26 September 2011

mengamati isi liputan berita

UJIAN TENGAH SEMESTER

MATA KULIAH
”BERBICARA LANJUT”









Dosen : Idalaila, S.Pd




Di Tulis Oleh      : Eka Rahmady H
Nim                     : AAB 109083






UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN BAHASA DAN SENI
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA
MARET 2010






Nama Narasumber                          : Yohana Margareta
Nama Pewawancara                        : Charyl Tanjil
Chanel                                             : Metro TV
Dalam Acara                                   : Headline News
Hari/Tanggal                                   : Rabo,14 Maret 2010
Waktu                                             : Pukul 23:14 WIB
Topik                                               : ”Ulama minta makam mbah prio tidak di usik”
Permasalahan yang di bicarakan     :

      Ratusan umat islam dipimpin Habib Hasan bin jafar Asegaf barzikir bersama di areal makam Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara, Rabo (14/4) malam. Di hadapan umat, Habib Jafar Asegaf manyerukan pemerintah tidak mengusik makam pahlawan umat islam tersebut.
      ”selaku perwakilan ulama jakarta Selatan dan Jabotabek,mereka meminta seluruh aparat pemerintah jangan sekali-kali mengganggu. Karena, makam ini lebih dulu ada sebelum pemerintah ada, ”seru habib seraya diikuti teriakan ”Allahu Akbar” oleh retusan umat.
      Kedatangan rombongan Habib Jafar Asegaf juga diikuti putri mendiang Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid, yakni Yenny Wahid dan suaminya. Namun, zikir di areal makam tertutup untuk wartawan.
      Habib Jafar menambahkan, siap membela kapan saja jika upaya pembangkangan masih terjadi di areal makam Mbah Priok. ”Seandainya mereka (Pemerintah DKI Jakarta) masih membangkang, mereka perwakilan ulama akan berkumpul di makam untuk membela pahlawan Islam di Indonesia ini. Mereka selamanya siap membela Islam,”serunya berapi-api”.
      Zikir ini sendiri direncanakan terus dilangsungkan hingga emosi warga mereda. Sejauh ini, puluhan korban rusuh harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Kola dan RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Sementara itu, di lokasi masih tampak warga siaga menyisir lokasi kendati suasana kian gelap.
















KOLOM PENILAIAN

No
Aspek Penilaian
Nilai
Penilaian/Komentar
1
2
3
4
5
6
7


8
9
10

11
12

13
Ucapan/lafal
Tekanan
Irama
Aspek persediaan
Kosakata
Struktur kalimat
Kelancaran berbicara


Penguasaan
Keberanian
Keramahan

Ketertiban
Semangat

Sikap

4
4
4
4
4
5
5


5
5
5

4
5

5
Lafal dalam ucapan sangat baik
Tekanan dalam berbicara baik sekali
Irama dalam berbicara sangat baik
Aspek persediaan baik
Kosakata sangat baik
Struktur kalimat sangat baik
”Acara yang disampaikan sangat baik karena dapat menjelaskan permasalahan yang terjadi”
Penguasaan materi baik sekali

Keramahan yang diperlihatkan sangat baik

Dalam penyampaian materi sangat bersemangat
Sikap baik, dalam penyampaiannya
JUMLAH NILAI
4,53

                
                59
Jumlah : ─ = 4,53
                13



Palangka Raya, 13 april 2010
Penilai



EKA RAHMADY.H

Nama Narasumber                          : Fransiska Renata
Nama Pewawancara                        : Andini
Chanel                                             : Metro TV
Dalam Acara                                   : Headline News
Hari/Tanggal                                   : Kamis, 15 April 2010
Waktu                                             : Pukul 07:07 WIB
Topik                                               : ” Krisis Kepercayaan Karena Benyaknya Distorsi”
Permasalahan yang dibahas            :

