dalam bahasa Perancis, dan cosa dalam bahasa Italia dan Spanyol.
3)          Pendekatan bersifat atomistis. Unsur bahasa yang diteliti tidak dihubungkan dengan unsur lainnya, misalnya penelitian tentang kata tidak dihubungkan dengan frase atau kalimat.

2. 2. 2 Linguistik Abad 20
Pada abad 20 penelitian bahasa tidak ditujukan kepada bahasa-bahasa Eropa saja, tetapi juga kepada bahasa-bahasa yang ada di dunia seperti di Amerika (bahasa-bahasa Indian), Afrika (bahasa-bahasa Afrika) dan Asia (bahasa-bahasa Papua dan bahasa banyak negara di Asia). Ciri-cirinya:
1)      Penelitian meluas ke bahasa-bahasa di Amerika, Afrika, dan Asia.
2)      Pendekatan dalam meneliti bersifat strukturalistis, pada akhir abad 20 penelitian yang bersifat fungsionalis juga cukup menonjol.
3)      Tata bahasa merupakan bagian ilmu dengan pembidangan yang semakin rumit. Secara garis besar dapat dibedakan atas mikrolinguistik, makro linguistik, dan sejarah linguistik.
4)      Penelitian teoretis sangat berkembang.
5)      Otonomi ilmiah makin menonjol, tetapi penelitian antardisiplin juga berkembang.
6)      Prinsip dalam meneliti adalah deskripsi dan sinkronis
Keberhasilan kaum Junggramatiker merekonstruksi bahasa-bahasa proto di Eropa mempengaruhi pemikiran para ahli linguistik abad 20, antara lain Ferdinand de Saussure. Sarjana ini tidak hanya dikenal sebagai bapak linguistik modern, melainkan juga seorang tokoh gerakan strukturalisme. Dalam strukturalisme bahasa dianggap sebagai sistem yang berkaitan (system of relation). Elemen-elemennya seperti kata, bunyi saling berkaitan dan bergantung dalam membentuk sistem tersebut.
Beberapa pokok pemikiran Saussure:
(1)   Bahasa lisan lebih utama dari pada bahasa tulis. Tulisan hanya merupakan sarana yang mewakili ujaran.
(2)   Linguistik bersifat deskriptif, bukan preskriptif seperti pada tata bahasa tradisional. Para ahli linguistik bertugas mendeskripsikan bagaimana orang berbicara dan menulis dalam bahasanya, bukan memberi keputusan bagaimana seseorang seharusnya berbicara.
(3)   Penelitian bersifat sinkronis bukan diakronis seperti pada linguistik abad 19. Walaupun bahasa berkembang dan berubah, penelitian dilakukan pada kurun waktu tertentu.
(4)   Bahasa merupakan suatu sistem tanda yang bersisi dua, terdiri dari signifiant (penanda) dan signifie (petanda). Keduanya merupakan wujud yang tak terpisahkan, bila salah satu berubah, yang lain juga berubah.
(5)   Bahasa formal maupun nonformal menjadi objek penelitian.
(6)   Bahasa merupakan sebuah sistem relasi dan mempunyai struktur.
(7)   Dibedakan antara bahasa sebagai sistem yang terdapat dalam akal budi pemakai bahasa dari suatu kelompok sosial (langue) dengan bahasa sebagai manifestasi setiap penuturnya (parole).
(8)   Dibedakan antara hubungan asosiatif dan sintagmatis dalam bahasa. Hubungan asosiatif atau paradigmatis ialah hubungan antarsatuan bahasa dengan satuan lain karena ada kesamaan bentuk atau makna. Hubungan sintagmatis ialah hubungan antarsatuan pembentuk sintagma dengan mempertentangkan suatu satuan dengan satuan lain yang mengikuti atau mendahului.
Gerakan strukturalisme dari Eropa ini berpengaruh sampai ke benua Amerika. Studi bahasa di Amerika pada abad 19 dipengaruhi oleh hasil kerja akademis para ahli Eropa dengan nama deskriptivisme. Para ahli linguistik Amerika mempelajari bahasa-bahasa suku Indian secara deskriptif dengan cara menguraikan struktur bahasa. Orang Amerika banyak yang menaruh perhatian pada masalah bahasa. Thomas Jefferson, presiden Amerika yang ketiga (1801-1809), menganjurkan agar supaya para ahli linguistik Amerika mulai meneliti bahasa-bahasa orang Indian. Seorang ahli linguistik Amerika bemama William Dwight Whitney (1827-1894) menulis sejumlah buku mengenai bahasa, antara lain Language and the Study of Language (1867).
