Aplikasi Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia (Petualangan Detektif Pantun)

Detektif Pantun - SD Eka Tjipta Terawan

DETEKTIF PANTUN

Kelas 5 SD Eka Tjipta Terawan

🕵️‍♂️✨

Misi Detektif: Pecahkan Rahasia Pantun!

Halo detektif cilik! Sebelum kita menangkap pencuri rima di kota, mari kita pelajari dahulu petunjuk dan formula rahasia tentang Pantun agar misimu sukses besar!

Apa itu Pantun?

Pantun adalah jenis puisi lama asli Nusantara yang sangat terkenal. Dahulu, pantun diucapkan langsung dengan lisan, tapi sekarang banyak juga yang ditulis. Pantun digunakan untuk menyampaikan nasihat, menghibur, atau mendidik.

4 Rumus Rahasia Pantun

  • 1. Satu bait terdiri atas 4 baris.
  • 2. Tiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata.
  • 3. Baris 1 & 2 adalah Sampiran (pengantar saja). Baris 3 & 4 adalah Isi (pesan utama).
  • 4. Memiliki rima akhir bersilang a-b-a-b.

Bedah Anatomi Pantun

Baris 1: Ku-pas pi-sang de-ngan pi-sau (u) Sampiran (a)
Baris 2: Makan bersama di atas tikar (ar) Sampiran (b)
Baris 3: Janganlah kamu merasa risau (u) Isi (a)
Baris 4: Rajin belajar jadi pintar (ar) Isi (b)

Jenis-Jenis Pantun (Berdasarkan Isi)

💡 Pantun Nasihat

Berisi pesan moral, ajakan berbuat baik, serta nilai budi pekerti.

😂 Pantun Jenaka

Berisi hal lucu dan menarik untuk menghibur hati yang sedih.

❓ Pantun Teka-Teki

Berisi pertanyaan seru di bagian isi yang menuntut jawaban.

© 2026 SD Eka Tjipta Terawan. Dibuat dengan cinta untuk pembelajaran Bahasa Indonesia interaktif.

Analisis Dampak Teknologi Terhadap Siswa Studi Kasus: Siswa Kelas 5 (Usia 10-11 Tahun)

Infografis Penelitian: Dampak Teknologi Siswa Kelas 5
📚

Analisis Dampak Teknologi Terhadap Siswa

Studi Kasus: Siswa Kelas 5 (Usia 10-11 Tahun)

SD Eka Tjipta Terawan

📊 Profil Penggunaan Teknologi

📱

Akses Perangkat Pribadi

85%

Siswa memiliki akses ke smartphone atau tablet di luar jam sekolah.

⏱️

Rata-rata Durasi Layar

3.5 Jam

Per hari untuk kombinasi hiburan dan tugas sekolah digital.

🎮

Aktivitas Utama

60%

Waktu layar digunakan untuk media interaktif dan game edukasi.

1. Fokus & Konsentrasi

Penggunaan teknologi membawa tantangan ganda bagi siswa usia 10-11 tahun. Di satu sisi, elemen visual meningkatkan atensi, namun di sisi lain, notifikasi memecah konsentrasi (multitasking yang tidak efektif).

💡 Temuan: Siswa cenderung kehilangan fokus mendalam (deep work) akibat kebiasaan "scrolling" cepat.

2. Motivasi Belajar

Media pembelajaran berbasis teknologi sangat mempengaruhi motivasi intrinsik. Gamifikasi dan kuis interaktif terbukti menjadi pendorong utama semangat belajar dibandingkan metode konvensional.

🚀 Temuan: Elemen kompetisi sehat dalam platform digital meningkatkan partisipasi aktif hingga 78%.

3. Hasil Belajar (Kognitif)

Analisis perbandingan nilai rata-rata kelas 5 dalam tiga semester terakhir (sebelum dan sesudah integrasi teknologi intensif). Tren menunjukkan peningkatan signifikan pada mata pelajaran yang membutuhkan visualisasi ruang dan data.

Dampak Positif: Akses instan ke informasi kaya visual membuat konsep Sains dan Bahasa lebih mudah dicerna.
Dampak Negatif: Ketergantungan pada kalkulator digital berisiko melemahkan kemampuan algoritma dasar Matematika.