      Sekertaris Jendral Dewan Pengurus Pusat Organisasi Masyarakat Nasional Demokrat, Syamsul Muarif prihatin atas krisis kepercayaan yang melanda Indonesia. Menurut Syamsul, hal ini karena Indonesia tengan mengalami banyak distorsi.
      Hal itu diungkapkan Syamsul usai acara sosialisasi dan silaturahmi Ormas Nasdem di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (14/4). Syamsul menyatakan Indonesia mengalami distorsi berupa kesalahpahaman dalam manajemen kenegaraan. Alhasil timbul rasa saling tidak percaya antarinstitusi dan rakyatnya.
Syamsul menegaskan, Indonesia nyaris menjadi negara yang gagal lantaran banyak institusi negara berjalan tidak lagi sesuai fungsi dan peranan masing-masing. Itu terjadi karena upaya perubahan, tapi tidak didukung oleg konsep yang jelas.
Karena itu, Syamsul menghimbau agar semua pihak mengakhiri distorsi. Dia pun mengajak masyarakat membangun bersama sebuah konsep politik, ekonomi dan budaya yang jelas.





















KOLOM PENILAIAN

No
Aspek Penilaian
Nilai
Penilaian/Komentar
1
2
3
4

5
6

7


8
9
10
11
12
13
Ucapan/lafal
Tekanan
Irama
Aspek persediaan

Kosakata
Struktur kalimat

Kelancaran berbicara


Penguasaan
Keberanian
Keramahan
Ketertiban
Semangat
Sikap

5
4
5
4

5
5

5


5
5
5
4
5
5
Pelafalan sangat baik sekali

Irama dalam berbicara sangat baik sekali


Kosa kata sangat baik sekali
Struktur kalimat yang digunakan baik sekali
”Menurut saya acara yang dibicarakan sangat baik, menjadi mengerti permasalahan yang dibicarakan”
Penguasaan materi sangat baik

Keramahan yang ditunjukan sangat baik

Sangat bersemangat sekali
Sikap yang ditampilkan sangat baik

JUMLAH NILAI
4,76


                62
Jumlah : ─ = 4,76
                13


Palangka Raya, 13 april 2010
Penilai



EKA RAHMADY.H

15 Mei 2011

TUGAS KAJIAN PUISI = 1 (smtr 3) PBSI


Tugas
Kajian Puisi






Nama   : Eka Rahmady Hardianto
NIM    : AAB109083







Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Palangkaraya
Peluru Pertama
Karya: Subagio Sastrowardoyo
Waktu peluru pertama meledak
Tak ada lagi hari minggu atau malam istirahat
Tangan penuh kerja dan mata berjaga
Mengawasi pantai dan langit yang hamil oleh khianat
Mulut dan bumi berdiam diri. Satunya suara
hanya teriak nyawa
yang terlepas dari tubuh luka,
atau jerit hati mendendam mau membalas kematian.
harap berjaga kita memasuki daerah perang.
kalau peluru pertama sudah meledak.
Kita harus paling dulu menyerang
dan mati atau menang.
Mintalah pamit pada anak dan keluarga dan bilang: Tak ada waktu buat cinta
dan bersenang. Kita simpan kesenian dan budaya di hari tua.
Kita mengangkat senjata selagi muda
dan mati atau menang.
















Petunjuk Pertama
            Perhatikanlah judulnya. Judul merupakan lubang kunci untuk menengok keseluruhan makna puisi. Melalui lubang kunci itu bias melihat apa yang ada dalam puisi itu.
            Judul biasanya menggambarkan keseluruhan makna atau identitas sebuah puisi. Judul bias juga memperlihatkan suatu yang unik dari puisi tesebut. Dengan melihat dan memehami judul kemungkinan gambaran keseluruhan makna atau keunikan sebuah puisi akan terbuka. Dengan demikian kita dapat mengetahui apa yang ingin disampaikan oleh pengarang.
Dalam puisi ‘peluru pertama’ karya: Subagio Sastrowardojo. Peluru dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti pelor, bulat agak panjang untuk mengisi senapan atau senjata api. Jadi, peluru petama merupakan suatu petunjuk untuk memulai pertempuran. Dengan cara diledakkan melalui pemicu yang terdapat pada bagian senapan, yang mudah digerakkan oleh ibu jari telunjuk.
Puisi di atas termasuk puisi afektif karena jika dilihat dari liriknya, puisi tersebut lebih menekankan pada tujuan akhir yaitu agar pembaca terpengaruh dan bergerak hatinya terhadap isi sajak yang dilantunkan. Karena penyair berusaha membangkitkan fungsi akal pikiran, perasaan dan perhatian penbaca terimbas ke dalam suasana hatinya.

