Aplikasi Materi Pembelajaran Bahasa Indonesia (Petualangan Detektif Pantun)

Detektif Pantun - SD Eka Tjipta Terawan

DETEKTIF PANTUN

Kelas 5 SD Eka Tjipta Terawan

๐Ÿ•ต️‍♂️✨

Misi Detektif: Pecahkan Rahasia Pantun!

Halo detektif cilik! Sebelum kita menangkap pencuri rima di kota, mari kita pelajari dahulu petunjuk dan formula rahasia tentang Pantun agar misimu sukses besar!

Apa itu Pantun?

Pantun adalah jenis puisi lama asli Nusantara yang sangat terkenal. Dahulu, pantun diucapkan langsung dengan lisan, tapi sekarang banyak juga yang ditulis. Pantun digunakan untuk menyampaikan nasihat, menghibur, atau mendidik.

4 Rumus Rahasia Pantun

  • 1. Satu bait terdiri atas 4 baris.
  • 2. Tiap baris terdiri dari 8 sampai 12 suku kata.
  • 3. Baris 1 & 2 adalah Sampiran (pengantar saja). Baris 3 & 4 adalah Isi (pesan utama).
  • 4. Memiliki rima akhir bersilang a-b-a-b.

Bedah Anatomi Pantun

Baris 1: Ku-pas pi-sang de-ngan pi-sau (u) Sampiran (a)
Baris 2: Makan bersama di atas tikar (ar) Sampiran (b)
Baris 3: Janganlah kamu merasa risau (u) Isi (a)
Baris 4: Rajin belajar jadi pintar (ar) Isi (b)

Jenis-Jenis Pantun (Berdasarkan Isi)

๐Ÿ’ก Pantun Nasihat

Berisi pesan moral, ajakan berbuat baik, serta nilai budi pekerti.

๐Ÿ˜‚ Pantun Jenaka

Berisi hal lucu dan menarik untuk menghibur hati yang sedih.

❓ Pantun Teka-Teki

Berisi pertanyaan seru di bagian isi yang menuntut jawaban.

© 2026 SD Eka Tjipta Terawan. Dibuat dengan cinta untuk pembelajaran Bahasa Indonesia interaktif.

Aplikasi Game Interaktif Coding AI Fase C

Coding & AI Adventure

๐Ÿค–

R-05

⚡๐Ÿ”ง๐Ÿ›ฐ️

Pemain-
Level1 / 10
Skor0
Energi R-05❤️❤️❤️❤️❤️
Progress 0%
๐Ÿ†

17 Oktober 2026

Aplikasi MPI Bahasa Indonesia (Menceritakan peristiwa dengan kalimat sendiri sesuai dengan gambar. (nontest) Kelas 5 SD Semester 1

 

Cerita dari Gambar
Cerita dari Gambar

Bahasa Indonesia · Kelas 5

Setiap gambar punya cerita.

Isi identitasmu, lalu belajar bercerita tentang hobi dengan bahasamu sendiri.

Identitas ini membantu melanjutkan belajar, bukan kata sandi atau login pribadi. Gunakan hanya dengan arahan guru.

Amati gambar. Temukan peristiwa. Ceritakan!


15 Oktober 2026

1.2. Aktivitas Pembelajaran (Kegiatan 1) Rencana Strategi Perbaikan Pembelajaran IPAS Kelas IV

 

Rencana Strategi Perbaikan Pembelajaran IPAS Kelas IV

Topik: Siklus Air (Evaporasi, Kondensasi, Presipitasi)

Alokasi Waktu: 2 JP (2 x 35 Menit)

Tujuan Utama: Mengubah pemahaman murid dari sekadar menghafal istilah (rote learning) menjadi memahami proses dan konsep secara mendalam (deep learning).

1. Pendekatan & Media Pembelajaran Realistis

  • Metode: Demonstrasi Interaktif + Eksperimen Sederhana Berkelompok (Struktur 15-25-20-10 menit).
  • Alat & Bahan Sederhana (Mudah Didapat di Sekolah):
    • Gelas plastik transparan / mangkuk bening.
    • Air hangat/panas (disiapkan guru demi keamanan).
    • Plastik bening/transparan dan karet gelang.
    • Es batu secukupnya.