4. Dinamika Interaksi Sosial

Usia 10-11 tahun adalah masa krusial pembentukan empati. Teknologi mengubah lanskap interaksi, memindahkan sebagian besar komunikasi tatap muka ke dalam ruang digital, yang mempengaruhi kecerdasan emosional.

  • Kolaborasi Jarak Jauh Meningkat

    Siswa lebih terampil bekerja sama dalam dokumen bersama dan diskusi online.

  • Kepercayaan Diri Introvert

    Siswa pemalu cenderung lebih berani mengemukakan pendapat via teks tertulis.

  • Penurunan Literasi Emosi (Empati)

    Kurangnya interpretasi bahasa tubuh dan nada suara langsung memicu miskomunikasi.

  • Risiko Isolasi Fisik

    Penurunan waktu bermain di luar ruangan saat jam istirahat sekolah.

Kesimpulan & Rekomendasi Guru

🕒

Manajemen Waktu Layar

Terapkan aturan "Tech-Break" setiap 45 menit pembelajaran untuk mencegah kelelahan mata dan mengembalikan fokus konvensional.

🤽‍♂️

Keseimbangan Sosial

Perbanyak tugas proyek fisik berkelompok (offline) di sekolah untuk menjaga kemampuan membaca isyarat non-verbal dan empati.

🧠

Literasi Digital Kritis

Ajarkan siswa membedakan informasi valid vs hoaks, serta etika berkomunikasi digital yang sopan dan bertanggung jawab.

© 2026 Riset Pendidikan SD Eka Tjipta Terawan. Didesain untuk Analisis Perkembangan Siswa.

27 April 2013

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) SMK SMTR 2: pertemuan 3



Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP)

A.Identitas Sekolah
Sekolah                                   : SMK-YPSEI Palangkaraya
Mata Pelajaran                        : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester                        : X/II
Pertemuan                               : Ketiga
Alokasi Waktu                        : 2 x 45 menit

B. Standar Kompetensi
Berkomunikasi dengan bahasa Indonesia setara tingkat Semenjana

C. Kompetensi Dasar
Menulis dengan memanfaatkan kategori/kelas kata.

D. Indikator
No.
Indikator Pencapaian Kompetensi
Nilai Budaya dan Karakter Bangsa
Kewirausahaan/ Ekonomi Kreatif
1.


Membedakan berbagai macam kategori kelas kata dengan baik.


Mandiri
bersahabat
Demokratis
Tanggung Jawab
Komunikatif
Jujur

Kepemimpinan
2.

Menyebutkan kategori frasa dan macamnya


E. Tujuan Pembelajaran
1.      Siswa mampu membedakan berbagai macam kategori kalas kata dengan baik
2.      Siswa mampu menyebutkan kategori frasa dan macamnya
F. Materi Pembelajaran

