05 Februari 2026
30 Januari 2026
29 Januari 2026
JEJAK KEJAYAAN NUSANTARA
24 Januari 2026
Pelatihan LITERASI
- Selama ini, bagaimana pengalaman Bapak/Ibu mengajarkan membaca di kelas?
Selama ini, pengalaman saya mengajarkan membaca di kelas cukup beragam. Di SD Eka Tjipta Terawan , saya berusaha menciptakan suasana belajar membaca yang menyenangkan dan bermakna. Saya biasanya kegiatan dimulai dengan membaca bersama ( shared reading ) menggunakan cerita anak yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti cerita tentang lingkungan sekolah atau hewan peliharaan. Dari pengalaman tersebut, saya melihat bahwa siswa lebih antusias ketika teks bacaan dikaitkan dengan pengalaman nyata mereka. Selain itu, saya juga menggunakan metode membaca bergiliran agar setiap siswa mendapat kesempatan untuk berlatih membaca dengan percaya diri. - Seperti apa kegiatan membaca yang dilakukan di kelas Bapak/Ibu?
Kegiatan membaca di kelas dilakukan dalam beberapa bentuk. - Pada kegiatan awal, kami biasanya membaca bersama-sama teks yang ditampilkan di layar atau buku paket.
- Kemudian dilanjutkan dengan membaca mandiri di mana siswa memilih buku dari sudut baca kelas yang telah disediakan.
- Setelah itu, siswa diajak untuk berdiskusi ringan tentang isi bacaan, misalnya menyebutkan tokoh, alur, atau pesan moral dalam cerita.
- Pada akhir kegiatan, siswa menuliskan refleksi singkat atau gambar sederhana tentang hal yang paling mereka sukai dari bacaan hari itu.
Contohnya, ketika membaca cerita “Si Kancil dan Buaya” , siswa tidak hanya membaca teks, tetapi juga diminta menggambar bagian cerita yang paling menarik dan menjelaskan akomodasi kepada teman-teman. - Apa saja tantangan yang dihadapi dalam kegiatan membaca?
Tantangan yang sering saya hadapi di SD Eka Tjipta Terawan adalah perbedaan kemampuan membaca antar siswa . Ada beberapa siswa yang sudah lancar membaca, tetapi ada juga yang masih kesulitan mengenali huruf atau memahami isi bacaan. Selain itu, minat baca sebagian siswa masih rendah , terutama jika teksnya panjang atau kurang menarik. Fasilitas buku bacaan yang terbatas juga menjadi kendala, sehingga saya berinisiatif membuat pojok baca kelas sederhana dengan mengumpulkan buku-buku cerita dari donasi guru dan orang tua.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, saya mencoba mengombinasikan kegiatan membaca dengan aktivitas kreatif , seperti bermain peran berdasarkan cerita atau membuat komik sederhana dari isi bacaan agar siswa tetap semangat dan terlibat aktif.
π¨ WASPADA “PODGETER” BERKEDOK VAPE π¨
30 Juli 2025
Situs AI
19 Juli 2025
Tujuan TKA Kemdikbud
Perbedaan Pedagogi, Pedagogik, dan Pedagogis
18 Juli 2025
CP Terpenting dalam memahami 8 Profil Lulusan 2025
Fakta-fakta di permen no 13 tahun 2025
16 Juli 2025
Permen Perubahan Peraturan Mentri Nomer 13 Tahun 2025
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 13 TAHUN 2025
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI NOMOR 12 TAHUN 2024 TENTANG KURIKULUM PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, JENJANG PENDIDIKAN DASAR, DAN JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH
Selengkapnya, tentang muatan kurikulum terbaru silahkan baca atau unduh di:
https://drive.google.com/file/d/1cU8No8baXrMOqUw56nuMoYFWRvAazzFC/view?usp=sharing
Sumber: Datadikdasmen
POIN PENTING TERKAIT UPDATE PERUBAHAN KURIKULUM
⚠️⚠️⚠️BERIKUT POIN PENTING TERKAIT UPDATE PERUBAHAN KURIKULUM
Perubahan Kurikulum, Bukan Pergantian
- Perubahan kurikulum adalah revisi, bukan pergantian kurikulum baru.