2. Skenario Pelaksanaan di Kelas (Alokasi Waktu 70 Menit)

  • Pendahuluan (10 Menit) – Pertanyaan Pemantik:
    • Guru tidak langsung menayangkan PPT istilah sains.
    • Guru membawa baju/kain basah yang dijemur di depan kelas atau menunjukkan gelas berisi air es.
    • Pertanyaan: "Anak-anak, kalau baju basah dijemur di bawah matahari, airnya hilang ke mana ya?" (Mengarahkan anak berpikir tentang konsep penguapan/evaporasi secara alami).
  • Kegiatan Inti: Eksperimen Mini "Siklus Air dalam Gelas" (35 Menit):
    • Tahap 1 (15 Menit): Murid dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 anak). Setiap kelompok menerima 1 gelas berisi air hangat dari guru, lalu menutup rapat bagian atas gelas dengan plastik bening yang diikat karet, kemudian meletakkan es batu di atas plastik tersebut.
    • Tahap 2 (10 Menit): Murid mengamati apa yang terjadi di dalam gelas selama 5–10 menit:
      1. Uap air naik dari air hangat ke atas (Evaporasi).
      2. Muncul titik-titik air di bawah permukaan plastik karena dinginnya es (Kondensasi).
      3. Tetesan air mulai jatuh kembali ke dasar gelas (Presipitasi).
    • Tahap 3 (10 Menit): Murid menggambarkan apa yang mereka lihat pada Lembar Kerja Murid (LKM) sederhana dan menghubungkan fenomena tersebut dengan istilahnya.
  • Diskusi & Konfirmasi Konsep (15 Menit):
    • PPT hanya digunakan di akhir selama 5–10 menit sebagai alat konfirmasi/pemberian penguatan visual (bukan sebagai media utama ceramah).
    • Murid mempresentasikan hasil pengamatan singkat dengan kalimat sendiri: "Airnya menguap karena hangat, pas ketemu dingin es di atas jadi bintik air, terus menetes lagi."
  • Penutup & Asesmen Formatif Singkat (10 Menit):
    • Guru memberikan refleksi singkat berbasis pemahaman proses melalui pertanyaan terbuka di lembar kertas kecil (Exit Ticket):
      • "Coba jelaskan dengan bahasamu sendiri, bagaimana hujan bisa terjadi setelah air laut terkena panas matahari?"

3. Pertimbangan Keterlaksanaan (Alasan Strategi Ini Realistis)

  • Hemat Biaya & Alat: Menggunakan bahan bekas/sehari-hari (gelas plastik, es, air panas) yang tidak membebani anggaran sekolah maupun orang tua.
  • Aman bagi Anak SD: Penggunaan air hangat diawasi langsung oleh guru saat penuangan ke gelas murid.
  • Efisiensi Waktu: Waktu ceramah dipangkas dari 45 menit menjadi hanya 10 menit penguatan di akhir, sehingga murid aktif berdiskusi dan mengamati langsung selama sebagian besar jam pelajaran.

1.2. Aktivitas Pembelajaran (Kegiatan 1) Analisis kasus pembelajaran IPAS Kelas IV menggunakan tahapan Siklus TET (Teacher Experimental Training):

 

Analisis kasus pembelajaran IPAS Kelas IV menggunakan tahapan Siklus TET (Teacher Experimental Training):

Informasi & Data Kunci Kasus

  • Mata Pelajaran & Topik: IPAS Kelas IV (Siklus Air).
  • Metode Mengajar: Ceramah/penjelasan satu arah menggunakan PPT selama 45 menit.
  • Hasil Asesmen: 70% murid hafal istilah (evaporasi), tetapi hanya 25% murid yang benar-benar paham dan dapat menjelaskan prosesnya.
  • Akar Masalah: Pembelajaran bersifat hafalan (rote learning), belum melatih pemahaman konsep secara mendalam (deep learning).

Analisis Sistematis Berdasarkan Tahapan Siklus TET

1. Identifikasi (Kebutuhan Pengembangan Kompetensi Guru)

  • Kebutuhan Pedagogis: Guru perlu mengalihkan pendekatan mengajar dari transfer informasi satu arah (teacher-centered) menjadi pembelajaran aktif berbasis pemodelan atau eksperimen langsung (student-centered).
  • Pemahaman Konsep vs Hafalan: Guru membutuhkan keterampilan merancang aktivitas yang membantu siswa memvisualisasikan dan menghubungkan konsep abstrak (seperti evaporasi, kondensasi, presipitasi) dengan fenomena nyata.
  • Penggunaan Media Belajar: Guru perlu mengembangkan media interaktif atau simulasi sederhana alih-alih hanya mengandalkan slide PPT yang statis.

2. Desain (Perumusan Solusi)

  • Rancangan Strategi Pembelajaran: Mengganti metode penjelasan PPT full-45 menit dengan pendekatan Eksperimen Sederhana & Media Visual Interaktif.
  • Langkah Solusi:
    • Eksperimen Mini "Siklus Air dalam Mangkuk/Plastik Zip": Murid mengamati air hangat yang ditutup plastik transparan berisi es batu untuk melihat langsung proses penguapan (evaporasi) dan pengembunan (kondensasi).
    • Diskusi Terbimbing & Diagram Interaktif: Murid menggambar dan menjelaskan kembali alur proses berdasarkan hasil pengamatan eksperimen, bukan sekadar menghafal istilah dari Slide PPT.
    • Asesmen Formatif Berbasis Penjelasan: Menggunakan rubrik pemahaman konsep (misal: "Jelaskan apa yang terjadi pada air saat terkena panas matahari?") alih-alih soal pilihan ganda hafalan.

3. Implementasi (Pelaksanaan Desain)

  • Uji Coba di Kelas: Guru menerapkan rancangan pembelajaran baru pada sesi materi Siklus Air berikutnya.
  • Aktivitas: Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil untuk melakukan eksperimen mini siklus air selama 20 menit, dilanjutkan dengan diskusi kelompok (15 menit), dan presentasi singkat/refleksi (10 menit).
  • Fasilitasi: Guru berperan sebagai fasilitator yang mengajukan pertanyaan pemantik (pemberian scaffolding), seperti: "Ke mana perginya air yang menguap?" atau "Mengapa ada tetesan air di bawah plastik?".