A. Kelas Kata

            Kata merupakan unsur utama dalam membentuk kalimat. Selain bentuk dasarnya, kata juga dapat dibentuk melalui proses morfologis, yaitu afiksasi (pengimbuhan), reduplikasi (perulangan), dan komposisi (penggambungan) untuk menyampaikan maksud yang terkandung di dalam kalimat. Dalam kalimat, kata memiliki kedudukan atau jabatan seperti subjek, predikat, objek, dan keterangan. Dalam kaitannya dengan jabatan di  dalam kalimat dan hubungannya dengan fungsi serta makna yang ditunjukkannya, kata dikategorikan ke dalam kelas kata. Dalam perkembangan tata bahasa Indonesia, terdapat banyak rumusan tentang kelas kata oleh para ahli bahasa. Namun secara umum, kelas kata terbagi menjadi berikut ini.
1.   Kata kerja (verba)
2.   Kata sifat (adjektiva)
3.   Kata keterangan (adverbia)
4.   Kata benda (nomina), kata ganti (pronomina), kata bilangan (numeralia)
5.   Kelompok kata tugas ialah : 
1.   Kata Sandang (artikel)
2.   Kata Depan (preposisi)
3.   Kata Hubung (konjungsi)
4.   Partikel
5.   Kata Seru (interjeksi)
1. Kata Kerja (Verba)
            Kata kerja atau verba adalah kata yang menyatakan perbuatan atau tindakan, proses, dan keadaan yang bukan merupakan sifat. Kata kerja pada umumnya berfungsi sebagai predikat dalam kalimat.
Ciri kata kerja:
1.         Dapat diberi aspek waktu, seperti akan, sedang, dan telah
Contoh: akan mandi, akan tidur, sedang makan, telah pulang
2.         Dapat diingkari dengan kata tidak
Contoh: tidak makan, tidak tidur.
3.         Dapat diikuti oleh gabungan kata dengan + KB/KS
Contoh: Pergi dengan adik, menulis dengan cepat.
Macam-macam kata kerja (verba):
a.         Verba dasar bebas, seperti: duduk, makan, mandi, minum, pergi,
pulang, tidur
b.         Verba turunan, terdiri atas:
1.         Verba berafiks:
Contoh: ajari, bernyanyi, bertaburan.
2.         Verba bereduplikasi:
Contoh: bangun-bangun, ingat-ingat, makan-makan, marah-marah.
c.         Verba berproses gabung:
Contoh:  bernyanyi-nyanyi, tersenyum-senyum, makan-makan.
d.         Verba majemuk :
Contoh:  cuci mata, campur tangan, unjuk gigi
e.         Verba transitif (kata kerja yang membutuhkan objek)
Contoh :   -  Saya menulis surat.
                        S         P           O
-   Adik membeli balon.
         S           P        O
f.          Verba intransitif (kata kerja yang tak memerlukan objek)
Contoh :   -  Mereka duduk di taman.                                      
                      S           P               K
            -  Anak-anak itu bersepeda di sepanjang pantai.
                    S                         P                    K
            -   Adik sedang mandi.
                      S           P
2. Kata Sifat (Adjektiva)
            Kata sifat atau adjektiva adalah kata yang menerangkan sifat, keadaan watak, dan tabiat orang/binatang/ benda. Kata sifat umumnya berfungsi sebagai predikat, objek dan penjelas subjek.
Ciri-ciri kata sifat:
1.         Dapat diberi keterangan pembanding lebih, kurang, dan paling Contoh:  lebih indah, kurang bagus, paling kaya.
2.         Dapat diberi keterangan penguat: sangat, amat, benar, terlalu, dan sekali Contoh: sangat senang, amat keras, mahal benar, terlalu berat, sedikit
sekali.
3.         Dapat diingkari dengan kata tidak Contoh: tidak benar, tidak halus, tidak sehat, dan sebagainya
Macam-macam adjektiva:
a.    Ajektiva dasar, seperti  adil, afdol, bangga, baru, cemas, disiplin, anggun, bengkak.
b.    Adjektiva turunan terdiri atas:
1.    Adjektiva berafiks contoh: terhormat, terindah, kesakitan, kesepian, keinggris-inggrisan.
2.    Adjektiva bereduplikasi: contoh:  muda-muda, elok-elok, cantik-cantik.

3.    Adjektiva berafiks –i, -wi, -iah contoh:  abadi, duniawi, insani, ilmiah, rohaniah, surgawi.
c.         Adjektiva deverbalisasi, misalnya:  melengking, terkejut, menggembirakan, meluap.
d.         Adjektiva denominalisasi, misalnya: berapi-api, berbudi, budiman, kesatria, berbusa, dan lain-lain
e.         Adjektiva de-adverbialisasi, misalnya : bersungguh-sungguh, berkurang, bertambah.
f.          Adjektiva denumeralia, misalnya: manunggal, mendua, menyeluruh.
g.         Adjektiva de-interjeksi, misalnya: aduhai, sip, asoy.
h.         Adjektiva majemuk, misalnya: panjang tangan, buta huruf, lupa daratan,  tinggi hati.
i.          Adjektiva eksesif (berlebih-lebihan), misalnya alangkah gagahnya, bukan main kuatnya, Maha kuasa.

3. Kata Keterangan (Adverbia)
            Kata keterangan atau adverbia adalah kata yang memberi keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif, atau kalimat. Macam-macam adverbia:
a.         Adverbia dasar bebas, misalnya: alangkah, agak, akan, amat, nian, niscaya, tidak, paling, pernah, pula, saja, saling.
b.         Adverbia turunan terbagi atas:
1.   Adverbia reduplikasi, misalnya: agak-agak, lagi-lagi, lebih-lebih, paling-paling.
2.   Adverbia gabungan, misalnya: belum boleh, belum pernah, atau tidak mungkin.
3.   Adverbia  yang berasal dari berbagai kelas, misalnya: terlampau, agaknya, harusnya, sebaiknya, sebenarnya, secepat-cepatnya.