- Dua kurikulum yang masih berlaku: Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.
Poin-Poin Penting
1. Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka: Sekolah yang masih menerapkan Kurikulum 2013 dapat mengubah ke Kurikulum Merdeka tanpa pendaftaran.
2. Standar yang Diubah: Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi diubah, sedangkan Standar Proses dan Standar Penilaian tetap.
3. Permendikbudristek 12/2024: Peraturan ini akan diubah beberapa pasal untuk memasukkan pembelajaran mendalam, KKA, profil lulusan, dan bentuk-bentuk kokurikuler.
4. Dokumen Draft Kurikulum: Dokumen yang beredar bukanlah draft terakhir dan hanya untuk kurikulum sekolah rakyat.
5. Penghapusan Istilah P5: Istilah P5 akan dihapus dan digantikan dengan terminologi kokurikuler.
6. Bentuk-Bentuk Kokurikuler: Kokurikuler tidak hanya P5, tetapi juga meliputi penguatan 7 KIAH, penguatan profil lulusan, pembelajaran lintas mapel seperti STEM, dan lain-lain.
7. Koordinator Kokurikuler: Koordinator P5 tidak ada lagi, tetapi akan digantikan dengan koordinator pembelajaran berbasis projek atau koordinator kokurikuler.
8. Alokasi Waktu: Masih ada pemisahan alokasi intrakurikuler dan kokurikuler, dan pelaksanaan kokurikuler dapat dilakukan dengan model blok atau reguler.
9. Revisi CP: CP akan direvisi untuk mengurangi kepadatan materi, dan buku-buku lama masih dapat digunakan.
10. Perubahan Permendikbudristek 12/2024: Perubahan sudah selesai harmonisasi, tinggal menunggu
Sumber : Datadikdasmen
11 Juli 2025
Rumus Pembelajaran Mendalam
Pengertian 8 Dimensi Lulusan dalam pembelajaran mendalam
Barcelona vs Inter Milan Head To Head:
29 Mei 2025
Dalang Muda Generasi Z
Sumber: https://katakutip.com/sedekah-bumi-kelurahan-leteh-perdana-usai-puluhan-tahun-vakum/2/
Ki Wangsit Winursito adalah seorang dalang muda yang berasal dari generasi Z dan terkenal karena inovasinya dalam pementasan wayang kulit. Ki Wangsit, yang masih berusia 20-an, telah menarik perhatian publik karena pendekatan modern yang ia sisipkan dalam pementasan wayang tradisional.
Berikut adalah beberapa poin penting tentang Ki Wangsit Winursito: Dalang Muda Generasi Z:
- Ki Wangsit merupakan salah satu dalang muda yang masih jarang ditemui dalam dunia pedalangan tradisional.
- Inovasi dalam Pementasan:Ki Wangsit dikenal karena kreativitasnya dalam menyisipkan unsur modern dalam pementasan wayang kulit, seperti memasukkan karakter "Anomali Brainrot" dan tokoh "Tung Tung Tung Sahur" dalam pementasan.
- Bagian dari Sanggar Seni Cakraningrat:Ki Wangsit merupakan bagian dari Sanggar Seni Cakraningrat yang diasuh oleh ayahnya, Ki Sigid Ariyanto.