4. Amati dan Refleksi (Evaluasi Proses dan Hasil)

  • Pengamatan Proses: Guru mengamati keterlibatan aktif murid saat eksperimen dan mengukur sejauh mana murid mampu menghubungkan hasil pengamatan dengan istilah sains.
  • Evaluasi Hasil Asesmen Baru: Guru memeriksa kembali tingkat pemahaman murid setelah penerapan eksperimen.
    • Indikator Keberhasilan: Apakah persentase murid yang mampu menjelaskan proses siklus air meningkat dari 25% menjadi lebih tinggi (misal: >75%)?
  • Refleksi Guru: Guru mencatat aspek yang sudah berjalan baik (misal: murid lebih antusias dan paham konsep dasar) serta hal yang masih perlu diperbaiki (misal: manajemen waktu saat eksperimen kelompok) untuk dijadikan bahan perbaikan pada siklus TET berikutnya.

1.2. Aktivitas Pembelajaran Refleksi setelah mempelajari bahan belajar mandiri Modul Adaptasi Siklus TET

 


1.2. Aktivitas Pembelajaran

Refleksi setelah mempelajari bahan belajar mandiri Modul Adaptasi Siklus TET

Nama : Eka Rahmady Hardianto, S.Pd.

1. Hal-hal Baru yang Saya Dapatkan Setelah mempelajari modul ini, saya makin paham bahwa siklus TET (Teacher Experimental Training) sangat membantu kita sebagai guru SD. Poin utama yang saya dapatkan adalah alur kerjanya yang jelas dan berurutan, mulai dari menemukan masalah murid, merancang solusi, mempraktikkannya di kelas, mengamati hasilnya, membenahi yang kurang, hingga berbagi pengalaman dengan rekan guru. Melalui pendekatan ini, kita sebagai guru diajak menjadi "peneliti" di kelas sendiri yang tidak hanya sekadar mengajar dan menyelesaikan materi, melainkan benar-benar mengamati kebutuhan anak-anak dan menguji strategi yang paling pas. Selain itu, siklus ini mengajarkan kita untuk tidak takut gagal, karena strategi yang belum berhasil bukanlah sebuah akhir, melainkan bahan evaluasi untuk mencoba cara baru yang lebih baik pada siklus berikutnya.

2. Pandangan Saya Soal Pelatihan Guru dan Siklus TET Bagi saya, adaptasi siklus TET ini membuat pelatihan guru menjadi jauh lebih berdampak dan nyata. Keberhasilan pelatihan tidak lagi hanya diukur dari sekadar teori atau nilai tes tertulis, melainkan dari sejauh mana guru mampu membawa perubahan dan perbaikan langsung di dalam kelas. Tahap pengamatan dan refleksi dalam siklus ini membiasakan kita untuk selalu mengevaluasi cara mengajar sendiri secara kritis. Hal ini membuat setiap kegiatan pelatihan terasa sangat relevan karena materi yang dipelajari bisa langsung kita praktikkan untuk menyelesaikan tantangan belajar yang nyata sehari-hari di SD Eka Tjipta Terawan.

3. Rencana Penerapan Sebagai Penggerak Pembelajaran Jika kelak dipercaya menjadi penggerak pembelajaran, saya sangat ingin menerapkan siklus TET ini di lingkungan sekolah kita. Langkah awal yang akan saya lakukan adalah memanfaatkan wadah Komunitas Belajar (Kombel) di SD Eka Tjipta Terawan dengan menjadikan siklus TET sebagai acuan untuk mendiskusikan kendala belajar anak-anak dan mencari solusinya bersama-sama. Saya juga ingin menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi para guru agar mereka berani mencoba metode mengajar baru tanpa takut salah. Terakhir, saya akan menggerakkan tradisi berbagi praktik baik, sehingga ketika ada inovasi mengajar yang berhasil di satu kelas, cerita dan caranya bisa dibagikan ke guru kelas lain agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh murid di sekolah kita.

Terima kasih

 

05 Oktober 2026

Naskah dialog menjadi Moderator

 


Naskah dialog yang diucapkan oleh Moderator dari awal hingga akhir diskusi. Naskah ini dirancang dengan gaya Bahasa Indonesia yang runtut, santun, dan mudah dipahami untuk anak SD.

1. Membuka Diskusi

"Selamat pagi teman-teman dan Ibu/Bapak Guru. Selamat datang di kegiatan diskusi kelas kita hari ini.

Hari ini saya, [Nama Kamu], akan bertugas sebagai moderator yang akan memimpin jalannya diskusi. Topik yang akan kita bahas kali ini sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, yaitu: '[Sebutkan Topik Diskusi]'.

Tujuan diskusi kita adalah untuk saling bertukar pikiran dan mencari solusi terbaik bersama-sama."

2. Menjelaskan Aturan Diskusi

"Sebelum kita mulai, saya ingin mengingatkan beberapa aturan penting saat berdiskusi:

  • Angkat tangan terlebih dahulu jika ingin berbicara.

  • Berbicaralah dengan sopan dan gunakan alasan yang jelas.

  • Dilarang memotong pembicaraan teman yang sedang menyampaikan pendapat.

  • Saling menghargai perbedaan pendapat."