Petunjuk Kedua
            Lihat kata yang dominan. Dua kata yang dominan pada puisi tersebut adalah ‘kita’ merupakan petunjuk pertama jamak dan ‘atau’ yang berarti bahwa yang satu sama dengan  yang lain.
Lihat uraian puisi di bawah ini tentang makna yang dominan yaitu kata ‘kita’
/Kita memasuki daerah perang/. Kalimat tersebut terdapat pada bait keempat larik ke sebelas. Kaliamt tersebut memiliki makna pemberitahuan yang dilakukan oleh orang pertama jamak.
/Kita harus paling dulu menyerang/. Kalimat tersebut terdapat pada bait kelima larik ke-13. Kalimat tersebut memiliki makna ajakan untuk menyerang lawan terlebih dahulu sebelum di serang.
/Kita simpan kesenian dan budaya di hari tua/. Kalimat tersebut terdapat pada bait ke delapan larik ke-16. Kalimat tersebut memiliki makna ajakan untuk menyimpan semua apa yang terjadi dalam ingatan berupa kesenian dan budaya pada usia tua nantinya.
/Kita mengangkat senjata selagi bisa/. Kalimat tersebut terdapat pada bait kesembilan larik ke-18. Kalimat kaliamt tersebut memliki makna ajakan untuk bersemangat dalam bertempur melawan para penjajah.
Uraian singkat tentang kata yang dominan pada kata ‘atau’.
/Tak lagi hari minggu atau malam istirahat/. Kalimat tersebut mengandung arti, bahwa pertempuran akan segera dimulai tidak ada kesempatan untuk bersantai-santai bahkan tidur sekalipun.
Satunya suara haya teriak nyawa
yang terlpas dari tubuh luka,
atau jerit hati mendendam atau membalas kematian/. Kalimat tersebut mengandung arti perasan penyair yang sedang mengungkapkan perasaannya dalam situasi pertempuran.
/mati atau menang/. Kalimat tersebut terdapat pada bait kelima dan sembilan. Kalimat tersebut memiliki makna tekat bulat denagn berani manantang penjajah, walaupun sampai harus mati.

Petunjuk Ketiga
            Salami makna konotatif, dangan makna tersebut penyair ingin membentuk suatu imaji atau citra tertentu di dalam sabuah puisi. Karena makna tersebut memiliki makna yang tidak lazim, maka kemungkinan mengartikan sebuh kata di dalam sebuah puisi dalam bentuk yang bermacam-macam.
            Makna konotatif pada puisi tersebut berbunyi: /langit yang hamil oleh khianat/, yang mengandung arti bahwa khianat tersebut telah mendarah daging dalm kehidupan manusia pada jaman penjajah. Penghianatan terjadi karena keinginan masyarakat bangsa Indonesia yang menginginkan kemerdekaan. Tidak mau selamanya dijajah oleh penjajah atau bangsa asing.

Petunjuk keempat
            Mencari makna yang terungkap di dalam larik atau bait puisi. Maksudnya adalah mencari makan yang lebih besar yang sesuai dengan struktur kaidah bahasa. Lihatlah puisi di atas, dalam kalimat /Kita memasuki daerah perang/. Kalimat tersebut member pengaruh yang besar, karena kaliamat tersebut menyatakan pemberitahuan dan peringatan.
            Pemberitahuan atau ajakan dalam potongan puisi tersebut dikemukakan oleh ‘aku’ orang pertama jamak kepada mereka sekalian dan makna peringatan mengandung arti larangan agar bersiap siaga dalam situasi pertempuran. Dimana kalimat tersebut member pesan dalam kehidupan kita harus berkonsentrasi dan siap siaga untuk menghadapi problem atau masalah yang terdapat dalm dunia ini yang datang sewaktu-waktu.