Tokoh linguistik lain yang juga ahli antropologi adalah Franz Boas (1858-1942). Sarjana ini mendapat pendidikan di Jerman, tetapi menghabiskan waktu mengajar di negaranya sendiri. Karyanya berupa buku Handbook of American Indian languages (1911-1922) ditulis bersama sejumlah koleganya. Di dalam buku tersebut terdapat uraian tentang fonetik, kategori makna dan proses gramatikal yang digunakan untuk mengungkapkan makna. Pada tahun 1917 diterbitkan jurnal ilmiah berjudul International Journal of American Linguistics.
Pengikut Boas yang berpendidikan Amerika, Edward Sapir (1884-1939), juga seorang ahli antropologi dinilai menghasilkan karya-karya yang sangat cemerlang di bidang fonologi. Bukunya, Language (1921) sebagian besar mengenai tipologi bahasa. Sumbangan Sapir yang patut dicatat adalah mengenai klasifikasi bahasa-bahasa Indian.
Pemikiran Sapir berpengaruh pada pengikutnya, L. Bloomfield (1887-1949), yang melalui kuliah dan karyanya mendominasi dunia linguistik sampai akhir hayatnya. Pada tahun 1914 Bloomfield menulis buku An Introduction to Linguistic Science. Artikelnya juga banyak diterbitkan dalam jurnal Language yang didirikan oleh Linguistic Society of America tahun 1924. Pada tahun 1933 sarjana ini menerbitkankan buku Language yang mengungkapkan pandangan behaviorismenya tentang fakta bahasa, yakni stimulus-response atau rangsangan-tanggapan. Teori ini dimanfaatkan oleh Skinner (1957) dari Universitas Harvard dalam pengajaran bahasa melalui teknik drill.
Dalam bukunya Language, Bloomfield mempunyai pendapat yang bertentangan dengan Sapir. Sapir berpendapat fonem sebagai satuan psikologis, tetapi Bloomfield berpendapat fonem merupakan satuan behavioral. Bloomfield dan pengikutnya melakukan penelitian atas dasar struktur bahasa yang diteliti, karena itu mereka disebut kaum strukturalisme dan pandangannya disebut strukturalis.
Bloomfield beserta pengikutnya menguasai percaturan linguistik selama lebih dari 20 tahun. Selama kurun waktu itu kaum Bloomfieldian berusaha menulis tata bahasa deskriptif dari bahasa-bahasa yang belum memiliki aksara. Kaum Bloomfieldian telah berjasa meletakkan dasar-dasar bagi penelitian linguistik di masa setelah itu.
Bloomfield berpendapat fonologi, morfologi dan sintaksis merupakan bidang mandiri dan tidak berhubungan. Tata bahasa lain yang memperlakukan bahasa sebagai sistem hubungan adalah tata bahasa stratifikasi yang dipelopori oleh S.M. Lamb. Tata bahasa lainnya yang memperlakukan bahasa sebagai sistem unsur adalah tata bahasa tagmemik yang dipelopori oleh K. Pike. Menurut pendekatan ini setiap gatra diisi oleh sebuah elemen. Elemen ini bersama elemen lain membentuk suatu satuan yang disebut tagmem.
            Murid Sapir lainnya, Zellig Harris, mengaplikasikan metode strukturalis ke dalam analisis segmen bahasa. Sarjana ini mencoba menghubungkan struktur morfologis, sintaktis, dan wacana dengan cara yang sama dengan yang dilakukan terhadap analisis fonologis. Prosedur penelitiannya dipaparkan dalam bukunya Methods in Structural Linguistics (1951).
            Ahli linguistik yang cukup produktif dalam membuat buku adalah Noam Chomsky. Sarjana inilah yang mencetuskan teori transformasi melalui bukunya Syntactic Structures (1957), yang kemudian disebut classical theory. Dalam perkembangan selanjutnya, teori transformasi dengan pokok pikiran kemampuan dan kinerja yang dicetuskannya melalui Aspects of the Theory of Syntax (1965) disebut standard theory. Karena pendekatan teori ini secara sintaktis tanpa menyinggung makna (semantik), teori ini disebut juga sintaksis generatif (generative syntax). Pada tahun 1968 sarjana ini mencetuskan teori extended standard theory. Selanjutnya pada tahun 1970, Chomsky menulis buku generative semantics; tahun 1980 government and binding theory; dan tahun 1993 Minimalist program.