3. Mengundang Pendapat Pro (Mendukung)

"Baiklah, mari kita mulai diskusinya! Pertama-tama, saya persilakan kepada perwakilan kelompok yang setuju (Pro) untuk menyampaikan pendapatnya terlebih dahulu. Silakan [Nama Teman]!"

(Setelah teman Pro selesai berbicara)

"Terima kasih [Nama Teman] atas pendapatnya. Alasan yang disampaikan sangat bagus dan jelas, yaitu tentang [sebutkan ringkasan singkat poin pro]."

4. Mengundang Pendapat Kontra (Menentang)

"Selanjutnya, mari kita dengarkan tanggapan dari kelompok yang kurang setuju (Kontra). Silakan [Nama Teman] untuk menyampaikan alasannya!"

(Setelah teman Kontra selesai berbicara)

"Terima kasih [Nama Teman]. Argumen yang menarik! Kelompok kontra melihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu tentang [sebutkan ringkasan singkat poin kontra]."

5. Mengatur Sanggahan / Tanya Jawab

"Sekarang kita masuk ke sesi tanggapan. Apakah dari kelompok Pro ada yang ingin menyanggah atau memberikan pandangan tambahan untuk merespons pendapat kelompok Kontra tadi? Ingat, sampaikan dengan santun, ya. Silakan!"

6. Meminta Catatan dari Notulis

"Diskusi makin seru dan bernilai! Sebelum kita mengambil kesimpulan, mari kita dengarkan ringkasan catatan dari [Nama Notulis] selaku notulis kita. Silakan!"

7. Menyimpulkan & Menutup Diskusi

"Terima kasih [Nama Notulis]. Dari pendapat kedua belah pihak dan catatan notulis, dapat kita simpulkan bahwa:

[Sebutkan Kesimpulan Akhir Diskusi]

Luar biasa sekali diskusi kita hari ini. Terima kasih kepada teman-teman yang sudah aktif berpendapat dengan tertib dan saling menghargai. Diskusi hari ini resmi saya tutup!" (Berikan tepuk tangan)

Tugas Pelatihan Pertemuan 1 (KALTENG | Gemini Certified Educator GEG x BBGTK Kalimantan Tengah)

Berikut tugas yang telah saya selesaikan terdapat pada link berikut;

Tugas

1. Penggunaan Deep Research (buat penelitian tema bebas, topik penelitan yang ada di sektar bapak ibu.)

Link Tugas : file:///C:/Users/uSer/Downloads/analisis_dampak_teknologi.html


2. Penggunaan Google Canvas 
Bapak ibu boleh membuat aplikasi berbasis canvas ( game edukasi, kuis interaktif, materi interaktif , dll )




SIMULASI TKA GRATIS

*Daftar Link TO/Simulasi TKA SD/MI (Gratis)*
๐Ÿ“ŒSoal disesuaikan dengan Kisi-Kisi Pusmendik
๐Ÿ“ŒHasil Simulasi dan Kunci Jawaban bisa langsung dicek
๐Ÿ“ŒSemakin banyak kita berlatih, semakin besar peluang kita berhasil.
"Keberhasilan bukanlah milik orang yang pintar. Keberhasilan adalah kepunyaan mereka yang senantiasa berusaha." - _B.J. Habibie_ 

*1. Soal TKA Bahasa Indonesia SD/MI Tahun 2026*
https://drive.google.com/file/d/1bbHzskKzDJ641SddQnf4_4AWCDWqyzOX/view
✅Soal TKA SD/MI 2026: https://share.google/af6FOHPdYstYHKRx4
✅TKA SD/MI - (A): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Bahasa-Indonesia-A
✅TKA SD/MI - (B): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Bahasa-Indonesia-B
✅TKA SD/MI - (C): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Bahasa-Indonesia-C
✅TKA SD/MI - (D): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Bahasa-Indonesia-D
✅TKA SD/MI - (E): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Bahasa-Indonesia-E
✅TKA SD/MI - (F): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Bahasa-Indonesia-F
✅TKA SD/MI - (G): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Bahasa-Indonesia-G
✅TKA SD/MI - (H): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Bahasa-Indonesia-H

*2. Soal TKA Matematika SD/MI Tahun 2026*
https://drive.google.com/file/d/1U5w5_HK-JvmnBQH1WYmet38otX1shHsv/view

Daftar Link Simulasi TKA Matematika SD/MI
✅Soal TKA SD/MI 2026: https://share.google/rY3Jk94BfTogvO1Bd
✅TKA SD/MI - (A): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Matematika-A
✅TKA SD/MI - (B): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Matematika-B
✅TKA SD/MI - (C): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Matematika-C
✅TKA SD/MI - (D): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Matematika-D
✅TKA SD/MI - (E): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Matematika-E
✅TKA SD/MI - (F): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Matematika-F
✅TKA SD/MI - (G): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Matematika-G
✅TKA SD/MI - (H): https://s.id/Simulasi-TKA-SD-Matematika-H

๐Ÿ“ŒSilahkan diteruskan ke relasi² panjenengan✅

Semoga bermanfaat! 
#simulasiTKA #latihanTKA2027

14 Mei 2026

T1.2.3. Aktivitas 3. Memperkaya Pemahaman : Memperdalam Pemahaman melalui Bacaan (Diklat kelas_2026_pelatihan_pendidikan_inklusif_tingkat_dasar_angkatan_1)

 Menganalisis Jurnal Bacaan

Judul Jurnal: Membangun sekolah inklusif: Upaya menuju sekolah ramah diversitas melalui implementasi pendidikan inklusif di sekolah Ibtidaiyyah

Penulis : Muhammad Fikri Abdun


Setelah membaca artikel tersebut, saya dapat menyampaikan pendapat berdasarkan pertanyaan;

  • Hal baru atau hal penting apa yang Bapak dan Ibu sadari setelah membaca jurnal tersebut?