4. Kata Benda (Nomina), Kata Ganti (Pronomina), Kata Bilangan (Numeralia)
a. Kata Benda (Nomina)
            Kata benda atau nomina adalah kata yang mengacu kepada sesuatu benda (konkret maupun abstrak).  Kata benda berfungsi sebagai subjek, objek, pelengkap, dan keterangan. Ciri-ciri kata benda:
1. Dapat diingkari dengan kata bukan Contoh : bukan gula, bukan rumah, bukan mimpi, bukan pengetahuan.
2. Dapat diikuti dengan gabungan kata yang + KS (kata sifat) atau yang sangat + KS Contoh : buku yang mahal, pengetahuan yang sangat penting, orang
yang baik. Macam-macam nomina:
a. Nomina bernyawa, misalnya: Umar, Abdullah, nenek, nona, ayah, kerbau, ayam.
b. Nomina tak bernyawa, misalnya: nama lembaga, hari, waktu, daerah, bahasa.
c. Nomina terbilang, misalnya: kantor, rumah, orang, buku.
d. Nomina tak terbilang, misalnya: udara, kebersihan, kemanusiaan.
e. Nomina kolektif, misalnya: cairan, asinan, buah-buahan, kelompok.
f. Nomina ukuran, misalnya: pucuk, genggam, batang, kilogram, inci.
g. Nomina dari   proses nominalisasi, misalnya: keadilan, kenaikan, pembicara, pemotong, anjuran, simpulan, pengumuman, pemberontakan.
h. Nominalisasi dengan si dan sang, misalnya: si kecil, si manis, sangkancil, sang dewi.
i. Nominalisasi dengan yang, misalnya: yang lari, yang berbaju, yang cantik.

b.         Kata Ganti (Pronomina)
            Kata ganti atau pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu pada nomina lain.  Pronomina berfungsi untuk mengganti kata benda atau nomina.
Macam-macam pronomina:
Ada tiga macam pronomina dalam bahasa Indonesia, yakni (1)  pronomina  persona, (2)  pronomina penunjuk  (3)  Pronomina penanya.
1.         Pronomina Persona
a).   Pronomina reduplikasi, misalnya: kita-kita, dia-dia, dan beliau-beliau.
b). Pronomina berbentuk frasa, misalnya: kamu sekalian, aku ini, dia itu.
c). Pronomina takrif, terbatas pada pronomina persona (orang) misalnya:
(a). Pronomina persona I (kata ganti orang I) : saya, aku (tunggal),
dan kami, kita  (jamak) (b). Pronomina persona II (kata ganti orang II) : kamu, engkau,  Anda (tunggal),  dan kalian, Anda  sekalian (jamak)
(c). Pronomina persona III (kata ganti orang III) : ia, dia, beliau  (tunggal), dan  mereka (jamak)
d). Pronomina tak takrif, tidak menunjuk pada orang atau benda tertentu, misalnya : sesuatu, seseorang, barang siapa, siapa, apa-apa, anu, dan masing-masing  sendiri.
2.         Pronomina Penunjuk
Pronomina Penunjuk dalam bahasa Indonesia ada tiga macam.
(a) Pronomina penunjuk umum: ini, itu, dan anu.
(b) Pronomina penunjuk tempat: sini, situ, atau sana.
(c) Pronomina penunjuk ihwal: begini dan begitu.
3.         Pronomina Penanya
Pronomina penanya adalah pronomina yang dipakai sebagai pemarkahpertanyaan. Contoh: siapa, apa, mana, mengapa, kapan, dimana, bagaimana, dan berapa.
c.     Kata Bilangan (Numeralia)
Kata bilangan atau numeralia adalah kata yang dipakai untuk menghitung banyaknya orang, binatang, dan benda. Macam-macam numeralia:
a). Numeralia utama (kardinal), terdiri atas:
(a). Bilangan penuh, misalnya: satu, dua, tiga, puluh, ribu, juta.
(b). Bilangan pecahan, misalnya: sepertiga, duapertiga, lima perenam.
(c). Bilangan gugus, misalnya: selikur (21), lusin, gros, kodi, atau ton.
b). Numeralia tingkat, yaitu numeralia yang menunjukkan urutan atau
struktur Misalnya:  pertama, kesatu, kedua, keempat, ketiga belas.
c). Numeralia kolektif, numeralia yang terbentuk oleh afiksasi, misalnya :  ketiga  (ke + Num), ribuan, ratusan (Num + -an), beratus-ratus, dan bertahun-tahun  (ber- + Num)