III. Paradigma

Kata paradigma diperkenalkan oleh Thomas Khun pada sekitar abad 15. Paradigma adalah prestasi ilmiah yang diakui pada suatu masa sebagai model untuk memecahkan masalah ilmiah dalam kalangan tertentu. Paradigma dapat dikatakan sebagai norma ilmiah. Contoh paradigma yang mulai tumbuh sejak zaman Yunani tetapi pengaruhnya tetap terasa sampai zaman modern ini adalah paradigma Plato dan paradigma Aristoteles. Paradigma Plato berintikan pendapat Plato bahwa bahasa adalah physei atau mirip dengan realitas, disebut juga non-arbitrer atau ikonis. Paradigma Aristoteles berintikan bahwa bahasa adalah thesei atau tidak mirip dengan realitas, kecuali onomatope, disebut arbitrer atau non-ikonis. Kedua paradigma ini saling bertentangan, tetapi dipakai oleh peneliti dalam memecahkan masalah bahasa, misalnya tentang hakikat tanda bahasa.
Pada masa tertentu paradigma Plato banyak digunakan ahli bahasa untuk memecahkan masalah linguistik. Penganut paradigma Plato ini disebut kaum naturalis. Mereka menolak gagasan kearbitreran. Pada masa tertentu lainnya paradigma Aristoteles digunakan mengatasi masalah linguistik. Penganut paradigma Aristoteles disebut kaum konvensionalis. Mereka menerima adanya kearbiteran antara bahasa dengan realitas.
Pertentangan antara kedua paradigma ini terus berlangsung sampai abad 20. Di bidang linguistik dan semiotika dikenal tokoh Ferdinand de Saussure sebagai penganut paradigma .Aristoteles dan Charles S. Peirce sebagai penganut paradigma Plato. Mulai dari awal abad 19 sampai tahun 1960-an paradigma Aristoteles yang diikuti Saussure yang berpendapat bahwa bahasa adalah sistem tanda yang arbitrer digunakan dalam memecahkan masalah-masalah linguistik. Tercatat beberapa nama ahli linguistik seperti Bloomfield dan Chomsky yang dalam pemikirannya menunjukkan pengaruh Saussure dan paradigma Aristoteles. Menjelang pertengahan tahun 60-an dominasi paradigma Aristoteles mulai digoyahkan oleh paradigma Plato melalui artikel R. Jakobson "Quest for the Essence of Language" (1967) yang diilhami oleh Peirce. Beberapa nama ahli linguistik seperti T. Givon, J. Haiman, dan W. Croft tercatat sebagai penganut paradigma Plato.