1. Hal baru atau hal penting yang saya sadari setelah membaca jurnal tersebut adalah bahwa pendidikan inklusif bukan hanya memberikan kesempatan belajar bagi peserta didik berkebutuhan khusus, tetapi juga membangun budaya sekolah yang menghargai keberagaman, toleransi, dan saling menghormati. Saya juga memahami bahwa keberhasilan sekolah inklusif sangat dipengaruhi oleh komitmen kepala sekolah, kerja sama antara guru, orang tua, dan masyarakat, serta adanya kurikulum dan pembelajaran yang fleksibel sesuai kebutuhan peserta didik. Selain itu, jurnal ini menyadarkan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa diskriminasi.


  • Tantangan apa yang Bapak dan Ibu rasakan dalam mengelola keragaman di sekolah?


2. Tantangan yang saya rasakan dalam mengelola keragaman di sekolah adalah masih terbatasnya pemahaman tentang pendidikan inklusif di lingkungan sekolah, keterbatasan sarana dan prasarana yang ramah difabel, serta belum meratanya kompetensi guru dalam menangani peserta didik dengan kebutuhan belajar yang beragam. Selain itu, terkadang masih ditemukan sikap atau stigma tertentu terhadap peserta didik berkebutuhan khusus sehingga diperlukan pembiasaan budaya sekolah yang lebih inklusif dan suportif. Tantangan lainnya adalah menyesuaikan metode pembelajaran agar dapat memenuhi kebutuhan semua peserta didik secara adil dan optimal.


#pelatihaninklusi
#angkatan1











09 Mei 2026

Pengertian Google Apps Script

Pengertian Google Apps Script

Google Apps Script adalah platform pemrograman berbasis JavaScript dari Google yang digunakan untuk membuat otomatisasi, menambah fitur, dan menghubungkan layanan Google Workspace seperti Google Form, Google Spreadsheet, Google Docs, Gmail, dan Google Drive.

Google Apps Script membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan secara otomatis sehingga lebih cepat, praktis, dan efisien.


---

Fungsi Google Apps Script

Beberapa fungsi utama Google Apps Script antara lain:

1. Mengotomatisasi pekerjaan
Misalnya mengoreksi jawaban siswa otomatis atau mengirim email massal.


2. Mengelola data
Membantu mengolah data pada Google Spreadsheet dengan lebih mudah dan cepat.


3. Membuat aplikasi sederhana
Seperti aplikasi absensi, rekap nilai, atau sistem laporan sekolah.


4. Menghubungkan layanan Google
Mengintegrasikan Google Form, Spreadsheet, Gmail, dan Drive dalam satu sistem kerja.


5. Meningkatkan efisiensi kerja
Mengurangi pekerjaan manual yang berulang.




---

Manfaat Google Apps Script dalam Pendidikan

๐Ÿ“š Mempermudah guru membuat soal digital
๐Ÿ“š Mempercepat pengolahan nilai siswa
๐Ÿ“š Membantu administrasi sekolah menjadi lebih rapi
๐Ÿ“š Mendukung pembelajaran berbasis teknologi
๐Ÿ“š Menghemat waktu dan tenaga guru
๐Ÿ“š Mempermudah pembuatan laporan otomatis


---

Kelebihan Google Apps Script

✅ Gratis menggunakan akun Google
✅ Bisa diakses secara online
✅ Terintegrasi dengan Google Workspace
✅ Mudah dipelajari untuk pemula
✅ Mendukung otomatisasi pekerjaan
✅ Cocok untuk administrasi sekolah dan pembelajaran digital


---

Kekurangan Google Apps Script

❌ Membutuhkan koneksi internet
❌ Harus memahami dasar pemrograman JavaScript
❌ Memiliki batas penggunaan harian dari Google
❌ Beberapa fitur cukup kompleks untuk pemula
❌ Bergantung pada akun dan layanan Google


---

Kesimpulan

Google Apps Script merupakan alat yang sangat membantu dalam dunia pendidikan dan administrasi karena mampu mengotomatisasi berbagai pekerjaan secara cepat dan efisien. Dengan memanfaatkan teknologi ini, guru dapat bekerja lebih efektif serta mendukung pembelajaran digital yang inovatif dan modern.