- Pementasan di Haul Eyang Djoego:Ki Wangsit pernah mempraktekkan pementasan wayang kulit dalam acara Haul Eyang Djoego ke-155, yang menarik perhatian banyak orang. Pementasan ini juga menampilkan inovasi seperti memasukkan tokoh "Tung Tung Tung Sahur" dan pasukan "Anomali" dalam pewayangan, yang membuat penonton tertawa dan terhibur. Berikut Vidio Penampilannya di Youtube di Link : Sumber Youtube
- Sumber : https://www.google.com/search?q=Ki+Wangsit+Winursito&oq=Ki+Wangsit+Winursito&gs_lcrp=EgZjaHJvbWUyBggAEEUYOTIGCAEQRRg90gEHMjUzajBqNKgCALACAQ&sourceid=chrome&ie=UTF-8&safe=active&ssui=on
13 Mei 2025
Irigasi Otomatis
11 Mei 2025
Wawancara Pau CubarsΓ setelah pertandingan melawan Borussia Dortmund
03 Mei 2025
WAWANCARA LAMINE YAMAL BERSAMA CBS Sports Golazo
17 Desember 2024
Sejarah kelapa sawit (Elaeis guineensis) di Indonesia

Sejarah kelapa sawit (Elaeis guineensis) di Indonesia
berawal pada tahun 1848, ketika orang Belanda membawa empat biji kelapa sawit
dari Bourbon, Mauritius, dan Hortus Botanicus, Amsterdam, Belanda. Keempat biji
kelapa sawit itu kemudian ditanam di Kebun Raya Bogor dan ternyata berhasil
tumbuh dengan subur. Setelah berbuah, biji-biji dari induk kelapa sawit
tersebut disebar ke Sumatra.
Kelapa sawit (Elaeis guineensis) bukan tanaman asli
Indonesia. Tanaman ini merupakan tanaman asli dari Afrika Barat dan Afrika
Tengah.[1] Di Indonesia, sejarah kelapa sawit berawal dari empat biji kelapa
sawit yang dibawa oleh Dr. D. T. Pryce,[2] masing-masing dua benih dari
Bourbon, Mauritius dan dua benih lainnya berasal dari Hortus Botanicus,[3]
Amsterdam, Belanda, pada tahun 1848.
Empat biji kelapa sawit tersebut kemudian ditanam di Kebun
Raya Bogor yang ketika itu dipimpin oleh Johanes Elyas Teysman dan berhasil
tumbuh dengan subur.[5] Di Kebon Raya Bogor, pohon kelapa sawit tersebut tumbuh
tinggi dengan ketinggian 12 meter dan menjadi pohon kelapa sawit tertua di Asia
Tenggara.[6] Namun, pada 15 Oktober 1989, induk pohon kelapa sawit itu mati.
Pada tahun 1853 atau lima tahun setelah ditanam, pohon
kelapa sawit di Kebon Raya Bogor menghasilkan buah. Biji-biji kelapa sawit itu
kemudian disebar secara gratis, termasuk dibawa ke Sumatra pada tahun 1875,[1]
untuk menjadi tanaman hias di pinggir jalan.[3] Tidak disangka, ternyata kelapa
sawit tumbuh subur di Deli, Sumatera Utara, pada tahun 1870-an, sehingga
bibit-bibit kelapa sawit dari daerah ini terkenal dengan nama kelapa sawit
"Deli Dura".[6]
Semula, orang-orang Belanda tidak terlalu menaruh perhatian
besar terhadap kelapa sawit. Mereka lebih mengenal minyak kelapa. Namun,
revolusi industri (1750–1850) yang terjadi di Eropa, mendorong terjadinya
lonjakan permintaan terhadap minyak. Hal ini mendorong pemerintahan Hindia
Belanda mencoba melakukan penanaman kelapa sawit di beberapa tempat. Percobaan
penanaman kelapa sawit pertama kali dilakukan di Karesidenan Banyumas antara
tahun 1856 hingga 1870, namun tidak menghasilkan minyak yang baik meski berbuah
empat tahun lebih cepat dibandingkan di Afrika yang membutuhkan waktu 6–7