IV. Cakupan dan Kemaknawian Ilmu Bahasa

            Secara umum, bidang ilmu bahasa dibedakan atas linguistik murni dan linguistik terapan. Bidang linguistik murni mencakup fonetik, fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Sedangkan bidang linguistik terapan mencakup pengajaran bahasa, penerjemahan, leksikografi, dan lain-lain. Beberapa bidang tersebut dijelaskan dalam sub-bab berikut ini.
4. 1 Fonetik
            Fonetik mengacu pada artikulasi bunyi bahasa. Para ahli fonetik telah berhasil menentukan cara artikulasi dari berbagai bunyi bahasa dan membuat abjad fonetik internasional sehingga memudahkan seseorang untuk mempelajari dan mengucapkan bunyi yang tidak ada dalam bahasa ibunya. Misalnya dalam bahasa Inggris ada perbedaan yang nyata antara bunyi tin dan thin, dan antara they dan day, sedangkan dalam bahasa Indonesia tidak. Dengan mempelajari fonetik, orang Indonesia akan dapat mengucapkan kedua bunyi tersebut dengan tepat.
            Abjad fonetik internasional, yang didukung oleh laboratorium fonetik, departemen linguistik, UCLA, penting dipelajari oleh semua pemimpin, khususnya pemimpin negara. Dengan kemampuan membaca abjad fonetik secara tepat, seseorang dapat memberikan pidato dalam ratusan bahasa. Misalnya, jika seorang pemimpin di Indonesia mengadakan kunjungan ke Cina, ia cukup meminta staf-nya untuk menerjemahkan pidatonya ke bahasa Cina dan menulisnya dengan abjad fonetik, sehingga ia dapat memberikan pidato dalam bahasa Cina dengan ucapan yang tepat. Salah seorang pemimpin yang telah memanfaatkan abjad fonetik internasional adalah Paus Yohanes Paulus II. Ke negara manapun beliau berkunjung, beliau selalu memberikan khotbah dengan menggunakan bahasa setempat. Apakah hal tersebut berarti bahwa beliau memahami semua bahasa di dunia? Belum tentu, namun cukup belajar fonetik saja untuk mampu mengucapkan bunyi ratusan bahasa dengan tepat.

4. 2 Fonologi
            Fonologi mengacu pada sistem bunyi bahasa. Misalnya dalam bahasa Inggris, ada gugus konsonan yang secara alami sulit diucapkan oleh penutur asli bahasa Inggris karena tidak sesuai dengan sistem fonologis bahasa Inggris, namun gugus konsonan tersebut mungkin dapat dengan mudah diucapkan oleh penutur asli bahasa lain yang sistem fonologisnya terdapat gugus konsonan tersebut. Contoh sederhana adalah pengucapan gugus ‘ng’ pada awal kata, hanya berterima dalam sistem fonologis bahasa Indonesia, namun tidak berterima dalam sistem fonologis bahasa Inggris. Kemaknawian utama dari pengetahuan akan sistem fonologi ini adalah dalam pemberian nama untuk suatu produk, khususnya yang akan dipasarkan di dunia internasional. Nama produk tersebut tentunya akan lebih baik jika disesuaikan dengan sistem fonologis bahasa Inggris, sebagai bahasa internasional.

4. 3 Morfologi
            Morfologi lebih banyak mengacu pada analisis unsur-unsur pembentuk kata. Sebagai perbandingan sederhana, seorang ahli farmasi (atau kimia?) perlu memahami zat apa yang dapat bercampur dengan suatu zat tertentu untuk menghasilkan obat flu yang efektif; sama halnya seorang ahli linguistik bahasa Inggris perlu memahami imbuhan apa yang dapat direkatkan dengan suatu kata tertentu untuk menghasilkan kata yang benar. Misalnya akhiran -­en dapat direkatkan dengan kata sifat dark untuk membentuk kata kerja darken, namun akhiran -­en tidak dapat direkatkan dengan kata sifat green untuk membentuk kata kerja. Alasannya tentu hanya dapat dijelaskan oleh ahli bahasa, sedangkan pengguna bahasa boleh saja langsung menggunakan kata tersebut. Sama halnya, alasan ketentuan pencampuran zat-zat kimia hanya diketahui oleh ahli farmasi, sedangkan pengguna obat boleh saja langsung menggunakan obat flu tersebut, tanpa harus mengetahui proses pembuatannya.