#google#GoogleAppsScript
#TeknologiPendidikan
#PembelajaranDigital
#GuruInovatif
#MerdekaBelajar
#TransformasiDigital
#GuruBelajar
#GoogleWorkspace
#DigitalisasiSekolah
#InovasiPembelajaran
#PendidikanIndonesia
#GuruHebat
#SekolahDigital
#GoogleForm
#ChatGPT
#AppsScript
#KomunitasBelajar
#KombelSEMESTA
#SDEkaTjiptaTerawan
#BerbagiPraktikBaik




03 Mei 2026

Menulis Cerita Kec. Seruyan Raya


✨ Semangat Literasi, Wujudkan Generasi Kreatif! ✨
Alhamdulillah, kegiatan Lomba Menulis Cerita Tingkat Kecamatan Seruyan Raya telah terlaksana dengan penuh semangat dan antusias dari para peserta didik. Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan imajinasi, mengasah kreativitas, serta mengembangkan kemampuan literasi sejak dini.
Dengan penuh percaya diri, para peserta menuangkan ide dan gagasan mereka menjadi cerita yang inspiratif dan penuh makna. Setiap karya yang dihasilkan mencerminkan potensi luar biasa generasi muda dalam berkarya dan berprestasi.
Terima kasih kepada seluruh peserta, guru pembimbing, serta panitia yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan baik. Semoga melalui kegiatan ini, semangat menulis dan mencintai literasi terus tumbuh dan berkembang.
๐ŸŒŸ Terus berkarya, terus berprestasi, dan jadilah generasi yang menginspirasi! ๐ŸŒŸ
29-04-2026
#LiterasiAnak #kec .sera #lombafls3n


28 April 2026

Analisis Novel "Guru Aini"

Buku tersebut adalah "Guru Aini", sebuah novel karya Andrea Hirata. Perlu diklarifikasi bahwa ini adalah sebuah novel (buku utuh), bukan cerita pendek (cerpen). Novel ini merupakan prekuel dari novel *Orang-Orang Biasa*.
Berikut adalah analisis lengkap mengenai elemen intrinsik dan ulasan dari novel tersebut:
Analisis Elemen Intrinsik
 1. Tema
Tema utama novel ini adalah pendidikan, perjuangan, dan idealisme. Fokusnya terletak pada bagaimana seorang guru matematika berjuang menularkan kecintaannya pada ilmu pengetahuan di tengah keterbatasan dan resistensi muridnya.
2. Tokoh dan Penokohan
 Desi (Guru Desi): Seorang guru matematika yang sangat idealis, cerdas, keras kepala dalam hal prinsip, dan penuh dedikasi. Ia rela ditempatkan di pelosok demi memenuhi sumpahnya untuk mencerdaskan anak bangsa.
Aini: Murid yang awalnya sangat lemah dalam matematika bahkan dianggap tidak berbakat. Namun, ia memiliki kegigihan luar biasa untuk belajar demi membantu ayahnya yang sakit.
 Debut (Ayah Aini): Sosok yang menjadi motivasi utama Aini untuk belajar.
3. Alur (Plot)
Menggunakan alur maju. Cerita dimulai dari masa sekolah Desi, pilihannya menjadi guru, perjalanannya ke pelosok Ketapang, hingga pertemuannya dengan Aini. Konflik memuncak pada perjuangan Aini menaklukkan rumus-rumus matematika yang dianggapnya seperti "monster."
4. Latar (Setting)
 Latar Tempat: Tanjong Hampar, sebuah daerah terpencil yang sarat dengan keterbatasan ekonomi dan fasilitas.
 Latar Suasana: Inspiratif, haru, namun sesekali jenaka khas gaya tulisan Andrea Hirata.
Ulasan (Review)
Keunggulan Buku
Perspektif Unik tentang Matematika: Andrea Hirata berhasil mengubah momok matematika menjadi sesuatu yang puitis dan penuh filosofi. Ia menunjukkan bahwa matematika bukan sekadar angka, melainkan cara berpikir.

Pesan Moral yang Kuat: Novel ini memberikan tamparan halus bagi dunia pendidikan tentang pentingnya dedikasi seorang guru dan kemauan keras seorang murid.
 
Gaya Bahasa:Menggunakan diksi yang kaya dan deskriptif. Meskipun membahas hal yang "berat" seperti kalkulus atau trigonometri, ceritanya tetap enak diikuti karena dibalut dengan humor dan emosi yang jujur.

Kesimpulan
Guru Aini bukan sekadar cerita tentang sekolah. Ini adalah ide bagi para pejuang pendidikan yang percaya bahwa kecerdasan bukan hanya bakat lahir, melainkan hasil dari ketekunan yang tak kenal lelah. Buku ini sangat direkomendasikan bagi guru, pelajar, atau siapa saja yang sedang merasa kehilangan motivasi dalam mengejar mimpi.

#guruaini
#andreahirata

27 April 2026

Lomba FLS3N Cabang Menulis Cerita se-Kec. Danau Seluluk Tahun 2026


๐Ÿ“š✨ Semangat Literasi, Berkarya Tanpa Batas! ✨๐Ÿ“š

Kegiatan Lomba FLS3N Cabang Menulis Cerita Tingkat SD se-Kecamatan Danau Seluluk.