tahun. Selanjutnya, percobaan penanaman kedua dilakukan pemerintahan Hindia
Belanda di Palembang, di Muara Enim tahun 1869, Musi Ulu tahun 1870, dan
Belitung tahun 1890. Namun, hasilnya masih kurang baik, karena cuaca di
Palembang, yang tidak cocok. Hal yang sama juga terjadi di Banten, meski coba
dilakukan perkebunan kelapa sawit pada tahun 1895.[3]
Kehadiran perusahaan-perusahaan perkebunan asing juga
didorong oleh pemberlakuan UU Agraria (Agrarisch Wet) oleh pemerintah Hindia
Belanda pada tahun 1870. Undang-undang ini memberikan konsesi berupa hak guna
usaha atau hak erfpacht kepada para pemodal asing.[7]
Perkebunan kelapa sawit berskala besar kemudian dibuka untuk
pertama kalinya pada tahun 1911 oleh perusahaan yang didirikan oleh Adrien
Hallet asal Belgia dan K. Schadt di Pantai Timur Sumatra (Deli) dan Sungai
Liat, Aceh, melalui perusahaannya yang bernama Sungai Liput Cultuur
Maatschappij,[3] dengan luas 5.123 hektare.[6]
Pada tahun 1911 tercatat ada tujuh perusahaan perkebunan
kelapa sawit, yakni Onderneming Soengei Lipoet, Onderneming Kuala Simpang, N.V
Moord Sumatra Rubber Maatschappij, Onderneming Soengei Ijoe, Tanjung Suemanto',
Batang Ara, dan Mopoli, yang sebagian besar memiliki kebun-kebun karet. Di Aceh
Timur pada tahun 1912 terdapat 18 konsesi perkebunan karet dan kelapa sawit dan
kembali bertambah menjadi 20 perusahaan perkebunan pada tahun 1923, dengan
rincian 12 adalah perusahaan perkebunan karet, tujuh perkebunan kelapa sawit
dan satu perkebunan kelapa.[8]
Pada tahun 1910, organisasi perusahaan perkebunan bernama
Algemene Vereneging voor Rubberpalnters ter Oostkus van Sumatera (AVROS),
berdiri di Sumatera Utara dan Rantau Panjang, Kuala Selangor.[6] AVROS
merupakan organisasi yang menaungi berbagai macam perusahaan perkebunan dengan
didasari kepentingan yang sama, yakni menyikapi persoalan yang timbul, seperti
kekurangan pekerja perkebunan, menjalin hubungan dengan sesama pengusaha dan
komunikasi dengan pemerintah, dan permasalahan transportasi
Plantation Nord Sumatra (PNS Ltd) sebesar 60% dan Republik
Indonesia sebesar 40%. Setelah itu, Socfindo baru kembali membuka lagi area
perkebunan baru di Sumatera Utara, yakni di Bangun Bandar/Tanjung Maria dan Aek
Loba/Padang Pulo (1970), Aek Pamienke (1979), dan Tanah Gambus/Lima Puluh
(1982).[15] Kepemilikan saham tersebut kembali berubah menjadi PNS Ltd 90% dan
Republik Indonesia sebesar 10% pada tahun 2001.[15]
PP London Sumatra Indonesia
sunting
Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia (dikenal
dengan Lonsum) berdiri pada tahun 1906 oleh Harrisons & Crosfield Plc yang
berbasis di London, Inggris. Meski sudah memiliki diversifikasi perkebunan
tanaman karet, teh, dan kakao, Lonsum pada awal kemerdekaan masih
mengkonsentrasikan lini bisnisnya pada tanaman karet, sedangkan kelapa sawit
baru mulai produksi pada tahun 1980-an.[17]
Pada tahun 1994, Harrisons & Crosfield menjual 100%
kepemilikan sahamnya di Lonsum kepada PT Pan London Sumatra Plantation.
