1.2. Aktivitas
Pembelajaran
Refleksi setelah
mempelajari bahan belajar mandiri Modul Adaptasi Siklus TET
Nama : Eka Rahmady
Hardianto, S.Pd.
1. Hal-hal Baru yang Saya Dapatkan Setelah
mempelajari modul ini, saya makin paham bahwa siklus TET (Teacher
Experimental Training) sangat membantu kita sebagai guru SD. Poin utama
yang saya dapatkan adalah alur kerjanya yang jelas dan berurutan, mulai dari
menemukan masalah murid, merancang solusi, mempraktikkannya di kelas, mengamati
hasilnya, membenahi yang kurang, hingga berbagi pengalaman dengan rekan guru.
Melalui pendekatan ini, kita sebagai guru diajak menjadi "peneliti"
di kelas sendiri yang tidak hanya sekadar mengajar dan menyelesaikan materi,
melainkan benar-benar mengamati kebutuhan anak-anak dan menguji strategi yang
paling pas. Selain itu, siklus ini mengajarkan kita untuk tidak takut gagal,
karena strategi yang belum berhasil bukanlah sebuah akhir, melainkan bahan
evaluasi untuk mencoba cara baru yang lebih baik pada siklus berikutnya.
2. Pandangan Saya Soal Pelatihan Guru dan Siklus TET Bagi
saya, adaptasi siklus TET ini membuat pelatihan guru menjadi jauh lebih
berdampak dan nyata. Keberhasilan pelatihan tidak lagi hanya diukur dari
sekadar teori atau nilai tes tertulis, melainkan dari sejauh mana guru mampu
membawa perubahan dan perbaikan langsung di dalam kelas. Tahap pengamatan dan
refleksi dalam siklus ini membiasakan kita untuk selalu mengevaluasi cara
mengajar sendiri secara kritis. Hal ini membuat setiap kegiatan pelatihan
terasa sangat relevan karena materi yang dipelajari bisa langsung kita
praktikkan untuk menyelesaikan tantangan belajar yang nyata sehari-hari di SD
Eka Tjipta Terawan.
3. Rencana Penerapan Sebagai Penggerak Pembelajaran Jika
kelak dipercaya menjadi penggerak pembelajaran, saya sangat ingin menerapkan
siklus TET ini di lingkungan sekolah kita. Langkah awal yang akan saya lakukan
adalah memanfaatkan wadah Komunitas Belajar (Kombel) di SD Eka Tjipta Terawan
dengan menjadikan siklus TET sebagai acuan untuk mendiskusikan kendala belajar
anak-anak dan mencari solusinya bersama-sama. Saya juga ingin menciptakan
suasana belajar yang nyaman bagi para guru agar mereka berani mencoba metode
mengajar baru tanpa takut salah. Terakhir, saya akan menggerakkan tradisi
berbagi praktik baik, sehingga ketika ada inovasi mengajar yang berhasil di
satu kelas, cerita dan caranya bisa dibagikan ke guru kelas lain agar
manfaatnya dirasakan oleh seluruh murid di sekolah kita.
Terima kasih

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Aku Suka Blog Anda