Para peserta dengan penuh antusias menuangkan ide, imajinasi, dan kreativitas mereka ke dalam karya cerita yang luar biasa. Setiap tulisan menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki potensi besar dalam dunia literasi ✍️๐ŸŒŸ

Ajang ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk menumbuhkan keberanian, kreativitas, dan kecintaan terhadap menulis sejak dini ๐Ÿ’ก

Terima kasih kepada seluruh peserta, guru pembimbing, dan panitia yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini ๐Ÿ™Œ

Teruslah berkarya, karena setiap cerita punya makna! ๐Ÿ“–๐Ÿ’ซ
Senin, 27 April 2026
#FLS3N2026 #LombaMenulis #LiterasiAnak #SDHebat #GenerasiKreatif  

๐Ÿšจ WASPADA “PODGETER” BERKEDOK VAPE ๐Ÿšจ


๐Ÿšจ WASPADA “PODGETER” BERKEDOK VAPE ๐Ÿšจ
Lindungi Diri dari Modus Narkoba Baru
❓ APA ITU PODGETER?
Podgeter adalah alat isap yang bentuknya mirip vape, namun disalahgunakan untuk mengonsumsi narkoba.
⚠️ Sekilas terlihat biasa, padahal berbahaya.
๐Ÿ•ต️ MODUS YANG SERING TERJADI
Ditawarkan oleh orang tidak dikenal
Iming-iming: “bikin melayang”, “santai sampai pagi”
Diajak pakai bareng supaya terlihat aman
Sering terjadi di tempat hiburan malam
☠️ BAHAYA PODGETER
Mengandung zat terlarang / psikotropika
Merusak kesehatan fisik & mental
Bisa menyebabkan ketergantungan
Menghancurkan masa depan dan prestasi
๐ŸŽฏ SIAPA TARGETNYA?
๐Ÿ‘ฆ๐Ÿ‘ง ANAK MUDA & REMAJA
Karena mudah penasaran dan tergoda mencoba hal baru
๐Ÿ›ก️ CARA MELINDUNGI DIRI
✅ Tolak dengan tegas
✅ Jangan coba-coba
✅ Jangan terima vape/pod dari orang asing
✅ Cerita ke guru / orang tua jika melihat atau mengalami
๐Ÿ‘จ‍๐Ÿ‘ฉ‍๐Ÿ‘ง PESAN UNTUK ORANG TUA & GURU
✔ Awasi pergaulan anak
✔ Bangun komunikasi terbuka
✔ Edukasi bahaya narkoba sejak dini
๐Ÿ“ข INGAT!
Narkoba bisa menyamar dalam bentuk apa saja.
Jangan tertipu tampilannya!
๐Ÿ“Œ Isu ini menjadi perhatian serius BNN
Mari bersama cegah narkoba di lingkungan sekolah.

JEJAK KEJAYAAN NUSANTARA

Sumber ini menyajikan tinjauan sejarah mengenai perkembangan **kerajaan Hindu, Buddha, dan Islam** di Indonesia yang bermula sejak abad ke-4 Masehi. Narasi tersebut menjelaskan bagaimana **hubungan dagang internasional** memicu lahirnya kerajaan awal seperti Kutai dan Tarumanegara, hingga munculnya kemaharajaan besar seperti **Sriwijaya dan Majapahit**. Penjelasan berlanjut pada proses **masuknya pengaruh Islam** melalui jalur perdagangan yang melahirkan kesultanan penting di berbagai wilayah, mulai dari Samudra Pasai di Aceh hingga Kerajaan Ternate di Maluku. Setiap ulasan menekankan peran **pemimpin yang berpengaruh**, lokasi geografis yang strategis, serta berbagai **warisan fisik** berupa candi, prasasti, dan masjid yang masih ada hingga kini. Secara keseluruhan, teks ini mengajak pembaca untuk **menghargai dan menjaga bukti sejarah** nusantara agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

Pelatihan LITERASI

 


  1. Selama ini, bagaimana pengalaman Bapak/Ibu mengajarkan membaca di kelas?
    Selama ini, pengalaman saya mengajarkan membaca di kelas cukup beragam. Di SD Eka Tjipta Terawan , saya berusaha menciptakan suasana belajar membaca yang menyenangkan dan bermakna. Saya biasanya kegiatan dimulai dengan membaca bersama ( shared reading ) menggunakan cerita anak yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti cerita tentang lingkungan sekolah atau hewan peliharaan. Dari pengalaman tersebut, saya melihat bahwa siswa lebih antusias ketika teks bacaan dikaitkan dengan pengalaman nyata mereka. Selain itu, saya juga menggunakan metode membaca bergiliran agar setiap siswa mendapat kesempatan untuk berlatih membaca dengan percaya diri.
  2. Seperti apa kegiatan membaca yang dilakukan di kelas Bapak/Ibu?
    Kegiatan membaca di kelas dilakukan dalam beberapa bentuk.
    • Pada kegiatan awal, kami biasanya membaca bersama-sama teks yang ditampilkan di layar atau buku paket.
    • Kemudian dilanjutkan dengan membaca mandiri di mana siswa memilih buku dari sudut baca kelas yang telah disediakan.
    • Setelah itu, siswa diajak untuk berdiskusi ringan tentang isi bacaan, misalnya menyebutkan tokoh, alur, atau pesan moral dalam cerita.
    • Pada akhir kegiatan, siswa menuliskan refleksi singkat atau gambar sederhana tentang hal yang paling mereka sukai dari bacaan hari itu.
      Contohnya, ketika membaca cerita “Si Kancil dan Buaya” , siswa tidak hanya membaca teks, tetapi juga diminta menggambar bagian cerita yang paling menarik dan menjelaskan akomodasi kepada teman-teman.
  3. Apa saja tantangan yang dihadapi dalam kegiatan membaca?
    Tantangan yang sering saya hadapi di SD Eka Tjipta Terawan adalah perbedaan kemampuan membaca antar siswa . Ada beberapa siswa yang sudah lancar membaca, tetapi ada juga yang masih kesulitan mengenali huruf atau memahami isi bacaan. Selain itu, minat baca sebagian siswa masih rendah , terutama jika teksnya panjang atau kurang menarik. Fasilitas buku bacaan yang terbatas juga menjadi kendala, sehingga saya berinisiatif membuat pojok baca kelas sederhana dengan mengumpulkan buku-buku cerita dari donasi guru dan orang tua.
    Untuk mengatasi tantangan tersebut, saya mencoba mengombinasikan kegiatan membaca dengan aktivitas kreatif , seperti bermain peran berdasarkan cerita atau membuat komik sederhana dari isi bacaan agar siswa tetap semangat dan terlibat aktif.