5. Kelompok Kata Tugas
Kata tugas terdiri atas:
a.         Kata Sandang (Artikel)
Kata sandang atau artikel adalah kata yang mendampingi kata benda atau yang membatasi makna jumlah orang atau benda. Macam-macam artikel:
a). Artikula/artikel bermakna tunggal, misalnya: sang guru, sang suami, sang juara.
b). Artikula/artikel bermakna jamak, misalnya: para petani, para guru, para ilmuwan.
c). Artikula/artikel bermakna netral, misalnya: si hitam manis, si dia, si terhukum.
d). Artikula/artikel bermakna khusus, misalnya: Sri Baginda, Sri Ratu, Sri Paus (gelar kehormatan),  Hang Tuah, dan Dang Halimah (panggilan pria dan wanita dalam sastra lama)

b.         Kata Depan (Preposisi)
Kata depan atau preposisi adalah kata yang selalu berada di depan kata benda, kata sifat, atau kata kerja untuk membentuk gabungan kata depan (frasa preposisional)


Macam-macam preposisi:

a). Preposisi dasar, misalnya:  di , ke, dari, akan, antara, kecuali, bagi, dalam, daripada, tentang, pada, tanpa, untuk, demi, atas, depan, dekat.
b). Preposisi turunan, terdiri atas:
(a).  gabungan preposisi dan preposisi, misalnya : di depan, ke belakang, dari muka.
(b). gabungan  preposisi + preposisi +  non-preposisi, misalnya : di atas rumah, dari tengah-tengah kerumunan.
(c). gabungan preposisi + kelas kata + preposisi + kelas kata, misalnya dari rumah ke  jalan, dari Bogor sampai Jakarta, dari pagi hingga petang.
c). Preposisi yang menunjukkan ruang lingkup, misalnya sekeliling, sekitar, sepanjang, seputar.

c.         Kata Hubung (Konjungsi)
Kata hubung atau konjungsi adalah kata yang  berfungsi menghubungkan dua kata atau dua kalimat. Macam-macam konjungsi:
a).   Konjungsi penambahan, misalnya: dan, dan lagi, tambahan lagi, lagi pula.
b).   Konjungsi urutan, misalnya: lalu, lantas, kemudian, setelah itu.
c).   Konjungsi pilihan, misalnya: atau
d).   Konjungsi perlawanan, misalnya:  tetapi, sedangkan, namun, sebaliknya, padahal.
e).  Konjungsi menyatakan waktu, misalnya: ketika, sejak, saat, dan lain-lain
f).   Konjungsi sebab-akibat, misalnya: sebab, karena, karena itu, akibatnya dan lain-lain
g). Konjungsi persyaratan, misalnya: asalkan, jikalau, kalau, dan lain-lain
h).  Konjungsi pengandaian, misalnya: andaikata, andaikan, seandainya, seumpamanya.
i).    Konjungsi harapan/tujuan, misalnya: agar, supaya, hingga.
j).    Konjungsi perluasan, misalnya: yang
k).   Konjungsi pengantar objek, misalnya: bahwa
l).    Konjungsi penegasan, misalnya: bahkan dan malahan
m).  Konjungsi pengantar wacana, misalnya: adapun, maka, jadi.

d. Partikel
Partikel adalah kategori atau unsur yang bertugas memulai, mempertahankan, atau mengukuhkan sebuah kalimat dalam komunikasi. Unsur ini digunakan dalam kalimat tanya, perintah dan pernyataan
(berita). Macam-macam partikel:
a).        kah, misalnya: Apakah Bapak Ahmadi sudah datang?
b).        kan, misalnya: Tadi kan sudah dikasih tahu!
c).        deh, misalnya: Makan deh, jangan malu-malu.
d).        lah, misalnya: Tidurlah hari sudah malam!
e).        dong, misalnya: Bagi dong kuenya.
f).        kek, misalnya: cepetan kek, lama sekali.
g).        pun, misalnya:  Membaca pun ia tak bisa.
h).        toh, misalnya: Saya toh tidak merasa bersalah.
i).         yah, misalnya: Yah, apa aku bisa melakukannya?

