- Selama
ini, bagaimana pengalaman Bapak/Ibu mengajarkan membaca di kelas?
Selama ini, pengalaman saya mengajarkan membaca di kelas cukup beragam. Di SD Eka Tjipta Terawan, saya berupaya menciptakan suasana belajar membaca yang menyenangkan dan bermakna. Saya biasanya memulai kegiatan dengan membaca bersama (shared reading) menggunakan cerita anak yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti cerita tentang lingkungan sekolah atau hewan peliharaan. Dari pengalaman tersebut, saya melihat bahwa siswa lebih antusias ketika teks bacaan dikaitkan dengan pengalaman nyata mereka. Selain itu, saya juga menggunakan metode membaca bergiliran agar setiap siswa mendapat kesempatan untuk berlatih membaca dengan percaya diri. - Seperti
apa kegiatan membaca yang dilakukan di kelas Bapak/Ibu?
Kegiatan membaca di kelas dilakukan dalam beberapa bentuk. - Pada
kegiatan awal, kami biasanya membaca bersama-sama teks yang
ditampilkan di layar atau buku paket.
- Kemudian
dilanjutkan dengan membaca mandiri di mana siswa memilih buku dari
sudut baca kelas yang telah disediakan.
- Setelah
itu, siswa diajak untuk berdiskusi ringan tentang isi bacaan,
misalnya menyebutkan tokoh, alur, atau pesan moral dalam cerita.
- Pada
akhir kegiatan, siswa menuliskan refleksi singkat atau gambar
sederhana tentang hal yang paling mereka sukai dari bacaan hari itu.
Contohnya, ketika membaca cerita “Si Kancil dan Buaya”, siswa tidak hanya membaca teks, tetapi juga diminta menggambar bagian cerita yang paling menarik dan menjelaskan alasannya kepada teman-teman. - Apa
saja tantangan yang dihadapi dalam kegiatan membaca?
Tantangan yang sering saya hadapi di SD Eka Tjipta Terawan adalah perbedaan kemampuan membaca antar siswa. Ada beberapa siswa yang sudah lancar membaca, tetapi ada juga yang masih kesulitan mengenali huruf atau memahami isi bacaan. Selain itu, minat baca sebagian siswa masih rendah, terutama jika teksnya panjang atau kurang menarik. Fasilitas buku bacaan yang terbatas juga menjadi kendala, sehingga saya berinisiatif membuat pojok baca kelas sederhana dengan mengumpulkan buku-buku cerita dari donasi guru dan orang tua.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, saya mencoba mengombinasikan kegiatan membaca dengan aktivitas kreatif, seperti bermain peran berdasarkan cerita atau membuat komik sederhana dari isi bacaan agar siswa tetap semangat dan terlibat aktif.