Sang Pemanah karya Paulo Coelho (judul asli: The Archer ).

 


Buku pada gambar adalah Sang Pemanah karya Paulo Coelho (judul asli: The Archer ).

๐Ÿ“– Gambaran Umum

  • Genre : Fiksi inspiratif / filosofi kehidupan
  • Penulis: Paulo Coelho
  • Tema utama: Makna hidup, ketekunan, dan perjalanan menuju kesempurnaan diri

๐Ÿน Isi Cerita

Buku ini menceritakan seorang pemanah legendaris bernama Tetsuya yang hidup sederhana sebagai tukang kayu. Suatu hari, seorang pemuda datang menantangnya dan ingin belajar memanah darinya.

Melalui dialog dan latihan, Tetsuya menjelaskan bahwa memanah bukan sekadar soal teknik, tetapi tentang:

  • Fokus dan ketenangan batin
  • Disiplin dan latihan terus-menerus
  • Memahami tujuan hidup
  • Menyatu dengan proses, bukan hanya hasil

๐ŸŒฑ Makna Filosofis

Makna dalam buku ini adalah metafora kehidupan . Busur, anak panah, dan sasaran melambangkan:

  • Busur: potensi diri
  • Anak panah: usaha dan tindakan
  • Target: tujuan hidup

Pesan pentingnya:

Keberhasilan bukan hanya soal mencapai target, tapi bagaimana kita menjalani proses dengan kesadaran dan ketulusan.

⭐ Kelebihan Buku

  • Bahasa sederhana tapi penuh makna
  • Cocok untuk refleksi diri
  • Sarat motivasi tanpa terasa menggurui

๐ŸŽฏ Cocok untuk

  • Pelajar dan remaja yang sedang mencari arah hidup
  • Siapa saja yang ingin belajar tentang ketekunan dan fokus
RINGKASAN ๐Ÿ“– Per Bagian
1. Kedatangan Penantang
Seorang pemuda datang mencari Tetsuya, pemanah legendaris yang kini hidup sederhana sebagai tukang kayu. Ia menantang Tetsuya untuk membuktikan kehebatannya.
๐Ÿ‘‰ Inti: Jangan menilai seseorang dari penampilannya.
2. Demonstrasi Memanah
Tetsuya menerima tantangan dan menunjukkan kemampuannya dengan tenang dan tepat sasaran. Ia tidak sombong, hanya membuktikan melalui tindakan.
๐Ÿ‘‰ Inti: Kemampuan sejati terlihat dari tindakan, bukan kata-kata.
3. Permintaan Murid
Pemuda itu ingin belajar memanah. Tetsuya pun siap mengajarkan, tetapi bukan hanya teknik—melainkan filosofi hidup.
๐Ÿ‘‰ Inti: Belajar bukan hanya keterampilan, tapi juga sikap hidup.
4. Pelajaran Tentang Busur
Busur melambangkan tubuh dan kesiapan diri. Harus kuat, lentur, dan seimbang.
๐Ÿ‘‰ Inti: Kita harus menjaga diri agar siap menghadapi tantangan.
5. Pelajaran Tentang Anak Panah
Anak panah adalah tujuan dan niat. Harus diarahkan dengan jelas.
๐Ÿ‘‰ Inti: Hidup harus punya tujuan.
6. Pelajaran Tentang Target
Target adalah impian yang ingin dicapai. Harus fokus dan tidak mudah dialihkan.
๐Ÿ‘‰ Inti: Fokus pada tujuan meskipun ada gangguan.
7. Latihan dan Kesabaran
Menjadi pemanah hebat membutuhkan latihan yang terus-menerus, kesabaran, dan ketekunan.
๐Ÿ‘‰ Inti: Tidak ada keberhasilan tanpa usaha.
8. ะธะทะพะฑั€ะฐะทะธะปะฐ dan Ketenangan
Memanah membutuhkan ketenangan hati. Pikiran yang kacau akan membuat panah meleset.
๐Ÿ‘‰ Inti: Mengendalikan emosi itu penting.
9. Perpisahan
Pemuda itu pergi dengan membawa pelajaran hidup, bukan sekedar ilmu memanah.
๐Ÿ‘‰ Inti : Ilmu yang baik akan menjadi bekal hidup.