e.         Kata Seru (Interjeksi)
Kata seru atau interjeksi adalah kata tugas yang dipakai untuk mengungkapkan seruan hati atau berbagai ungkapan perasaan. Macam-macam interjeksi :
a). Seruan atau panggilan, misalnya: hai, ayo, halo, wahai.
b). Keheranan atau kekaguman, misalnya:  aduhai, amboi, astaga, wah.
c). Kesakitan, misalnya: aduh
d). Kekecewaan atau kekesalan, misalnya: uh, brengsek, buset, yaa.
e). Kekagetan, misalnya: lho, masya Allah, Astagfirullah, ya Gusti.
f). Kelegaan, misalnya: Alhamdulillah, nah, syukurlah.
g). Kejijikan, misalnya: bah, cih, cis, hii, idih, ih

B. Frasa  dan  Macamnya

            Frasa adalah bagian kalimat yang terbentuk dari dua kata atau lebih yang hanya menduduki satu fungsi atau jabatan di dalam kalimat. Di dalam kalimat terdapat subjek (S), predikat (P), objek (O), keterangan (K), dan pelengkap (pel).
Contoh :
-   Dokter membaca buku.
        S              P           O
-   Dokter muda  sedang membaca  buku cerita.

            S                        P                                O
-   Dokter muda ganteng sedang asyik membaca buku cerita komik
                        S                      P                                  O
            Pada contoh di atas, kata dokter dapat diperluas menjadi dokter muda, dokter muda ganteng, tapi tetap menduduki satu fungsi di dalam kalimat yaitu,          subjek. Demikian pula dengan membaca, diperluas menjadi sedang membaca dan sedang asyik membaca tetap berkedudukan sebagai predikat. Begitu juga pada kata buku, diperluas menjadi buku cerita dan buku cerita komik tetap berkedudukan sebagai objek.
Frasa dibedakan atas:
1.         Frasa nominal: frasa yang unsur pusatnya kata benda.
Contoh :          -  kamar anak
                        -  buku gambar
2.         Frasa  verbal: frasa yang unsur pusatnya kata kerja.
Contoh :          -  sedang tidur
                        -  telah belajar
3.         Frasa  adjektival: frasa yang unsur pusatnya kata sifat.
Contoh:           -  cukup pintar
                        -  agat lambat
4.         Frasa  adverbial: frasa yang unsur pusatnya kata keterangan.
Contoh:           -  pagi sekali
                        -  sangat tekun
5.         Frasa  preposisional (kata depan): frasa yang terdiri dari unsur kata
depan dan kata benda.
Contoh:           -  di kota
                        -  dari kanto r

G. Metode Pembelajaran
STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD)

H. Strategi pembelajaran
Tatap Muka
Terstruktur
Mandiri
Siswa dapat memahami berbagai macam kategori kelas kata
Siswa dapat membedakan frasa dan macamnya
Membaca dan memahami macam-macam kategori kelas kata
Membedakan berbagai macam frasa
Siswa mampu membedakan berbagai kategori kelas kata
Siswa mampu membedakan berbagai macam frasa

I. Langkah-langkah Pembelajaran
No.
Langkah-langkah Pembelajaran
Alokasi Waktu
Nilai Budaya dan Karakter Bangsa

Kegiatan Awal
1.      Guru melakukan presensi dan apersepsi.
2.      Guru menyampaikan SK, KD, dan tujuan Pembelajaran.
3.      Guru memotivasi siswa tentang pentingnya pembelajaran membedakan berbagai macam kategori kelas kata dan menyebutkan frase dan macamnya.
15 menit
Bersahabat/ komunikatif,
mandiri


Kegiatan Inti
I.  Eksplorasi
1.      Guru menjelaskan meteri pembelajaran
2.      Guru membentuk kelompok siswa yang anggotanya 5 orang secara hiterogen.
II. Elaborasi
1.      Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok berupa materi kepada masing -masing kelompok untuk mempelajarinnya. Sampai setiap anggota kelompok mengerti
2.      Guru memberikan lembar kerja kepada masing-masing siswa, dan setiap siswa tidak diperkenankan untuk saling membantu satu dengan yang lainnya.