4. 4 Sintaksis
            Analisis sintaksis mengacu pada analisis frasa dan kalimat. Salah satu kemaknawiannya adalah perannya dalam perumusan peraturan perundang-undangan. Beberapa teori analisis sintaksis dapat menunjukkan apakah suatu kalimat atau frasa dalam suatu peraturan perundang-undangan bersifat ambigu (bermakna ganda) atau tidak. Jika bermakna ganda, tentunya perlu ada penyesuaian tertentu sehingga peraturan perundang-undangan tersebut tidak disalahartikan baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

4. 5 Semantik
            Kajian semantik membahas mengenai makna bahasa. Analisis makna dalam hal ini mulai dari suku kata sampai kalimat. Analisis semantik mampu menunjukkan bahwa dalam bahasa Inggris, setiap kata yang memiliki suku kata ‘pl’ memiliki arti sesuatu yang datar sehingga tidak cocok untuk nama produk/benda yang cekung. Ahli semantik juga dapat membuktikan suku kata apa yang cenderung memiliki makna yang negatif, sehingga suku kata tersebut seharusnya tidak digunakan sebagai nama produk asuransi. Sama halnya dengan seorang dokter yang mengetahui antibiotik apa saja yang sesuai untuk seorang pasien dan mana yang tidak sesuai.
4. 6 Pengajaran Bahasa
Ahli bahasa adalah guru dan/atau pelatih bagi para guru bahasa. Ahli bahasa dapat menentukan secara ilmiah kata-kata apa saja yang perlu diajarkan bagi pelajar bahasa tingkat dasar. Para pelajar hanya langsung mempelajari kata-kata tersebut tanpa harus mengetahui bagaimana kata-kata tersebut disusun. Misalnya kata-kata dalam buku-buku Basic English. Para pelajar (dan guru bahasa Inggris dasar) tidak harus mengetahui bahwa yang dimaksud Basic adalah B(ritish), A(merican), S(cientific), I(nternational), C(ommercial), yang pada awalnya diolah pada tahun 1930an oleh ahli linguistik C. K. Ogden. Pada masa awal tersebut, Basic English terdiri atas 850 kata utama.
Selanjutnya, pada tahun 1953, Michael West menyusun General Service List yang berisikan dua kelompok kata utama (masing-masing terdiri atas 1000 kata) yang diperlukan oleh pelajar untuk dapat berbicara dalam bahasa Inggris. Daftar tersebut terus dikembangkan oleh berbagai universitas ternama yang memiliki jurusan linguistik. Pada tahun 1998, Coxhead dari Victoria University or Wellington, berhasil menyelesaikan suatu proyek kosakata akademik yang dilakukan di semua fakultas di universitas tersebut dan menghasilkan Academic Wordlist, yaitu daftar kata-kata yang wajib diketahui oleh mahasiswa dalam membaca buku teks berbahasa Inggris, menulis laporan dalam bahasa Inggris, dan tujuannya lainnya yang bersifat akademik.
            Proses penelitian hingga menjadi materi pelajaran atau buku bahasa Inggris yang bermanfaat hanya diketahui oleh ahli bahasa yang terkait, sedangkan pelajar bahasa dapat langung mempelajari dan memperoleh manfaatnya. Sama halnya dalam ilmu kedokteran, proses penelitian hingga menjadi obat yang bermanfaat hanya diketahui oleh dokter, sedangkan pasien dapat langsung menggunakannya dan memperoleh manfaatnya.