Indofood Agri Resources Ltd melalui PT Salim Ivomas Pratama kemudian menguasai
Lonsum pada Oktober 2007
Bakrie Sumatera Plantations adalah perusahaan perkebunan
kelapa sawit yang berdiri pada tahun 1911 dengan nama Naamlooze Vennootschap
Hollandsch Amerikaansche Plantage Maatschappij, yang awalnya adalah perusahaan
perkebunan karet. Pada tahun 1957, nama perusahaan berganti nama menjadi PT
United States Rubber Sumatera Plantations setelah diakuisisi oleh Uniroyal
Inc.[18]
Selanjutnya, pada tahun 1965, pemerintah Indonesia melakukan
nasionalisasi terhadap PT United States Rubber Sumatera Plantations. Pada tahun
1985, nama perusahaan berganti menjadi PT Uniroyal Sumatera Plantations (UNSP)
dan setahun kemudian sebanyak 75% saham perusahaan diakuisisi oleh PT Bakrie
& Brothers. Nama perusahaan pun berganti nama menjadi PT United Sumatera
Plantations dan tahun 1992 kembali berganti nama menjadi PT Bakrie Sumatera
Plantations.[18]
Meski awalnya adalah perusahaan perkebunan karet, PT Bakrie
Sumatera Plantations pada tahun 2019 hanya memiliki area kebun karet seluas
16.532 hektare di Sumatera Utara melalui PT BSP Kisaran, Bengkulu seluas 2.610
hektare melalui PT AMR, dan di Lampung seluas 3.331 hektare melalui PT HIM.[18]
Per September 2019, PT Bakrie Sumatera Plantations memiliki
area perkebunan inti kelapa sawit yang telah ditanami seluas 43.262 hektare di
Sumatera Utara melalui PT BSP Kisaran (9.924 hektare) dan PT GLP (7.626
hektare); di Sumatera Barat melalui PT BPP (8.820 hektare) dan PT CCI (1.965
hektare); di Jambi melalui PT AGW (4.387 hektare) dan PT SNP (6.111 hektare);
dan di Kalimantan Selatan melalui PT MIB seluas 4.429 hektare. Adapun
perkebunan plasma seluas 14.976 hektare, dengan rincian seluas 6.347 hektare di
Sumatera Barat melalui PT BPP, 7.701 hektare di Jambi melalui PT AGW, dan 928
hektare di Jambi melalui PT SNP.[18]
Perusahaan memiliki lima pabrik pengolahan kelapa sawit,
berkapasitas 225 metrik ton, masing-masing dua pabrik di Sumatera Utara, satu
pabrik di Sumatera Barat, dan dua pabrik di Jambi. Selain itu ada lima pabrik
pengolahan oleo chemical, yakni satu pabrik pengolahan Fatty Acid FSC
berkapasitas 52.800 metrik ton per tahun di Tanjung Morawa, Sumatera Utara dan
empat pabrik pengolahan fatty acid di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, yakni
fatty acid I berkapasitas 99 ribu metrik ton/tahun, pabrik pengolahan fatty
alcohol I berkapasitas 33 ribu metrik ton/tahun, pabrik pengolahan fatty acid
II berkapasitas 82.500 metrik ton/tahun, dan pabrik pengolahan fatty alcohol II
berkapasitas 99 ribu metrik ton/tahun.[18
#galerisawit
#seharahsawit
#TirtaKahyanganNirankara
#BerdaulatDalamIklim
#TataKlimatNusantara
#RekayasaCuacaTehnologi
#Camarwan
#BerdaulatCuaca
#TMCBerdaulatPangan&Energi
#TeamRekayasaCuaca
#IndonesiaCuacaBerdaulat
#TMCberbasisFlare
#PupukTopska
#PupukHigphos
-
Assalamualaikum bapak/ibu guru habat! salam sahabat pembatik. Berikut kami sampaikan hasil praktik baik kami tentang MPI. Ini merupakan tug...
-
Pemilihan umum adalah salah satu mekanisme yang paling mendasar dalam sebuah sistem demokrasi. Proses ini memberikan hak kepada warga ...
-
Dalam konteks pendidikan di Indonesia, khususnya yang mengadopsi pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), terdapat 8 di...

.png)






.jpg)