Petunjuk Kelima
            Menangkap pikiran atau maksud dalam puisi itu dalam puisi dengan cara memprosakan atau memparafrasekan puisi. Parafrase dalam puisi di atas dapat diketahui bahwa ia dalam puisi tersebut merupakan orang yang sangat penting bagi teman-temannya, karena dia dapat memberikan semangat dan inspirasi bagi orang di sekelilingnya untuk merebut kemerdekaan. Dalam proses merebut kemerdekaan banyak rintangan dan hambatan baik dari diri sendiri maupun penjajah. Dia mengajak teman-temannya untuk tidak lupa berpamitan memohon doa restu kepada keluarganya masing-masing sebelum berperang melawan penjajah. Dia menjadi komandan dalam kelompoknya untuk merebut kemerdekaan.




TUGAS KAJIAN PUISI = 2 (smtr 3) PBSI


 Tugas
Kajian Puisi






Nama   : Eka Rahmady Hardianto
NIM    : AAB 109083







Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Palangkaraya


Kebun Binatang
Karya: Sitor Situmorang
Kembang, boneka dan kehidupan.
Kembang, boneka dan kerinduan.
Si adik ini ingin teman.
Si anak ini punya ketakutan.

Hari-hari kemarin.
Punya keinginan.
Berumah ufuk, ombak menggulung.

Hari-hari kandungan.
Tolak keisengan.
Ramai-ramai di kebun binatang.

Kembang, boneka dan kehidupan.
Kembang dan kerinduan.
Si adik ini ingin teman.
Boneka ini punya kesayuan.

Hari-hari datang.
Hari kembang di kebun binatang.
Hari bersenang.
Pecah dalam balonan

Kembang, boneka dan kehidupan.
Kembang dan kerinduan.
Si adik ini ingin teman.
Boneka ini punya kesayuan.









Petunjuk Keenam
Usut siapa yang di maksud kata ganti yang ada dan siapa yang mengucapkan kalimat yang ada di dalam tanda kutip (jika ditemukan di dalam sebuah puisi). Dalam puisi di atas kalimat yang bertanda tidak ditemukan.
            Dalam puisi tersebut ada satu kata ganti orang kedua yang terdapat pada sajak bait pertama larik ketiga dan keempat: /Si adik ini ingin teman/ dan Si anak ini punya ketakutan. Dalam frase /Si anak ini/, melihat konteks (hubungan) kalimat, maka frase tersebut sama dengan /Si adek ini/. Dalam komteks ini, kata /Si/ tersebut menunjuk seorang anak kecil yang membutuhkan perhatian dari orang tuanya. Keinginan seorang anak kecil, menginginkan adanya hiburan dan teman bermain.
Petunjuk Ketujuh
            Antara satu unit dengan unit yang lain (larik dengan larik yang lain) di dalam puisi tersebut, membentuk satu kesatuan (keutuhan makna). Menemukan pertalian makna antara unit tersebut.
            Pertalian makna biasanya ditentukan oleh (.) titik, (,) koma, pemakaian huruf kapital ataupun huruf kecil, dan penggunaan kata penghubung (seperti dan, serta, juga, dan kata-kata penghubung yang lainnya). Larik sesudah titik (.) lebih berhubungan makna dengan larik sesudahnya. Demikian juga dengan larik yang dimulai dengan huruf kapital, lebih berhubungan makna dengan larik sebelumnya. Demikian juga dengan larik yang dimulai dengan huruf kecil.
            Melihat pemakaian tanda titik (.) dan koma (,) dengan pemakaian huruf kapital ataupun huruf kecil di dalam puisi tersebut ada yang tiga larik dalam satu bait dan ada empat baris dalam satu bait sebanyak enam bait dalam 22 baris. Dalam satu bait tersebut membentuk satu kesatuan yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Semua unit-unit tersebut kemudian membentuk makna keseluruhan.
Petunjuk Kedelapan  
            Mencari dan mengejar makna yang tersembunyi dalam puisi! Sebuah puisi yang baik selalu punya makna tambahan dari apa yang tersurat. Makna tambahan ini hanya akan bisa didapatkan sesudah membaca dan memahami puisi. Dengan cara merenung, melalui proses konsentrasi dan intensifikasi.
            Makna yang tersembunyi dalam puisi di atas bahwa ‘Kebun Binatang’ merupakan sebuah tempat  wisata yang menyuguhkan berbagai pemandangan berupa binatang-binatang sebagai objek untuk dinikmati oleh pengunjung. Dengan kata lain pengunjung akan memperoleh kesenangan dan pemandangan yang indah. Dalam puisi bait pertama larik pertama dan kedua.