4. 7 Leksikografi
            Leksikografi adalah bidang ilmu bahasa yang mengkaji cara pembuatan kamus. Sebagian besar (atau bahkan semua) sarjana memiliki kamus, namun mereka belum tentu tahu bahwa penulisan kamus yang baik harus melalui berbagai proses.
Dua nama besar yang mengawali penyusunan kamus adalah Samuel Johnson (1709-1784) dan Noah Webster (1758-1843). Johnson, ahli bahasa dari Inggris, membuat Dictionary of the English Language pada tahun 1755, yang terdiri atas dua volume. Di Amerika, Webster pertama kali membuat kamus An American Dictionary of the English Language pada tahun 1828, yang juga terdiri atas dua volume. Selanjutnya, pada tahun 1884 diterbitkan Oxford English Dictionary yang terdiri atas 12 volume.
Saat ini, kamus umum yang cukup luas digunakan adalah Oxford Advanced Learner’s Dictionary. Mengapa kamus Oxford? Beberapa orang mungkin secara sederhana akan menjawab karena kamus tersebut lengkap dan cukup mudah dimengerti. Tidak banyak yang tahu bahwa (setelah tahun 1995) kamus tersebut ditulis berdasarkan hasil analisis British National Corpus yang melibatkan cukup banyak ahli bahasa dan menghabiskan dana universitas dan dana negara yang jumlahnya cukup besar. Secara umum, definisi yang diberikan dalam kamus tersebut seharusnya dapat mudah dipahami oleh pelajar karena semua entri dalam kamus tersebut hanya didefinisikan oleh sekelompok kosa kata inti. Bagaimana kosa-kata inti tersebut disusun? Tentu hanya ahli bahasa yang dapat menjelaskannya, sedangkan para sarjana dan pelajar dapat langsung saja menikmati dan menggunakan berbagai kamus Oxford yang ada dipasaran.

V. Penutup

Penelitian bahasa sudah dimulai sejak abad ke 6 SM, bahkan perpustakaan besar yang menjadi pusat penelitian bahasa dan kesusastraan sudah dibangun sejak awal abad 3 SM di kota Alexandria. Kamus bahasa Inggris, Dictionary of the English Language, yang terdiri atas dua volume, pertama kali diterbitkan pada tahun 1755; dan pada tahun 1884 telah diterbitkan Oxford English Dictionary yang terdiri atas 12 volume. Antara 1820-1870 para ahli linguistik berhasil membangun hubungan sistematis di antara bahasa-bahasa Roman berdasarkan struktur fonologis dan morfologisnya.
Salah satu buku awal yang menjelaskan mengenai ilmu bahasa adalah buku An Introduction to Linguistic Science yang ditulis oleh Bloomfield pada tahun 1914. Jurnal ilmiah internasional ilmu bahasa, yang berjudul International Journal of American Linguistics, pertama kali diterbitkan pada tahun 1917.
Ilmu bahasa terus berkembang dan semakin memainkan peran penting dalam dunia ilmu pengetahuan. Hal ini dibuktikan dengan semakin majunya program pascasarjana bidang linguistik di berbagai universitas terkemuka (UCLA, MIT, Oxford, dll). Buku-buku karya ahli bahasa pun semakin mendapat perhatian. Salah satu buktinya adalah buku The Comprehensive Grammar of the English Langauge, yang terdiri atas 1778 halaman, yang acara peluncurannya di buka oleh Margareth Thatcher, pada tahun 1985. Respon yang luar biasa terhadap buku tersebut membuatnya dicetak sebanyak tiga kali dalam tahun yang sama. Buku tata bahasa yang terbaru, The Cambridge Grammar of the English Language, tahun 2002, yang terdiri atas 1842 halaman, ditulis oleh para ahli bahasa yang tergabung dalam tim peneliti internasional dari lima negara.


Pustaka Acuan
Robins, R.H. 1990. A Short History of Linguistics. London: Longman.
Fromkin, Victoria & Robert Rodman. 1998. An Introduction to Language (6th Edition). Orlando: Harcourt Brace College Publishers.
Hornby, A.S. 1995. Oxford Advanced Learner’s Dictionary (5th edition). Oxford: Oxford University Press.
Matthews, Peter. 1997. The Concise Oxford Dictionary of Linguistics. Oxford: Oxford University Press.