III. Konfirmasi
1.      Guru dan murid melakukan tanya jawab
2.      Guru menjelaskan kembali hal-hal yang belum dimengerti.
60 menit
Tanggung jawab
Percaya diri
Jujur
Demokratis

Kegiatan Akhir
1.      Guru memberikan evaluasi
2.      Guru bersama siswa menyimpulkan meteri pembelajaran
3.      Guru menutup pembelajaran
15 menit
Bersahabat/ komunikatif


J. Sumber Alat dan Bahan Belajar

1.      Sumber Belajar            : Buku sekolah elektronik, Buku Panduan Pendidikan Bahasa Indonesia untuk SMK Kelas X Semester I dan II, Pratama Pustaka dan Modul Buku Pintar Bahasa Indonesia
2.      Alat dan Bahan            : Laptop, LCD, Lembar kerja
K. Penilaian
1. Jenis tes     : Tertulis
2. Bentuk tes  : Uraian bebas
Contoh instrumen:
1.        Jelaskan pengertian dengan singkat 5 macam kelas kata?
2.        Sebutkan macam-macam frasa?
Pedoman Penskoran
No.
Aspek yang dinilai

Skor

1.

2.

3.

4.

5.

6.

Siswa mampu menjelaskan dengan singkat 5 macam kelas kata
Siswa mampu menjelaskan dengan singkat 4 macam kelas kata
Siswa mampu menjelaskan dengan singkat 3 macam kelas kata
Siswa mampu menjelaskan dengan singkat 2 macam kelas kata
Siswa mampu menjelaskan dengan singkat 1 macam kelas kata
Siswa tidak mampu menjelaskan dengan singkat 5 macam kelas kata
50

40

30

20

10

0
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Siswa mampu menyebutkan 5 macam frasa
Siswa mampu menyebutkan 4 macam frasa
Siswa mampu menyebutkan 3 macam frasa
Siswa mampu menyebutkan 2 macam frasa
Siswa mampu menyebutkan 1 macam frasa
Siswa tidak mampu menyebutkan 5 macam frasa

50
40
30
20
10
0

Jumlah
100




Kunci Jawaban:
No : 1
1.      Kata Kerja (Verba): Kata kerja atau verba adalah kata yang menyatakan perbuatan atau tindakan, proses, dan keadaan yang bukan merupakan sifat.
2.      Kata Sifat (Adjektiva): Kata sifat atau adjektiva adalah kata yang menerangkan sifat, keadaan watak, dan tabiat orang/binatang/ benda.
3.      Kata Keterangan (Adverbia): Kata keterangan atau adverbia adalah kata yang memberi keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif, atau kalimat.
4.      Kata Benda (Nomina): Kata benda atau nomina adalah kata yang mengacu kepada sesuatu benda (konkret maupun abstrak).
5.      Kelompok kata tugas: Kata tugas terdiri dari kata sandang, kata depan, kata hubung, partikel dan kata seru.
No : 2
1. Frasa nominal: frasa yang unsur pusatnya kata benda.
2. Frasa  verbal: frasa yang unsur pusatnya kata kerja.
3. Frasa  adjektival: frasa yang unsur pusatnya kata sifat.
4. Frasa  adverbial: frasa yang unsur pusatnya kata keterangan.
5. Frasa  preposisional (kata depan): frasa yang terdiri dari unsur kata
depan dan kata benda.

Rentang skor   :1-100                                     
Skor Maksimal            : 100               
Soal : 2
                        Skor Perolehan
Nilai Akhir =                                     x 100
                        Skor Maksimal (100)
                                                                                                Palangkaraya,  Februari 2013
                                                                                                            Praktikan,



                                                                                                            Eka Rahmady Hardianto
                                                                                                            AAB 109083

                        Dosen Pembimbing,                                        Guru Pamong,




                        Idalaila, M. Pd.                                               Novianti Leonara, S.Pd
                        NIP 19780914 200212 2 002                         NIP 19850805 201101 2 024



Mengetahui:
Kepala Sekolah,



Dra. Rantian
NIP 19660323 199501 2 001