 /Kembang, boneka dan kehidupan./
/Kembang, boneka dan kerinduan./
Mengandung arti bahwa ank merupakan hasil dari pertalian cinta dari kedua orang tuanya dan tentunya diharapkan oleh orang tuanya. Keluargan tersebut telah mempunyai seorang anak dan menginginkan kehadiran anak kedua.
/Si adik ini ingin teman./
/Si anak ini punya ketakutan./

Larik ketiga dan keempat, membicarakan tentang anak pertama yang juga mengharapkan teman, tetapi hati anak tersebut takut jika perhatian orang tuanya kelak berkurang terhadap dirinya.
/Hari-hari kemarin./
/Punya keinginan./
/Berumah ufuk, ombak menggulung./
            Bait kedua membicarakan tentang kerinduan dan harapan yang dinanti-nanti siang dan malam.
/Hari-hari kandungan./
/Tolak keisengan./
/Ramai-ramai di kebun binatang./
Bait ketiga membicarakan keluarga kecil tersebut mencari kesenangan dengan mengunjungi kebun binatang. Hampir setiap hari untuk mencari kesenangan dan kegembiraan antar keluarga, agar hubungan keluarga semakin erat nantinya.
/Kembang, boneka dan kehidupan./
/Kembang dan kerinduan./
/Si adik ini ingin teman./
/Boneka ini punya kesayuan./
            Bait keempat membicarakan tentang harapan yang dinanti-natikan telah tiba, anak kedua darim keluarga kecil tersebut akhirnya hadit di tengah-tengah keluarga. Adek kecil tersebut mempunyai pengaruh yang besar bagi keluarga. Keluarga kecil tersebut bahagia dengan kehadiranya.
/Hari-hari datang./
/Hari kembang di kebun binatang./
/Hari bersenang./
/Pecah dalam balonan./
            Bait kelima membicarakan tentang kebahagiaan datang kembali keluarga kecil tersebut kembali lagi pergi ke kebun binatang dengan bersuka ria kegembiraan menyelimuti keluarga tersebut.
/Kembang, boneka dan kehidupan./
/Kembang dan kerinduan./
/Si adik ini ingin teman./
/Boneka ini punya kesayuan./
            Bait keenam membicarakan tentang anak merupakan anugrah dari Allah yang wajib dijaga dan dipelihara oleh orang tua. Orang tua harus mampu membagi kasih sayang dan perhatian di antara anak-anaknya.

Pejunjuk Kesembilan
            Perhatikan corak sebuah sajak, karena sebuah puisi ada yang mementingkan unsur formal dan ada yang lebih mementingkan unsur puitis. Dalam puisi ‘Kebun Binatang’ mempunyai corak unsur formal, karena puisi tersebut penonjolan rima (perasaan bunyi), pola-pola larik (dengan jumlah suku kata relatif sama) dan baik. Puisi Sitor Situmorang termasuk dalam puisi yang berakar kepada puisi tradisional seperti (pantun, syair, gurindam dan lain-lain).   
/Kembang, boneka dan kehidupan./
/Kembang, boneka dan kerinduan./
/Si adik ini ingin teman./
/Si anak ini punya ketakutan./


/Kembang, boneka dan kehidupan./
/Kembang dan kerinduan./
/Si adik ini ingin teman./
/Boneka ini punya kesayuan./

Puisi tersebut di atas dapat kita lihat struktur pola-pola dalam satu bait dan jumlah suku kata relatif sama berpola (n,n,n,n,) di akhir kalimat.

Petunjuk Kesepuluh
            Mengembalikan tafsiran (interprestasi) sebuah puisi harus bisa dikembalikan dalam kepada teks. Dengan arti kata, setiap tapsiran harus berdasarkan teks. Puisi ‘Kebun Binatang’ Sitor Situmorang, misalnya dikatakan di situ dalam bait ketiga larik ketiga
/Ramai-ramai di kebun binatang./
Mengandung arti bahwa kebun binatang merupakan sebagai sarana untuk menjalin keutuhan dan kekerabatan agar terjaga dengan baik, untuk menjalin kasih saying antara anggota keluarga agar tali silaturahmi terjaga dengan baik.